Penyebab Eksim Atopik dan Cara Mengatasinya Saat Kambuh


Eksim atopik atau dermatitis atopik adalah salah satu jenis penyakit kulit yang bisa menimbulkan kulit kemerahan dan terasa gatal. Penyebab eksim atopik belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa cara mengatasi kekambuhannya yang bisa dilakukan.

0,0
02 Jan 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab eksim atopik adalah faktor keturunanEksim atopik bisa menyebabkan kulit kemerahan dan terasa gatal di sejumlah area tubuh
Eksim atopik atau dermatitis atopik adalah salah satu jenis penyakit kulit yang dapat menimbulkan kulit kemerahan dan terasa gatal. Meski lebih sering dialami oleh anak-anak, eksim atopik juga bisa menyerang orang dewasa. Dermatitis atopik berbeda dari penyakit kulit kebanyakan yang bersifat akut. Penyakit eksim ini memiliki sifat kronis atau bertahan dalam jangka waktu panjang, serta akan hilang timbul atau kambuh. Umumnya, orang yang mengalami dermatitis atopik juga memiliki riwayat asma dan rhinitis alergi.Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan dermatitis atopik. Untuk mengatasi nya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna mengurangi rasa gatal serta frekuensi kekambuhan.

Apa penyebab eksim atopik?

Sebenarnya, penyebab eksim atopik belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ajli kulit berpendapat bahwa penyebab penyakit eksim ini merupakan kombinasi penyakit genetik dan faktor-faktor lain.Mereka percaya bahwa pada tubuh orang yang mempunyai dermatitis atopik, telah terjadi mutasi gen yang menyebabkan kulit menjadi kering dan rentan terhadap paparan infeksi. Meski tidak selalu, dermatitis atopik juga biasanya menurun pada anggota keluarga lainnya.Kemunculan eksim atopik sebenarnya hampir mirip dengan reaksi alergi. Sebab, diperlukan suatu pemicu yang berasal dari dalam atau luar tubuh untuk memunculkan gejala, seperti gatal, ruam, dan kemerahan di kulit.Bahan pemicu tersebutlah yang membuat sistem imun di tubuh bereaksi secara berlebihan, sehingga menimbulkan peradangan pada kulit.

Seperti apa gejala dermatitis atopik?

Gejala eksim atopik bisa berbeda pada setiap penderitanya. Namun secara umum, penyakit eksim ini akan memunculkan gejala berupa:
  • Kulit kering
  • Gatal, yang biasanya akan bertambah parah saat malam hari
  • Warna kemerahan di kulit, terutama di area tangan, kaki, dada, dan kelopak mata
  • Benjolan berisi cairan atau nanah yang akan pecah saat digaruk, kemudian selanjutnya akan mengering menjadi luka
  • Area kulit yang terkena dermatitis atopik bisa menebal, pecah-pecah, dan bersisik
  • Kulit menjadi bengkak, sensitif, dan perih akibat garukan
Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Dokter nantinya akan melakukan diagnosis eksim atopik dengan wawancara dan pemeriksaan fisik.Gejala dermatitis atopik biasanya muncul sebelum usia 5 tahun dan akan terus ada hingga dewasa. Meski begitu, bukan berarti orang tersebut akan terus-menerus merasakan munculnya gejala, karena eksim atopik merupakan penyakit kambuhan.

Apa faktor risiko yang meningkatkan eksim atopik kambuh?

Menurut National Eczema Association, faktor genetika, perubahan sistem kekebalan tubuh, dan kontak dengan iritan dari lingkungan berperan dalam memulai siklus peradangan dan kerusakan sehingga meningkatkan risiko dermatitis atopik kambuh.Jika Anda mempunyai dermatitis atopik, lalu memiliki kerabat atau anggota keluarga yang mengidap asma atau demam, maka mereka berisiko besar mengalami penyakit kulit ini. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lainnya yang memicu eksim atopik kambuh, seperti:
  • Stres
  • Cuaca panas dan dingin, atau perubahan iklim secara tiba-tiba
  • Iritasi akibat penggunaan produk perawatan pribadi, kosmetik, dan wewangian
  • Beberapa kain, seperti wol
  • Pola tidur yang buruk

Bagaimana cara mengatasi eksim atau dermatitis atopik?

Eksim atopik memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejalanya, seperti:

1. Hindari pemicunya

Jika Anda memiliki riwayat eksim atopik, cari tahu bahan iritan atau benda apa saja yang bisa memicu kekambuhan penyakit. Misalnya, kondisi Anda kambuh setelah menggunakan produk sabun tertentu atau pakaian dengan bahan tertentu. Maka, Anda perlu menghentikan penggunaannya.Sebisa mungkin hindari asap rokok, bulu binatang, dan pollen atau serbuk sari dari bunga. Pasalnya, komponen tersebut seringkali memperburuk kondisi kulit Anda menjadi semakin parah.

2. Jaga kelembapan kulit

Cara mengatasi eksim atopik adalah dengan menjaga kelembapan kulit. Sebab, orang dengan dermatitis atopik biasanya akan memiliki kulit kering. Maka dari itu, penggunaan pelembap bisa jadi langkah utama untuk menjaga kulit tetap sehat. Pilihlah pelembap yang konsistensinya kental dan hanya mengandung sedikit air.Oleskan pelembap sesaat setelah mandi agar kelembapan kulit bisa “terkunci” berkat krim atau lotion pelembap yang digunakan.Jangan mandi terlalu lama, atau mandi dengan air yang suhunya terlalu panas untuk mencegah kulit semakin kering. 

3. Ubah pola makan

Beberapa jenis makanan, seperti telur dan susu sapi, bisa memicu munculnya gejala dermatitis atopik. Namun, Anda jangan langsung mengubah pola makan secara drastis sebelum berkonsultasi dengan dokter.Sebab, beberapa makanan penyebab eksim atopik kambuh sebenarnya mengandung nutrisi yang masih dibutuhkan oleh tubuh, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.Apabila ada beberapa makanan pemicu kambuhnya kondisi ini, dokter dapat memberikan informasi mengenai alternatifnya dengan kandungan gizi yang masih sama baiknya.

4. Gunakan obat

Cara mengatasi dermatitis atopik yang ampuh adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.Sebagai langkah pengobatan eksim atopik, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat eksim untuk membantu meredakan gejala yang Anda alami.Obat yang diresepkan, biasanya berupa krim steroid. Jika kondisi yang dialami cukup parah, maka dokter akan meresepkan obat steroid minum.Selain steroid, dokter juga dapat meresepkan antihistamin untuk meredakan rasa gatal, terutama di malam hari, serta antibiotik untuk eksim apabila ada infeksi yang menyertai.Selanjutnya, obat untuk menekan sistem imun, seperti dupilumab, dapat diberikan sebanyak 1 kali setiap 2 minggu, dalam bentuk suntikan. Salep yang berisi bahan nonsteroid, juga mungkin digunakan sebanyak 2 kali sehari.

5. Pakai perban khusus

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan perban khusus yang mengandung obat untuk membungkus area kulit yang terkena eksim atopik.Sebelum membungkus kulit dengan perban, salep kortikosteroid bisa dioleskan untuk mencegah gatal dan membantu penyembuhan kulit. Metode ini juga akan mencegah kulit kembali kering.Segera hubungi dokter apabila Anda merasakan gejala dermatitis atopik. Ikuti pengobatan yang diberikan dokter, dan sebaiknya jangan menggunakan bahan ataupun ramuan yang efektivitas dan keamanannya belum terbukti.Anda juga disarankan untuk mencegah penyebab penyakit eksim kambuh dengan sebisa mungkin menghindari hal-hal yang bisa memicu kondisi ini. Jangan gunakan perawatan kulit seperti sabun dengan bahan baku yang terlalu keras dan rutinlah menggunakan pelembap setiap hari.Jika Anda masih punya pertanyaan seputar eksim atopik, tanyakan langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play.
kulit keringruam kulitdermatitiseksim atopik
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273
Diakses pada 31 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/eczema/eczema-basics#1
Diakses pada 31 Desember 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/treatment/
Diakses pada 31 Desember 2019
National Eczema Association. https://nationaleczema.org/eczema/types-of-eczema/atopic-dermatitis/
Diakses pada 31 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait