Memahami Risiko Efek Samping KB Steril (Tubektomi) pada Wanita


KB steril pada wanita (tubektomi) umumnya memang aman dilakukan. Meski begitu, kondisi ini bisa saja mendatangkan efek samping, seperti perdarahan. Efek samping inilah yang kadang membuat vasektomi (KB steril pada pria) lebih umum dilakukan.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
efek samping kb steril tubektomi pada wanitaEfek samping KB steril pada wanita mungkin terjadi, seperti perdarahan
Memilih KB steril (sterilisasi) dengan metode tubektomi mungkin menjadi pilihan bagi sebagian wanita untuk mencegah kehamilan. Metode ini terbilang efektif sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Namun, terdapat efek samping KB steril pada wanita yang perlu menjadi pertimbangan dalam melakukan tubektomi. 
Apa saja efek samping tubektomi yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya? Berikut ulasannya. 

Apa itu tubektomi?

Tubektomi adalah metode sterilisasi untuk mencegah kehamilan jangka panjang pada wanita. Tubektomi dilakukan melalui pembedahan dengan cara memotong dan menutup tuba falopi, alias saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Ovarium sendiri adalah tempat pembentukan sel telur. Tubektomi bertujuan mencegah sel telur bertemu dengan sel sperma agar tidak terjadi pembuahan. Namun, prosedur ini sama sekali tidak memengaruhi siklus menstruasi pada wanita. Jadi, orang yang melakukan tubektomi tetap bisa menstruasi dengan normal.Selain mencegah kehamilan, dikutip dari Mayo Clinic, tubektomi juga dapat menurunkan risiko kanker ovarium, terutama jika prosedur tubektomi dilakukan dengan pengangkatan tuba falopi.

Efek samping KB steril pada wanita

Tubektomi merupakan prosedur medis yang aman dengan tingkat keberhasilan untuk mencegah kehamilan yang tinggi. Namun, sebagaimana tindakan medis lainnya, tubektomi tetap memiliki risiko efek samping. Beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi saat memilih KB steril pada wanita antara lain:
  • Perdarahan di kulit bekas sayatan atau di dalam perut
  • Perdarahan hebat (haemorrhage)
  • Nyeri
  • Infeksi 
  • Bengkak
  • Kerusakan pada organ lain sekitar perut, seperti usus, kandung kemih, atau ureter
  • Alergi atau reaksi anestesi
  • Kehamilan akibat penutupan tuba falopi yang tidak sempurna
  • Kehamilan ektopik (luar rahim)
BACA JUGA: Apakah KB Steril Bisa Hamil Lagi?Efek samping tubektomi ini lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki riwayat kesehatan berikut ini:
  • Pernah melakukan operasi di area perut (abdomen) atau panggul
  • Diabetes
  • Radang  panggul
  • Penyakit paru
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
Meskipun terbilang jarang terjadi, kemungkinan efek samping tetap harus Anda konsultasikan sebelum melakukan tubektomi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risikonya dan membuat Anda lebih yakin untuk menjalaninya. 

Cara mengatasi efek samping tubektomi

Setelah melakukan tubektomi, Anda mungkin diperbolehkan pulang ke rumah dalam beberapa jam setelah tindakan. Dokter akan memberikan saran perawatan luka atau obat-obatan untuk membuat kondisi Anda lebih baik dan menghindari efek samping, antara lain:
  • Hindari mandi setelah tindakan, Anda boleh mandi setelah 48 jam 
  • Ketika mandi, hindari menggosok sayatan dan segera keringkan dengan hati-hati
  • Hindari mengejan
  • Hindari olahraga atau aktivitas fisik berat selama 7 hari
  • Hindari mengangkat beban berat
  • Hindari berhubungan seksual sampai diperbolehkan oleh dokter
  • Minum obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa sakit
  • Lakukan aktivitas normal dengan bertahap
  • Kontrol ke dokter untuk memastikan kondisi Anda 
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala berikut ini setelah melakukan tubektomi, antara lain:
  • Rasa sakit yang tak kunjung hilang setelah minum obat 
  • Muncul kemerahan, bengkak, atau perdarahan yang tidak normal
  • Keluar cairan yang berbau busuk
  • Demam
  • Mual atau muntah
  • Pusing dan merasa ingin pingsan
BACA JUGA: Macam-Macam Jenis KB: Pilih yang Paling Tepat untuk Anda

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan KB steril

Penting bagi Anda untuk memahami manfaat, prosedur, dan efek samping yang mungkin terjadi sebelum memutuskan untuk melakukan tubektomi. Beberapa hal berikut ini bisa Anda diskusikan dengan dokter sebagai bahan pertimbangan:
  • Risiko dan manfaat tubektomi
  • Detail prosedur yang akan dilakukan
  • Kemungkinan penyebab kegagalan 
  • Waktu terbaik menjalankan tubektomi
Untuk mencegah kehamilan, vasektomi juga biasanya lebih dianjurkan dibandingkan tubektomi. Hal ini disebabkan oleh efek samping vasektomi yang lebih minim dan prosedur yang lebih sederhana dibanding tubektomi.

Catatan dari SehatQ

Banyak cara bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan, salah satunya dengan KB steril melalui prosedur tubektomi. Meskipun terbilang aman dan efektif, risiko efek samping steril pada wanita tetap ada.Jika Anda berencana melakukan sterilisasi, konsultasikan dengan dokter terkait metode kontrasepsi yang yang sesuai dengan kondisi Anda. Pasalnya, tubektomi tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Memahami risiko efek samping dan manfaat dari prosedur perlu Anda pastikan sebelum mengambil keputusan. Jika masih ada pertanyaan seputar efek samping KB steril pada wanita dan cara mengatasinya atau metode kontrasepsi lain yang sesuai dengan kondisi Anda, silakan berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
vasektomipenggunaan kbkontrasepsi
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/is-tubal-ligation-a-safe-procedure-3522620
Diakses pada 25 Oktober 2021
Betterhealth Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/contraception-female-sterilisation
Diakses pada 25 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/tubal-ligation/about/pac-20388360
Diakses pada 25 Oktober 2021
International Journal of Cancer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4832307/
Diakses pada 25 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait