Efek Samping Ibuprofen yang Tak Boleh Disepelekan

(0)
02 Aug 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Efek samping ibuprofen tidak boleh diremehkan, sebab sangat merugikan!Efek samping ibuprofen dapat dihindari jika Anda mau berkonsultasi dengan dokter.
Efek samping ibuprofen yang paling umum meliputi mual, muntah, sembelit, hingga diare. Namun, tahukah Anda kalau ada efek samping lainnya yang dapat menyebabkan serangan jantung, penurunan fungsi ginjal, dan meningkatkan tekanan darah?Meskipun efek samping ibuprofen yang mengerikan ini jarang terjadi, bukan berarti Anda bisa bebas mengonsumsinya. Itulah mengapa Anda disarankan untuk selalu berkonsultasi pada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan apa pun, termasuk ibuprofen.

Efek samping ibuprofen yang harus diwaspadai

Berbagai rasa nyeri seperti kram perut, sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, hingga nyeri otot dapat diatasi dengan ibuprofen. Hal ini membuat orang-orang tergiur untuk menggunakannya sebagai pertolongan pertama.Ibuprofen sendiri masuk dalam golongan obat antiperadangan nonsteroid. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi prostaglandin yang dapat menyebabkan peradangan, seperti pembengkakan, rasa sakit, hingga demam.Di samping kemampuannya dalam mengatasi berbagai rasa nyeri, tentu saja efek samping ibuprofen perlu Anda diwaspadai.Maka dari itu, kenali sederet efek samping ibuprofen berikut yang dapat timbul jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu panjang:

1. Serangan jantung dan stroke

Efek samping ibuprofen yang satu ini jarang terjadi. Namun, jika Anda mengonsumsi ibuprofen dengan dosis tinggi dan dalam jangka waktu panjang, risiko serangan jantung dan stroke sebagai efek samping akan semakin tinggi.Selain itu, risiko munculnya efek samping ibuprofen yang satu ini juga meningkat jika Anda memenuhi kriteria di bawah ini:
  • Memiliki faktor risiko penyakit jantung dan stroke lainnya
  • Memiliki gangguan pembekuan darah
  • Mengonsumsi obat-obatan lain yang berdampak pada proses pembekuan darah.
Jika Anda memiliki faktor risiko di atas atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain, berkonsultasilah dulu pada dokter sebelum mengonsumsi ibuprofen.

2. Penurunan fungsi ginjal dan meningkatkan tekanan darah

Ibuprofen
Efek samping ibuprofen sebenarnya bisa dihindari 
Efek samping ibuprofen yang harus diwaspadai selanjutnya adalah penurunan fungsi ginjal dan meningkatnya tekanan darah. Sebab, perubahan pada kadar prostaglandin dalam tubuh akibat mengonsumsi ibuprofen bisa menyebabkan ketidakstabilan cairan, sehingga fungsi ginjal menurun dan tekanan darah meningkat.Risiko munculnya efek samping ibuprofen yang satu ini akan meningkat jika Anda merupakan orang lanjut usia (lansia), memiliki penyakit ginjal, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tekanan darah.

3. Luka dan perdarahan di lambung serta usus

Hormon prostaglandin membantu tubuh memperbaiki kerusakan pada lapisan lambung akibat asam lambung. Karena ibuprofen bisa mengurangi kadar hormon prostaglandin maka kerusakan lambung, seperti munculnya perdarahan atau luka, bisa terjadi.Efek samping ibuprofen yang satu ini memang langka, namun jika Anda mengonsumsi ibuprofen dalam jangka waktu yang lama, risikonya semakin meningkat.Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat kerusakan lambung, berusia lanjut, mengonsumsi obat steroid atau pengencer darah, merokok, dan suka minum alkohol.

4. Reaksi alergi

Efek samping ibuprofen selanjutnya adalah reaksi alergi. Beberapa orang terbukti memiliki alergi terhadap jenis obat ini.Jika sebelumnya Anda sudah memiliki alergi terhadap obat aspirin, kemungkinan besar Anda juga memiliki alergi terhadap ibuprofen.Jika Anda mengalami reaksi alergi, seperti sesak napas, pembengkakan di wajah dan tenggorokan, segera berhenti mengonsumsi ibuprofen dan kunjungi dokter.

5. Gagal hati

Gagal hati juga merupakan efek samping ibuprofen yang jarang terjadi. Jika Anda mengidap penyakit yang berkaitan dengan organ hati, cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ibuprofen.Jika timbul gejala-gejala, seperti mual, lelah dan lesu, gatal-gatal, kulit dan bagian putih mata menguning, dan nyeri di bagian perut kanan atas, segera hentikan penggunaan ibuprofen dan kunjungi ke dokter secepatnya. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan Anda mengalami gagal hati.Supaya berbagai efek samping ibuprofen mengerikan di atas tidak terjadi, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Dosis tepat ibuprofen berdasarkan usia dan penyebab rasa sakitnya

Ibuprofen
Efek samping ibuprofen harus diwaspadai
Tentunya segudang efek samping ibuprofen di atas dapat dicegah dengan mengonsumsinya dalam dosis yang tepat. Perlu diketahui juga, dosis tepat ibuprofen berbeda-berbeda, tergantung dari usia dan penyebab rasa sakitnya.
  • Untuk demam

Biasanya, penggunaan ibuprofen untuk anak di atas 2 tahun harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter supaya bisa mengetahui dosis tepatnya. Setelah mendapat persetujuan dan dosis yang tepat dari dokter, barulah Anda dapat memberikan ibuprofen untuk atasi demam Si Kecil.Untuk anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun, dosis ibuprofen akan didasari oleh berat badan dan suhu badannya. Hal ini juga memerlukan persetujuan dokter. Begitu juga dengan anak berusia 6 bulan ke bawah.
  • Untuk kram menstruasi

Untuk wanita dewasa yang mengalami kram menstruasi, ibuprofen dapat dikonsumsi sebanyak 400 miligram setiap 4 jam sekali. Untuk remaja yang sudah menstruasi, dosis ibuprofen harus dikonsultasikan dengan dokter.
  • Untuk rasa nyeri

Remaja dan orang dewasa yang ingin mengonsumsi ibuprofen untuk atasi rasa nyeri, boleh mengonsumsinya sebanyak 400 miligram setiap 4-6 jam sekali. Untuk anak-anak, dosis tepat ibuprofen harus dikonsultasikan dulu dengan dokter.
  • Untuk osteoartritis dan artritis reumatoid

Remaja dan orang dewasa bisa mengonsumsi ibuprofen sebanyak 1.200-3.200 miligram, dibagi menjadi 3-4 dosis sehari. Supaya lebih aman, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ibuprofen.

Catatan dari SehatQ:

Sebenarnya, ibuprofen bisa menjadi obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi. Namun, saat Anda mengonsumsinya berlebihan dalam jangka waktu panjang, efek samping ibuprofen di atas dapat terjadi.Lebih baik berkonsultasi dulu pada dokter jika Anda tidak yakin dengan dosis tepatnya. Hal ini dilakukan guna menghindari efek samping ibuprofen yang merugikan.Ingatlah, efek samping ibuprofen di atas bisa terjadi jika Anda mengonsumsi ibuprofen di saat sebenarnya Anda tidak membutuhkannya. Selain itu, mengonsumsi ibuprofen dengan dosis tinggi juga bisa menimbulkan efek samping.
penyakitpereda nyeripenyalahgunaan obat
Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 21 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-relief/ibuprofen-advil-side-effects#kidney-and-blood-pressure-changes
Diakses pada 21 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ibuprofen-oral-route/proper-use/drg-20070602
Diakses pada 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait