Ejakulasi di Luar Vagina, Mungkinkah Menyebabkan Kehamilan?


Ejakulasi di luar vagina masih memungkinkan untuk terjadinya kehamiilan. Meski begitu, ada sejumlah kondisi yang harus terpenuhi antara lain cairan ejakulasi masih segar, keluar dalam jumlah banyak, atau masuk pada saat maupun tepat sebelum ovulasi.

(0)
Risiko kehamilan akibat ejakulasi di luar vagina memang ada, namun sulit terjadiEjakulasi di luar vagina tetap dapat menyebabkan kehamilan
Beragam cara dilakukan pasangan untuk menunda kehamilan. Salah satu cara yang cukup sering dilakukan dan dianggap dapat mencegah kehamilan adalah dengan mengeluarkan cairan ejakulasi di luar vagina. Lantas, apakah cara ini ampuh untuk mencegah atau malah meningkatkan potensi Anda untuk hamil?

Mungkinkah terjadi kehamilan saat ejakulasi di luar vagina?

Kehamilan akibat mengeluarkan cairan ejakulasi di luar vagina bisa saja terjadi, namun kasus ini terbilang sangat jarang. Anda mungkin akan hamil apabila cairan sperma masuk ke dalam vagina.Tidak hanya itu, ada beberapa kondisi lain yang harus terpenuhi untuk terjadinya kehamilan. Sejumlah kondisi tersebut, di antaranya:
  • Cairan ejakulasi masih segar

Di luar tubuh, sperma hanya dapat hidup sebentar dan akan mati setelah 15 hingga 30 menit. Jika Anda tengah bercinta dalam air panas, sperma hanya bisa bertahan di luar tubuh dalam hitungan detik saja. Jadi, potensi kehamilan masih mungkin terjadi (meski jarang) apabila cairan ejakulasi masih segar.
  • Jumlah air mani yang keluar saat ejakulasi banyak

Meski satu sel sperma saja bisa menyebabkan kehamilan, potensi hamil akan semakin meningkat apabila cairan ejakulasi yang dikeluarkan di dalam vagina berjumlah banyak. Namun, sel sperma dalam cairan ejakulasi yang masuk ke vagina masih harus dalam keadaan hidup untuk bisa hamil.
  • Cairan ejakulasi masuk saat atau tepat sebelum ovulasi

Agar kehamilan terjadi, cairan ejakulasi di luar vagina harus masuk pada saat atau tepat sebelum ovulasi. Meski begitu, kemungkinan Anda untuk hamil hanyalah kurang dari 20 persen. Apalagi, sel sperma akan mudah mati ketika ada di luar tubuh dan terlalu lemah untuk berenang menuju sel telur.

Cara mencegah cairan ejakulasi masuk ke dalam vagina

Untuk mencegah cairan ejakulasi masuk ke dalam vagina, ada beberapa tindakan yang bisa Anda terapkan. Dalam posisi duduk, bersihkan cairan ejakulasi di luar dengan menggunakan kain basah. Cara ini dapat mengurangi risiko air mani masuk ke vagina.Selain itu, Anda juga bisa menerapkan teknik berhubungan seks yang aman untuk mengurangi risiko kehamilan. Beberapa tindakan yang bisa diterapkan, antara lain:
  • Menggunakan kondom
  • Mintalah pasangan untuk tidak mengeluarkan cairan ejakulasi di dalam atau luar dekat vagina
  • Jika pasangan mengeluarkan cairan ejakulasi di perut atau bagian tubuh lain, segeralah membersihkannya agar tidak mengalir masuk ke dalam vagina
  • Konsumsi pil KB jika Anda dan pasangan tidak mau menggunakan kondom saat berhubungan intim
Hindari mencuci bagian dalam vagina, termasuk dengan cairan pembersih vagina, karena cara tersebut tidak bisa mengurangi potensi kehamilan. Tidak hanya itu, vaginal douching juga meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi pada vagina.

Apa saja tanda-tanda awal terjadinya kehamilan?

Saat merasa sudah membersihkan cairan ejakulasi di luar dengan benar, Anda mungkin akan mengabaikan tanda-tanda kehamilan. Sejumlah tanda hamil ini umumnya muncul dalam kurun waktu 1 atau 2 minggu setelah sperma membuahi sel telur.Berikut ini beberapa gejala yang menjadi tanda-tanda awal kehamilan:
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Mudah merasa lelah
  • Sering buang air kecil
  • Mengidam makanan atau minuman tertentu
  • Timbulnya rasa nyeri dan bengkak pada payudara atau puting 
  • Muncul bercak yang lebih pudar dibandingkan darah menstruasi
Meski begitu, gejala di atas tidak bisa dijadikan patokan pasti bahwa Anda hamil. Untuk tahu lebih dalam mengenai penyebab yang mendasarinya, segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Melakukan tes urine menggunakan test pack juga bisa membantu Anda dalam mengidentifikasi kehamilan.

Catatan dari SehatQ

Mengeluarkan cairan ejakulasi di luar vagina masih memungkinkan untuk terjadinya kehamilan. Meski begitu, ada sejumlah kondisi yang harus terpenuhi seperti cairan ejakulasi masih segar, keluar dalam jumlah banyak, atau masuk pada saat maupun tepat sebelum ovulasi.Memakai kondom saat berhubungan seks dapat memberi perlindungan ekstra dan membantu mencegah kehamilan.  Untuk berdiskusi lebih lanjut apakah mengeluarkan cairan ejakulasi di luar vagina bisa menyebabkan kehamilan, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilansperma
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/can-you-get-pregnant-if-you-wipe-sperm-inside-you
Diakses pada 5 April 2021
Insider. https://www.insider.com/how-long-can-sperm-live-outside-the-body
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait