Eksim basah lebih sulit sembuh karena sudah masuk tahap infeksi.
Eksim basah adalah eksim yang sudah berkembang menjadi infeksi.

Dalam dunia kedokteran, sebenarnya tidak ada istilah eksim basah. Meski begitu, istilah ini memang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi kulit eksim yang tak lagi hanya sekadar kering dan gatal, melainkan sudah timbul bisul-bisul berisi nanah. Jika pecah, kulit menjadi basah.

Istilah medis untuk eksim adalah dermatitis. Ada banyak jenis eksim. Beberapa di antaranya, bisa berkembang menjadi eksim basah. Jenis eksim tersebut antara lain eksim atopik, dermatitis kontak, dan dermatitis numular.

Cari tahu penyebab eksim basah

Munculnya eksim basah, biasanya menandakan bahwa kulit Anda sudah mengalami infeksi. Infeksi bisa muncul, apabila Anda terus-menerus menggaruk area kulit yang gatal, sehingga kulit menjadi luka. Kulit yang terluka, akan membuat bakteri, virus, maupun jamur penyebab infeksi lebih mudah masuk.

Saat eksim yang Anda alami sudah berkembang menjadi eksim basah, maka gejala yang muncul biasanya akan lebih parah dan mempersulit jalannya perawatan.

Penyebab paling umum terjadinya infeksi adalah bakteri staphylococcus atau staph. Sebab, bakteri ini dapat dengan mudah mencari jalan masuk ke bawah kulit, apabila ada permukaan kulit yang terluka atau terbuka. Selain bakteri, eksim basah juga bisa muncul akibat infeksi jamur.

Penyakit eksim sendiri, adalah penyakit genetik. Orang degan kondisi eksim, mengalami mutasi gen yang membuat kulitnya tidak mempunyai kemampuan alami untuk mengatasi kerusakan yang terjadi.

Sehingga, apabila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat mengalami eksim, maka Anda akan berisiko lebih besar mengalami kondisi serupa.

Ciri-ciri yang ada pada eksim basah

Eksim basah biasanya cukup mudah dikenali. Sebab apabila dibandingkan dengan eksim kering, kondisi ini akan terlihat lebih parah dan kulit akan terlihat lebih meradang. Ciri-ciri eksim basah yang lain yaitu:

  • Kulit terasa panas, seperti terbakar
  • Rasa gatal yang teramat sangat
  • Bisul atau benjolan-benjolan yang berisi nanah pecah
  • Nanah berwarna putih atau kekuningan
  • Sisa bisul dalam jumlah banyak

Pada kondisi yang lebih parah, penderita infeksi ini juga dapat merasakan gejala berupa:

  • Demam
  • Menggigil
  • Badan terasa sakit
  • Lemas dan lelah

Apabila merasakan ciri-ciri yang disebutkan di atas, pada area sekitar eksim yang Anda alami, segera konsultasi ke dokter. Sebab, ada kemungkinan eksim yang Anda alami sudah mengalami infeksi dan perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mengatasi dan mencegah munculnya eksim basah

Baik eksim basah maupun eksim kering, bukanlah kondisi yang bisa diobati. Namun, bukan berarti penyakit ini boleh didiamkan begitu saja. Ada beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi kekambuhan serta meredakan gejalanya, seperti berikut ini.

  • Menggunakan pelembap untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan meredakan gatal
  • Memakai krim steroid untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan nyeri
  • Minum obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal, terutama pada malam hari
  • Menjalani terapi menggunakan sinar UV untuk melawan peradangan
  • Menggunakan obat antibiotik untuk meredakan infeksi bakteri
  • Menggunakan sabun yang berbahan ringan
  • Menghindari penggunaan parfum di kulit
  • Menggunakan air yang dingin atau bersuhu sejuk ketika mandi
  • Tidak menggosok kulit terlalu keras dengan handuk sesudah mandi, cukup mengusap atau menepuk-nepuk secara halus saja
  • Tidak menggaruk atau menggosok-gosok kulit yang sedang mengalami eksim basah, agar kondisi bertambah parah
  • Gunakan pakaian berbahan halus dan tidak ketat

Anda juga disarankan untuk menghindari makanan yang berpotensi memicu alergi penyebab eksim. Tidak hanya itu, mengurangi stres juga perlu dilakukan untuk mencegah kekambuhan eksim basah. Anda dapat melakukan meditasi, olahraga, atau yoga sebagai langkah meredakan stres.

Catatan dari SehatQ

Eksim basah merupakan penyakit yang bisa dicegah melalui perawatan yang tepat untuk menghindari infeksi. Apabila dokter merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi antibiotik, minumlah sesuai aturan pakai, jangan menambah atau menguranginya, agar perawatan bisa berlangsung efektif.

Segera hubungi dokter apabila gatal-gatal di kulit tidak kunjung sembuh, meski Anda sudah menggunakan salep atau krim tertentu. Semakin lama dibiarkan, secara tidak sadar Anda akan semakin sering menggaruknya dan risiko infeksi pun akan semakin meningkat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/eczema/weeping-eczema
Diakses pada 25 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322435.php
Diakses pada 25 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319561.php
Diakses pada 25 November 2019

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/eczema-atopic-dermatitis
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed