Benarkah Jamu Kuat Bisa Mengatasi Impotensi? Ini Penjelasannya

Pahami terlebih dahulu kandungan bahan jamu kuat yang dapat atasi impotensi
Sebelum minum jamu kuat untuk mengatasi impotensi, pahami dulu apa saja kandungan bahannya

Masalah impotensi bisa jadi hal yang sangat mengganggu bagi pria. Banyak cara dicoba untuk mengatasinya, termasuk meminum jamu kuat. Namun ternyata, minum jamu kuat belum tentu efektif mengatasi impotensi.

Biasanya kandungan bahan jamu kuat tidak tercantum dengan jelas. Bisa jadi, kandungannya justru menimbulkan efek samping pada tubuh.

Obat Alami untuk Impotensi

Sejak dulu, obat-obatan alami dan suplemen telah digunakan untuk mengatasi masalah impotensi atau disfungsi ereksi. Macamnya pun beragam. Bahkan setiap negara memiliki obat alami dari bahan yang berbeda-beda.

Jamu kuat atau tanaman herbal masih menjadi pilihan banyak pria dalam mengatasi masalah impotensi atau disfungsi ereksi. Beberapa tanaman herbal yang biasa digunakan adalah:

  • Ginseng Merah

    Sejak tahun 2008, para peneliti telah merumuskan bahwa ginseng merah dari Korea adalah salah satu tanaman untuk mengatasi disfungsi ereksi. Dosis konsumsi ginseng merah adalah sekitar 600-1.000 miligram dan bisa dikonsumsi tiga kali sehari.
  • Rhodiola Rosea

    Studi dari American Botanical Council tahun 2002 lalu menyebut bahwa tanaman Rhodiola Rosea bisa memaksimalkan fungsi seksual seorang pria.
    Lebih jauh lagi, tanaman ini juga dianggap ampuh meningkatkan stamina dan mengatasi lelah. Namun untuk urusan keamanannya, masih perlu diteliti lebih jauh.

Dua contoh di atas hanya sedikit dari banyak tanaman herbal yang dianggap bisa mengatasi masalah disfungsi ereksi hingga impotensi.

Namun tidak menutup kemungkinan konsumsi obat alami bisa kontradiktif dengan pengobatan lain yang sedang dijalani. Belum lagi dosis amannya juga tidak tercantum dengan jelas.

Benarkah Jamu Kuat Efektif Atasi Impotensi?

Jika menelisik lebih dalam tentang jamu kuat, tentu tak akan jauh-jauh dari tanaman herbal yang ada di Indonesia. Ada tak kurang dari 13.000 bahan baku jamu dari tanaman yang bisa mengobati berbagai penyakit.

Biasanya, jamu kuat di tanah air terbuat dari akar-akaran seperti pasak bumi, purwoceng, sanrego, dan lainnya.

Kita ambil contoh purwoceng. Tanaman yang dijuluki viagra tradisional ini disebut-sebut bisa meningkatkan gairah seksual. Namun lagi-lagi, belum terbukti ampuh secara ilmiah dan keamanan dosisnya juga masih tanda tanya.

Contoh lainnya, ada yang mengonsumsi jamu kuat namun justru merasa mengantuk. Staminanya baru terasa pulih setelah beristirahat. Artinya, tubuh tidak membutuhkan jamu kuat yang asal-usulnya belum jelas.

Jika memang terbukti efektif sekalipun, manfaat tanaman herbal tidak akan muncul secara instan.

Efek Samping Jamu Kuat

Apabila Anda mempertimbangkan minum jamu kuat untuk mengatasi impotensi, sebaiknya pikir dua kali. Selain tidak diketahui kandungan jelas dari jamu kuat, tidak ada yang tahu efek samping apa yang menghantui.

Lebih jauh lagi, minum jamu kuat untuk mengatasi impotensi bisa menimbulkan efek samping, di antaranya:

  • sakit kepala
  • kejang
  • pendarahan
  • konstipasi
  • ruam
  • insomnia
  • penurunan gula darah
  • disfungsi ereksi

Poin terakhir cukup menarik karena justru berlawanan dengan tujuan mengonsumsi jamu kuat: mengatasi impotensi. Salah satu risiko konsumsi jamu kuat adalah mengakibatkan disfungsi ereksi.

Contohnya, jamu kuat yang mengandung ragi merah bisa menurunkan komponen lemak darah. Akibatnya, pria yang meminumnya rentan mengalami disfungsi ereksi.

Lantas, Apa Alternatifnya?

Ketimbang memaksakan minum jamu kuat yang tidak teruji keamanannya, lebih baik mengatasi impotensi dengan cara yang lebih efektif. Pertama, tentu dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Misalnya, atur pola makan dengan asupan makanan bernutrisi tinggi. Perbanyak olahraga untuk melancarkan aliran darah.

Kedua, tinggalkan juga hal-hal yang berdampak negatif bagi kesehatan. Contohnya dengan mengurangi atau berhenti merokok dan minum alkohol.

Ketiga, faktor lain yang juga tak kalah penting adalah berdamai dengan stres. Ada banyak penyebab stres di sekitar Anda, seperti pekerjaan, keuangan, hingga hubungan dengan pasangan. Cari cara untuk menghilangkan stres tersebut.

Terakhir, konsultasikan pada pasangan dan dokter tentang langkah apa yang akan diambil. Periksakan kesehatan reproduksi bersama pasangan untuk mendapatkan solusi tepat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316291.php
Diakses 5 Mei 2019

Health Line. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/herbs#yohimbine
Diakses 5 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/in-depth/erectile-dysfunction-herbs/art-20044394
Diakses 5 Mei 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2561113/
Diakses 6 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed