Efek Samping Obat TBC yang Perlu Anda Ketahui Saat Melakukan Pengobatan


Salah satu efek samping yang mungkin muncul saat minum obat TBC adalah keringat, urine, dan liur yang berwarna merah. Obat antituberkulosis ini (OAT) juga punya sifat hepatotoksik yang berisiko merusak hati.

0,0
07 Sep 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
efek samping obat tbc urine berwarna merahSalah satu efek samping obat TBC yang rentan paling umum adalah urine berwarna merah
Tuberkulosis, alias TBC (TB), adalah salah satu infeksi bakteri yang cukup sulit diobati. Umumnya, perawatan TBC minimal berlangsung selama 6 bulan tanpa putus. Lamanya masa pengobatan dan jenis obat TBC yang digunakan bisa menyebabkan beberapa efek samping.Meski demikian, pemberian obat TBC oleh dokter pasti telah mempertimbangkan risiko dan manfaat. Anda perlu mengetahui beberapa efek samping obat antituberkulosis (OAT), agar tidak terkejut saat meminumnya.

Efek samping obat TBC

Beberapa jenis obat TBC memilih sifat hepatotoksik, artinya dapat merusak fungsi hati. Namun, efek samping ini biasanya telah dipertimbangkan dokter sebelum memberikannya.Efek samping OAT ini bisa bervariasi, tergantung jenis obat yang digunakan dan kondisi pasien. Berikut ini adalah beberapa jenis obat TBC beserta efek sampingnya:

1. Isoniazid

  • Kelelehan
  • Hilang nafsu makan
  • Berisiko menyebabkan mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki, tetapi jarang terjadi pada orang dengan asupan nutrisi yang baik. 
  • Berisiko menyebabkan peradangan hati
Karena beberapa efek samping itu, dokter akan melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk memeriksa fungsi hati.

2. Rifampisin

Rifampisin termasuk salah satu obat TBC yang kerap dirasakan. Beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat konsumsi rifampisin, antara lain menurunkan keampuhan pil kontrasepsi dan beberapa obat lain.Mual, muntah, sakit perut, maag, diare, nyeri otot atau sendi, ruam atau gatal, ngantuk, pusing, sensasi berputar, berdenging di telinga, mati rasa, dan kesemutan di kaki juga bisa Anda alami.Setelah konsumsi rifampisin, Anda mungkin mengalami keringat, liur, dan urine yang berwarna merah. 

3. Ethambutol (Myambutol)

Ethambutol ini dapat menyebabkan masalah penglihatan. Penglihatan Anda akan diperiksa selama perawatan, Anda harus berhenti minum obat jika penglihatan Anda terpengaruh. 

4. Pyrazinamide

Seperti beberapa obat TBC lainnya, efek samping obat TBC ini dapat menyebabkan mual dan kehilangan nafsu makan. Obat ini biasanya hanya dikonsumsi dua sampai tiga bulan pertama pengobatan. Konsultasikan dengan dokter Anda jika mengalami ruam yang tidak dapat dijelaskan, demam, nyeri, atau nyeri sendi.Sekalipun obat TBC memiliki efek samping, Anda tetap harus meminum obat sampai tuntas. Bahkan sekalipun saat Anda merasa lebih baik.Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri penyebab TBC menjadi resisten (kebal) antibiotik. Anda jadi berisiko mengalami TB MDR (multidrug resistant) Akibatnya, Anda perlu menjalani pengobatan TBC lini 2 yang lebih lama, lebih banyak, dan memiliki efek samping yang lebih berat.

Sekilas tentang pengobatan TBC

Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui droplet (percikan air liur).Orang dengan tuberkulosis aktif harus minum obat selama berbulan-bulan untuk menyingkirkan infeksi dan mencegah resistensi antibiotikPengobatan TBC membutuhkan waktu 6-9 bulan, bahkan kadang lebih lama. Meski begitu, jika minum obat TBC secara teratur, hampir semua kasus tuberkulosis dapat disembuhkan.Untuk mencegah efek samping, dokter biasanya akan memantau memantau kemajuan selama perawatan untuk memastikan obatnya bekerja. Biasanya proses ini melibatkan tes darah, dahak atau urine, dan rontgen dada.

Yang harus diperhatikan sebelum minum obat TBC

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat mengonsumsi obat TBC, antara lain:
  • Beri tahu dokter mengenai segala obat-obatan lain yang Anda gunakan.
  • Pastikan Anda minum obat minimal 6 bulan atau sesuai anjuran dokter untuk memastikan bakteri mati.
  • Minum obat secara teratur dan jangan berhenti bahkan ketika Anda merasa lebih baik.
  • Minum obat tidak teratur dapat menyebabkan bakteri tuberculosis menjadi resisten terhadap obat.
  • Hindari minum alkohol selama pengobatan tuberculosis. Alkohol dapat meningkatkan efek samping obat dan toksisitas, karena keduanya memengaruhi hati.
Orang HIV berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi TBC karena daya tahan tubuhnya yang menurun. Orang HIV yang menjalani terapi antiretroviral, berisiko mengalami lebih banyak efek samping obat TBC.Penyesuaian dosis mungkin diperlukan dengan obat HIV.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang efek samping obat TB lainnya Anda juga bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-parutbctuberkulosis
Rxlist. https://www.rxlist.com/rifater-side-effects-drug-center.htm
Diakses pada 3 Agustus 2021.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 3 Agustus 2021.
TB Alert. https://www.tbalert.org/about-tb/global-tb-challenges/side-effects/
Diakses pada 3 Agustus 2021.
Healthy WA. https://www.healthywa.wa.gov.au/Articles/J_M/Medications-to-treat-tuberculosis
Diaskes pada 3 Agustus 2021.
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/tuberculosis-treatment#where-to-get-help
Diakses pada 3 Agustus 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait