Efek Samping Filler Payudara Berbahaya, Bisa Picu Infeksi hingga Stroke


Filler payudara adalah penyuntikan bahan tertentu ke payudara (biasanya silikon cair atau PAAG), dengan tujuan memperbesar ukuran payudara. Prosedur ini bisa memicu banyak efek samping berbahaya, mulai dari nyeri, mengubah bentuk payudara, hingga memicu stroke dan kematian.

(0)
17 Mar 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Filler payudara bisa berbahaya bagi kesehatanProses filler payudara dengan menyuntikkan bahan ke dalam payudara
Filler payudara adalah prosedur penyuntikan bahan tertentu ke payudara dengan tujuan memperbesar ukuran payudara. Biasanya, bahan yang digunakan adalah silikon cair dan polyacrilamide hydrogel (PAAG). Dianggap lebih murah dan praktis, banyak wanita yang memilih metode ini untuk memperbaiki penampilannya. Sayangnya, mereka kurang memahami efek samping yang dapat terjadi.Efek samping filler payudara dengan bahan-bahan yang tidak tepat sangatlah berbahaya. Benjolan dan pengerasan jaringan payudara, nyeri, kerusakan organ vital, bahkan stroke dan kematian bisa dipicu oleh penyutikan filler yang salah.

Efek samping filler payudara

Di Indonesia, banyak salon maupun pelaku usaha yang tidak memiliki latar belakang medis yang memadai, membuka praktik untuk melakukan filler payudara dan menyuntikkan bahan-bahan berbahaya untuk mencapai hasil instan.Padahal secara keilmuan, penggunaan silikon cair maupun PAAG untuk membesarkan payudara sudah terbukti tidak aman dan memicu banyak efek samping yang berbahaya.Foods and Drugs Administrasion (FDA), badan keamanan makanan dan obat dari Amerika Serikat bahkan sudah melarang penggunaan silikon cair oleh dokter maupun tenaga kesehatan profesional lainnya dalam membesarkan bagian tubuh seperti bokong serta payudara.Berikut ini efek samping filler payudara yang dapat terjadi akibat suntikan silikon cair:
  • Suntikan silikon pada payudara sifatnya permanen. Oleh karena itu saat terjadi infeksi atau reaksi tidak diinginkan dari tubuh, bahan tersebut akan sangat sulit dihilangkan dan efek samping dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.
  • Silikon yang disuntikkan sangat mudah bergerak ke bagian tubuh lain, sehingga saat efek samping muncul, dampaknya bisa menjalar ke organ-organ vital di tubuh.
  • Silikon bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah paru, jantung, bahkan otak. Hal ini dapat memicu stroke atau bahkan kematian.
Sementara itu, penggunaan PAAG sebagai filler payudara, meski sempat disetujui pada akhir tahun 80-an dan 90-an, kini sudah tidak lagi diizinkan sebagai bahan pembesar payudara. Pasalnya, laporan mengenai efek sampingnya banyak bermunculan.Pada sebuah laporan kasus, ditemukan wanita yang pernah menerima suntikan filler payudara berbahan PAAG mengalami kesulitan saat menyusui akibat perubahan bentuk payudara serta kerusakan kulit di area payudara.Selain itu pada laporan lainnya, seorang wanita mengeluhkan benjolan besar yang terbentuk di antara kedua payudaranya. Setelah diperiksa, wanita tersebut memiliki riwayat menerima suntikan filler payudara menggunakan PAAG 10 tahun sebelumnya dan benjolan yang terjadi merupakan tumpukan bahan filler.Penggunaan PAAG sebagai bahan filler payudara juga dapat menyebabkan berbagai efek samping lain, seperti:
  • Pengerasan jaringan payudara (indurasi)
  • Lebam yang parah akibat kerusakan pada pembuluh darah di payudara (hematoma)
  • Peradangan jaringan payudara
  • Infeksi
  • Nyeri pada payudara (mastalgia)
Baca Juga: Cara Merawat Payudara agar Tetap Cantik dan Kencang

Cara membesarkan payudara yang aman

Ingin membesarkan ukuran payudara tentu tidak ada salahnya. Namun, Anda harus melakukannya dengan cara yang aman agar risiko kerusakan jaringan bisa diminimalisir. Berikut ini beberapa cara yang sudah terbukti aman.

1. Cara membesarkan payudara secara alami

Cara membesarkan payudara secara alami adalah dengan berolahraga. Penggunaan krim, alat sedot, atau pijat payudara hingga saat ini belum banyak yang terbukti secara ilmiah bisa benar-benar menambah ukuran payudara secara sehat dan aman.Dengan berolahraga, maka postur tubuh akan membaik dan otot dada, punggung, dan bahu akan semakin kencang sehingga membuat payudara terlihat lebih kencang dan besar. Beberapa jenis olahraga yang dapat membantu membesarkan payudara antara lain:

• Memutar tangan

Caranya:
  • Rentangkan lengan dengan posisi lurus sejajar bahu.
  • Gerakkan lengan memutar ke belakang selama satu menit.
  • Lalu gerakkan lagi ke depan selama satu menit.
  • Setelah itu, gerakkan lengan yang masih terentang ke atas dan bawah.
  • Ulangi beberapa kali sehari.

• Wall presses

Caranya:
  • Berdiri tegak di depan tembok.
  • Lalu letakkan telapak tangan di tembok setinggi dada.
  • Arahkan semua kekuatan ke tangan, dan lakukan gerakan seperti push up namun sambil berdiri.
  • Ulangi sebanyak 10-15 kali.

• Arm presses

Caranya:
  • Rentangkan kedua lengan hingga maksimal.
  • Setelah itu gerakkan lengan ke depan hingga telapak tangan kiri dan kanan saling bertemu, seperti bertepuk tangan, tapi posisi lengan harus tetap lurus.
  • Lakukan selama satu menit. Anda bisa mencobanya dengan menambah beban menggunakan barbel atau karet agar otot lebih terlatih.

2. Cara membesarkan payudara dengan operasi

Untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan, Anda juga dapat memperbesar payudara dengan jalan operasi. Dalam bahasa medis, prosedur ini dinamakan operasi augmentasi mammoplasty dan dilakukan dengan menempatkan implan payudara.Implan yang dimasukkan bahannya bisa bermacam-macam begitupun dengan teknik pemasangannya. Semuanya dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Maka dari itu, operasi pembesaran payudara hanya bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik berpengalaman yang ahli. Sebab selain prosedurnya yang rumit, risiko komplikasi dan efek samping apabila salah langkah juga besar.Implan payudara bisa dimasukkan lewat bagian bawah, samping, maupun dari depan di area sekitar puting. Beda jenis implan yang digunakan, berbeda juga cara operasinya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar prosedur filler payudara maupun cara pembesarannya yang lain, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker payudarapayudaraabses payudara
FDA. https://www.fda.gov/medical-devices/safety-communications/fda-warns-against-use-injectable-silicone-body-contouring-and-enhancement-fda-safety-communication
Diakses pada 15 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5994864/
Diakses pada 15 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3385344/
Diakses pada 15 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/how-to-increase-breast-size-naturally
Diakses pada 15 Maret 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-augmentation/about/pac-20393178
Diakses pada 15 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait