Cara menghilangkan bekas cacar dapat dilakukan dengan prosedur medis maupun krim
Krim retinol bisa menjadi salah satu cara menghilangkan bekas cacar yang efektif

Bintik-bintik yang ditinggalkan penyakit cacar, setelah masa penyembuhannya selesai, bagi beberapa orang, dirasa dapat mengganggu penampilan. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara untuk mengatasi bekas cacar, yang bisa Anda coba.

Berikut ini cara menghilangkan bekas cacar yang dianggap efektif, untuk membuat kulit kembali sehat seperti semula.

Cara menghilangkan bekas cacar dengan produk perawatan kulit

Jika cara alami dirasa kurang cocok, maka Anda dapat mencoba untuk menggunakan berbagai produk perawatan kulit yang dapat dibeli di apotek secara bebas, atau melalui resep dokter.

1. Krim retinol

Retinol merupakan turunan dari vitamin A, yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen di kulit. Agar bekas cacar dapat memudar, oleskan krim yang mengandung retionoid setiap malam sebelum tidur, di area bekas cacar.

2. Produk pengelupasan kulit

Pengelupasan kulit akan menghilangkan sel-sel kulit yang sudah lama, sehingga kulit secara alami akan menggantinya dengan sel yang baru. Pengelupasan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara mekanis, dan kimiawi.

Pengelupasan mekanis, dapat dilakukan dengan scrub atau sikat khusus. Gunakan scrub atau sikat tersebut di atas bekas cacar, dengan gerakan memutar, setiap tiga hari sekali.

Sementara itu, eksfoliasi secara kimiawi, dilakukan dengan krim yang dapat memicu pengelupasan kulit lapisan atas. Untuk menggunakannya, oleskan krim di atas bekas cacar, sesuai dengan instruksi pada kemasan.

3. Lembaran silikon

Lembaran silikon perlu dipasang setiap hari selama sekitar enam bulan, untuk menghilangkan bekas cacar di kulit. Silikon akan membantu jaringan luka untuk terhidrasi, sehingga bekasnya perlahan-lahan akan memudar.

Cara menghilangkan bekas cacar dengan prosedur medis

Apabila cacar meninggalkan bekas yang cukup parah, maka ada beberapa prosedur yang akan disarankan dokter, untuk membuat kulit Anda kembali terlihat cerah.

1. Filler

Filler bekerja dengan mengisi permukaan kulit yang tidak sejajar, akibat luka. Pada prosedur ini, doker akan menyuntikkan bahan khusus seperti lemak atau asam hialuronat, untuk mengisi permukaan kulit.

Efek perawatan filler tidak akan bertahan selamanya. Jika ingin mendapatkan hasil yang optimal, maka Anda perlu mengulang prosedur ini setiap enam bulan sekali.

2. Microneedling

Sebelum menjalani prosedur microneedling, dokter akan mengoleskan obat bius di lokasi bekas cacar di kulit. Selanjutnya, dokter akan menggunakan alat khusus seperti roda dengan jarum-jarum kecil, untuk menusuk-nusuk area kulit tersebut.

Tusukan dari jarum akan memicu pembentukan kolagen, yang akan membuat kulit terlihat lebih halus. Prosedur ini umumnya tidak hanya dilakukan satu kali. Dibutuhkan beberapa kali sesi, agar hasilnya dapat terlihat.

3. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah prosedur yang dilakukan dokter dengan suatu alat khusus, yang akan memutar, seperti sikat. Alat ini akan mengikis lapisan atas kulit, sehingga memicu perbaikan alami dari kulit.

4. Chemical peeling

Pada sebuah penelitian kecil yang dilakukan menggunakan 16 subjek dengan riwayat cacar air, penggunaan asam trikloroasetat(TCA) dosis tinggi, dianggap efektif untuk menghilangkan bekas cacar.

Di kalangan para ahli, TCA memang dikenal dapat memicu remodeling pada kolegen di kulit. Sehingga, pada penelitian ini, TCA digunakan sebagai bahan chemical peeling.

Selain TCA, ada beberapa bahan chemical peeling lain yang sesuai untuk menghilangkan bekas cacar. Dokter kulit akan menentukan bahan yang paling cocok untuk kulit Anda.

5. Laser

Laser sudah jadi salah satu prosedur paling umum dengan menggunakan cahaya bernergi tinggi untuk menghilangkan bekas luka di kulit, termasuk bekas cacar. Ada beberapa jenis laser yang bisa digunakan. Dokter kulit akan memilih jenis yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

6. Eksisi dan punch eksisi

Eksisi dan punch eksisi adalah pilihan perawatan terakhir, apabila prosedur lain tidak ada yang efektif untuk menghilangkan bekas luka di kulit Anda.

Sesuai namanya, pada prosedur ini, area bekas luka di kulit akan dieksisi atau diambil oleh dokter. Bisa dibilang, eksisi adalah prosedur operasi minor atau operasi kecil. Setelah bagian kulit tersebut diambil, maka area akan dijahit kembali.

Sebelum mencoba berbagai cara menghilangkan bekas cacar di atas, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter kulit. Sebab, belum tentu setiap metode ini cocok untuk semua jenis kulit.

Catatan dari SehatQ

Cara menghilangkan bekas cacar bisa saja efektif di satu orang, namun kurang efektif saat Anda mencoba melakukannya. Sehingga, tetaplah berhati-hati akan risiko alergi maupun iritasi yang bisa ditimbulkan oleh bahan-bahan maupun prosedur di atas.

Apabila bekas cacar tidak kunjung pudar, meski Anda telah mencoba melakukan metode di atas, konsultasikan kondisi Anda ke dokter. Janganlah begitu saja percaya klaim bahwa ada bahan alami yang bisa menghilangkan bekas cacar. Sebab, hingga saat ini, penelitian mengenai bahan alami untuk menghilangkan bekas cacar masih sangat terbatas. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/chickenpox-scars
Diakses pada 26 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323651.php
Diakses pada 26 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3800288/
Diakses pada 26 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed