Efektif dan Seru, 7 Cara Latih Anak Bersyukur


Memiliki anak yang baik, bertanggung jawab, penyayang, dan pandai bersyukur adalah idaman semua orangtua. Namun, mengajarkan cara bersyukur bukan perkara sederhana. Mulai ajarkan bersyukur sejak dini,

0,0
20 May 2021|Azelia Trifiana
Mengajari anak bersyukur sejak kecil akan bermanfaat positif untuk jangka panjangMengajari anak bersyukur sejak kecil akan bermanfaat positif untuk jangka panjang
Memiliki anak yang baik, bertanggung jawab, penyayang, dan pandai bersyukur adalah idaman semua orangtua. Namun, mengajarkan cara bersyukur bukan perkara sederhana. Intinya adalah memberi pemahaman kepada mereka bahwa semua yang dimilikinya diperoleh dengan tidak mudah sehingga perlu disyukuri.Kabar baiknya, orangtua yang berhasil mendidik anak paham dengan pentingnya rasa bersyukur bisa dengan mudah menanamkan hal positif lainnya seperti menolong orang lain adalah hal yang penting.

Bersyukur sebagai life skill

Tidak berlebihan menyebut rasa bersyukur sebagai salah satu life skill. Sebab, berkat kemampuan mensyukuri keadaan inilah seseorang bisa menghalau stres. Utamanya, ketika situasi berjalan tidak sesuai ekspektasi.Mustahil hidup berjalan sesuai rencana dan mulus-mulus saja. Pasti ada naik turun dan ini juga berdampak pada anak-anak sekalipun. Jadi, tugas orangtua adalah membekali anak dengan kemampuan bersyukur sebaik-baiknya sehingga mereka bisa melihat situasi dari kacamata positif.Bahkan, hal ini juga membuat mereka tidak mudah merasa cemas berlebih atau depresi. Orang dewasa saja bisa merasa stres dan kalut saat menghadapi situasi semacam ini. Artinya, anak-anak juga punya kemungkinan yang sama.

Cara mengajarkan anak cara bersyukur

Proses mengajarkan anak cara bersyukur tidaklah mudah. Hasilnya tidak akan terlihat secara instan karena perlu waktu untuk membiasakan. Lalu, dari mana orangtua bisa memulai?

1. Menulis jurnal

Ada banyak manfaat positif dari menulis jurnal untuk kesehatan mental. Tak terkecuali bagi anak-anak. Bentuknya memang bukan narasi atau untaian kata panjang. Anak bisa mengekspresikannya dalam bentuk gambar atau bahkan simbol. Semua sah-sah saja, bergantung pada pilihan tiap anak.Intinya adalah menuangkan apa yang disyukuri dalam bentuk tulisan. Momen ini akan menjadi fase refleksi tentang apa yang mereka miliki dan perlu disyukuri.Selain menggambar, anak juga bisa mengucapkan apa yang mereka syukuri dan Anda membantu menuangkannya dalam bentuk tulisan. Atau, rekam suara di ponsel. Apa saja bisa menjadi medianya asal intinya sama yaitu menekuni apa saja yang layak disyukuri.

2. Kunjungi panti asuhan

Saat berdonasi kepada orang lain yang kondisinya berbeda dengan anak, mereka akan tahu apa yang dia miliki dan apa yang tidak. Ada proses melihat kondisi satu sama lain. Di sinilah saatnya Anda memasukkan nilai-nilai syukur ke pikiran mereka.Berdonasi seperti berkunjung ke panti asuhan bukan berarti membandingkan kondisi yang beruntung dan kurang. Ini adalah pengingat bahwa semua yang mereka miliki saat ini patut disyukuri.

3. Donasi

Sama seperti poin sebelumnya, ajarkan anak berdonasi sejak mereka masih kecil. Libatkan secara langsung seluruh prosesnya, mulai dari awal saat memilah barang hingga saat memberikan kepada orang yang membutuhkan.Cara ini akan membantu mereka memilah mana yang perlu disimpan dan mana yang tidak. Sekaligus, ini menjadi cara melatih kepekaan terhadap apa yang orang lain perlukan.

4. Jadikan tradisi

Perlu pembiasaan hingga anak-anak terbiasa dengan konsep bersyukur ini. Oleh sebab itu, Anda bisa menjadikannya tradisi dalam keluarga. Sebagai contoh, setiap kali akan tidur, ajak anak menghitung 3 hal yang patut disyukuri.Tak harus malam hari, kebiasaan ini juga bisa dilakukan saat pagi hari. Jenis hal yang disebutkan pun sederhana saja, seperti masih bisa tidur dengan selimut kesayangan atau masih bisa menonton kartun. Ini juga membuat anak bisa lebih peka terhadap apa yang mereka alami.

5. Membuat ucapan terima kasih

Salah satu cara bersyukur lain adalah membuat ucapan rasa terima kasih. Penerimanya bisa siapapun, tak harus dari orang terdekat di lingkungan keluarga atau sekolah. Contohnya ucapan terima kasih untuk penyapu jalan yang menjaga kebersihan lingkungan, atau kepada security yang membantu menjaga rumah tetap aman.Tak perlu terlalu bagus atau panjang. Ucapan terima kasih ini bisa sesederhana satu gambar kecil. Hal yang lebih penting adalah niatnya, bukan bentuknya.

6. Sampaikan syukur Anda

Orangtua juga tak perlu ragu mengungkapkan rasa syukur karena memiliki anak-anak di hidup mereka. Seringlah mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas apa yang mereka lakukan. Fokus pada apa yang mereka capai, jangan hanya pada kesalahan demi kesalahan yang membuat Anda mengomel.

7. Tak perlu tunggu momen

Mengungkapkan rasa syukur ini tak perlu menunggu momen tertentu. Jadikan ini kebiasaan dalam keluarga Anda. Apabila ada orang lain yang juga dekat dengan anak seperti pengasuh atau kerabat lainnya, ajak mereka juga membiasakan untuk mensyukuri apa yang dimiliki.Membiasakan bersyukur ini akan berdampak sangat baik pada kesehatan fisik dan mental anak. Bukan hanya saat ini saja, tapi juga hingga mereka tumbuh dewasa kelak.

Berikan contoh yang nyata lewat sikap orangtua. Ketika seluruh anggota keluarga sudah terbiasa dengan rasa syukur ini, maka cara pandang terhadap dunia pun bisa berbeda.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut hubungan antara rasa syukur dan kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Memiliki anak yang baik, bertanggung jawab, penyayang, dan pandai bersyukur adalah idaman semua orangtua. Namun, mengajarkan cara bersyukur bukan perkara sederhana. Mulai ajarkan bersyukur sejak dini,
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait