Efek Samping Pil KB, Mood Berantakan Hingga Berat Badan Naik

Sebelum minum pil KB, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai riwayat medis Anda
Pil KB merupakan metode kontrasepsi yang paling mudah dilakukan

Metode kontrasepsi atau KB (Keluarga Berencana) ada beragam, mulai dari IUD, pil KB, suntik KB, implan, dan masih banyak lagi. Salah satu yang paling populer adalah pil KB. Tapi jangan disepelekan, ada beberapa efek samping pil KB yang perlu diketahui.

Tentunya keputusan mengonsumsi pil KB harus melalui pertimbangan matang. Ada kemungkinan seseorang merasa tidak cocok dengan metode KB yang digunakan. Apalagi, pil KB bekerja dengan memengaruhi hormon dalam tubuh.

Efek samping pil KB

Perlu diingat bahwa ada efek samping yang mungkin terjadi ketika seseorang mengonsumsi pil KB. Beberapa efek samping pil KB yang kerap terjadi di antaranya:

1. Menstruasi lebih lama

Sangat mungkin ketika hormon berubah akibat pengaruh pil KB, maka menstruasi terjadi di luar prediksi. Pil KB bekerja sehingga dinding rahim luruh dan mustahil terjadi pembuahan.

Ketika proses awal seseorang mulai mengonsumsi pil KB, biasanya yang terjadi adalah menstruasi terjadi lebih lama bahkan volume darah yang keluar juga lebih banyak. Selama tidak ada keluhan seperti nyeri di perut, tidak ada masalah. Namun jika terasa sakit, segera konsultasi pada dokter.

2. Berat badan naik

Bukan tidak mungkin pula efek samping pil KB membuat berat badan naik. Hal ini terjadi karena hormon estrogen dalam pil KB menyebabkan cairan dalam tubuh tertahan, terutama di bagian payudara dan pinggul.

Bahkan, estrogen juga membuat sel lemak lebih besar ketimbang sebelum mengonsumsi pil KB.

3. Mual

Reaksi lain yang mungkin muncul saat mengonsumsi pil KB adalah rasa mual seperti ingin muntah. Hal ini terjadi terutama apabila seseorang baru mulai mengonsumsi pil KB. Selama masih bisa ditoleransi, tidak masalah. Tapi jika terasa mengganggu, coba tanyakan pada dokter kandungan Anda.

4. Gairah seksual fluktuatif

Memang wajar jika gairah seksual seseorang naik turun bergantung pada kondisi dan rangsangan. Namun pada orang yang mengonsumsi pil KB, fluktuasi gairah seksual ini bisa terjadi lebih dominan dari biasanya.

5. Mood berubah

Hormon yang berubah terkadang membuat mood menjadi tak bisa ditebak. Biasanya, hal ini terjadi ketika seseorang akan menstruasi atau menopause. Namun wanita yang mengonsumsi pil KB juga bisa merasakan hal serupa.

6. Payudara tak nyaman

Lagi-lagi karena ada perubahan hormon, sangat mungkin seseorang merasa tidak nyaman pada payudaranya. Sensasi yang kerap terasa adalah rasa nyeri dan sensitif pada payudara. Jika terasa sangat mengganggu hingga menghambat aktivitas, coba cari alternatif metode KB lainnya.

7. Sakit kepala dan migrain

Wanita yang mengonsumsi pil KB juga lebih rentan mengalami sakit kepala dan migrain. Hal ini terjadi ketika tubuh tengah beradaptasi dengan perubahan hormon.

8. Keputihan

Wajar jika cairan dari vagina seperti keputihan keluar lebih banyak ketika mengonsumsi pil KB. Hal ini terjadi karena ada peningkatan hormon progesteron. Selama keputihan tetap berwarna putih atau kekuningan, tidak gatal, dan tidak berbau menyengat, tidak ada masalah.

9. Penebalan kornea mata

Berubahnya hormon saat mengonsumsi pil KB juga dikaitkan dengan penebalan kornea mata. Biasanya, orang yang mengenakan lensa kontak akan merasakan hal ini lebih dominan ketimbang yang mengenakan kacamata.

Pil KB, metode paling mudah diakses

Dibandingkan dengan metode KB lainnya, pil KB adalah yang paling mudah aksesnya. Tidak perlu melalui prosedur tertentu di rumah sakit atau dengan dokter kandungan, pil KB bisa dikonsumsi sendiri seperti halnya mengonsumsi vitamin.

Bahkan untuk pertama kalinya, pemerintah California, AS, memberi akses obat pencegah HIV tanpa harus dengan resep dokter. Salah satu jenis obatnya yaitu pre-exposure prophylaxis (PrEP) bekerja serupa dengan pil KB.

Sementara di Indonesia, pil KB juga menjadi pilihan banyak wanita yang ingin mencegah kehamilan. Jika dikonsumsi dengan tepat, pil KB 99,9% efektif mencegah kehamilan.

Cara kerja pil KB

Kita tahu bahwa seorang wanita bisa hamil jika sel telur yang dilepaskan oleh ovarium dibuahi sperma pria. Nantinya, zigot ini akan menempel di rahim dan terus bertumbuh menjadi bayi.

Proses ovulasi ini terkait erat dengan kinerja hormon. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron. Perubahan-perubahan hormon ini menghambat siklus alami tubuh wanita sehingga kehamilan dapat dicegah.

Metode KB yang bersifat hormonal seperti pil KB juga mengubah cairan serviks menjadi lebih kental sehingga sulit dilewati sperma. Konsekuensinya, mustahil bagi sperma untuk bisa berenang hingga mencapai sel telur.

Tak hanya itu, pil KB juga mengondisikan dinding rahim sedemikian rupa sehingga sel telur yang telah dibuahi sukar menempel dan bertumbuh.

Apakah pil KB untuk semua wanita?

Tidak semua wanita yang aktif secara seksual direkomendasikan mengonsumsi pil KB. Memang pil KB termasuk metode yang paling aman, namun ada beberapa perkecualian. Mereka adalah:

  • Wanita berusia di atas 35 tahun yang aktif merokok
  • Penderita penyumbatan darah terutama di paru-paru, kaki, dan lengan
  • Penderita jantung atau gangguan hati akut
  • Penderita kanker rahim atau kanker payudara
  • Wanita dengan tekanan darah tinggi

Sampaikan kepada dokter kandungan jika Anda pernah atau sedang memiliki kondisi di atas, termasuk jika ada saudara kandung yang menderita penyumbatan darah.

Menyampaikan kondisi medis Anda sejelas mungkin dapat membantu dokter menentukan pil KB atau metode lain apa yang paling cocok.

Futurism. https://futurism.com/neoscope/hiv-prevention-drugs-without-prescription
Diakses 4 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/290196.php
Diakses 4 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-pills#1
Diakses 4 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed