Emolien adalah Bagian dari Produk Perawatan Kulit


Emolien adalah kandungan dari produk dan obat kulit yang memiliki khasiat untuk menenangkan dan melembutkan tekstur kulit, seperti pada krim dan losion.

(0)
29 Mar 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Emolien adalah kandungan dari produk perawatan kulitSalep merupakan salah satu bentuk emolien, selain krim dan losion
Sebagian orang mengeluhkan kulitnya yang kering dan mudah pecah-pecah, terutama penderita eksim dan psoriasis. Dalam mengatasi kulit kering, kita bisa menggunakan emolien yang bisa didapatkan dari dokter atau dibeli bebas, tergantung masalah kulit. Sudah tahu apa saja jenis-jenis emolien?

Apa itu emolien?

Emolien adalah bagian dalam produk kulit yang membantu melembutkan dan menenangkan kulit yang kasar dan kering. Emolien mampu mengisi ruang kosong pada kulit dengan lipid (zat berlemak), sehingga terlihat lebih lembut.Ruang kosong tersebut terbentuk karena lapisan atas kulit yang kekurangan air, sehingga memicu kulit kering dan terlihat retak.
emolien berbentuk krim
Krim merupakan salah satu bentuk emolien untuk kulit
Beberapa orang menyamakan emolien dengan produk pelembap (moisturizer). Namun, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Emolien sebenarnya merupakan bahan dari sebuah produk pelembap. Selain emolien, ada bagian lain dalam produk pelembap, yakni humektan yang merupakan kelompok agen pelembap (contoh: gliserin).

Manfaat emolien untuk masalah kulit

Emolien efektif untuk menenangkan dan mengatasi kulit kering yang dapat menjadi gejala berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh:Selain karena masalah atas, kulit kering juga bisa diatasi dengan emolien yang dapat terjadi karena hal berikut:
  • Mandi dengan air yang terlalu panas
  • Terlalu sering mandi
  • Mencuci tangan terlalu sering, termasuk saat mencuci piring
  • Kulit terpapar sumber panas terlalu lama
  • Menggunakan sabun atau produk pembersih yang mengandung zat kimia yang keras
  • Terpapar sinar matahari yang berlebihan

Apa saja bentuk emolien dan kelebihannya masing-masing?

Emolien memiliki beberapa bentuk yang mungkin sudah Anda kenal dalam merawat dan menangani masalah kulit, yakni:
  • Salep
  • Krim
  • Losion
Bentuk emolien yang paling cocok untuk kulit tentu akan bergantung pada penyebab masalah kulit Anda, bagian tubuh yang kulitnya bermasalah, serta tingkat keparahannya. Namun, preferensi pribadi juga akan menentukan.Seperti memilih produk perawatan kulit dan rambut, memilih ‘bentuknya’ pun akan membutuhkan trial and error. Anda mungkin perlu mencoba beberapa bentuk emolien sebelum menemukan yang paling baik dan cocok untuk kulit.Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari salep, krim, dan losion:

1. Salep

  • Memiliki tekstur yang tebal, sehingga membantu mencegah kulit dari kehilangan air
  • Tak harus diterapkan berulang dengan sering karena kulit menyerapnya dengan lambat
  • Cenderung berminyak, lengket, dan sulit menyebar di area kulit yang berbulu
  • Terbaik untuk kulit yang sangat kering atau yang tebal
  • Menodai pakaian, sehingga salep biasanya dioleskan sebelum tidur
  • Sebagian besar salep tidak memiliki bahan pengawet, sehingga risiko alergi akan kecil

2. Krim

  • Memiliki kadar air dan minyak yang seimbang
  • Cenderung lebih ringan dan lebih mudah dioleskan dibandingkan salep, sehingga bisa digunakan pada siang hari
  • Cenderung lebih berat dan lebih melembapkan dibanding losion, sehingga juga bisa diaplikasikan pada malam hari
  • Perlu dioleskan berulang lebih sering dibanding salep karena kulit menyerapnya lebih cepat ketimbang salep.

3. Losion

  • Kadar losion sebagian besar berupa air dengan sedikit minyak
  • Dibandingkan salep dan krim, losion menjadi bentuk emolien yang kemampuan melembapkannya paling kecil
  • Tak seperti salep, losion cenderung berair sehingga mudah dioleskan di bagian tubuh yang berbulu
  • Losion dapat diserap kulit dengan cepat, sehingga perlu dioleskan berulang kali
  • Kebanyakan produk berbentuk losion mengandung zat pengawet, sehingga risiko reaksi negatif cukup besar dialami kulit
Emolien losion
Losion cenderung perlu dioleskan berulang lebih sering dibanding salep dan krim
Lakukan test patch pada siku untuk mengetahui ada tidaknya reaksi losion pada kulit. Pastikan Anda juga mengikuti saran dari dokter apabila mendapatkan emolien apa pun dari dokter.

Cara efektif pakai emolien

Sebelum mengaplikasikan emolien, sebaiknya Anda memahami langkah-langkah penggunaannya terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Cuci dan keringkan tangan Anda sebelum mengoleskan emolien agar tetap higienis.
  2. Aplikasikan dengan perlahan dan tipis pada kulit mengikuti arah pertumbuhan bulu tangan atau kaki Anda.
  3. Hindari gerakan memijat atau mengusap emolien ke kulit agar tidak menyumbat folikel bulu tangan atau kaki Anda.
  4. Emolien berbasis parafin (terkandung dalam sebagian besar salep) mudah terbakar. Maka, hindarilah pemakaian di dekat api atau ruangan yang dekat dengan sumber api seperti rokok dan kompor gas.
  5. Apabila Anda memiliki eksim yang tidak terlalu parah, kadar penggunaan emolien yang perlu Anda aplikasikan sebaiknya sekitar 250g-500g per minggu.

Catatan dari SehatQ

Emolien adalah bagian dalam produk atau obat untuk mengatasi kulit kering. Emolien dapat berbentuk salep, krim, atau losion. Mana yang lebih baik? Semua akan bergantung pada banyak faktor. Untuk masalah kulit yang parah, Anda tentu diharuskan menemui dokter kulit.
perawatan kulitkesehatan kulitkulit dan kecantikankulit kering
Healthline. https://www.healthline.com/health/emollient
Diakses pada 27 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182953
Diakses pada 27 Maret 2020
Skin Care. https://www.skincare.com/article/emollient-vs-humectant-vs-occlusive
Diakses pada 27 Maret 2020
NHS. https://remedy.bnssgccg.nhs.uk/media/2986/emollient-patient-guide-1.pdf Diakses 17 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait