Efek Samping dan Bahaya Omeprazole yang Wajib Anda Ketahui

(0)
26 Aug 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada beberapa efek samping dan bahaya omeprazole yang perlu Anda ketahuiOmeprazole memiliki efek samping dan bahaya yang harus Anda waspadai
Omeprazole adalah salah satu obat yang dapat digunakan untuk menangani beberapa penyakit terkait produksi asam lambung. Omeprazole merupakan golongan obat proton pump inhibitor (PPI). Cara kerja obat PPI adalah dengan menghambat kinerja pompa proton yang berperan dalam memproduksi asam lambung sehingga tingkat produksi asam lambung dapat diturunkan.Omeprazole digunakan sebagai obat untuk terapi penanganan penyakit pencernaan, khususnya lambung dan duodenum. Beberapa penyakit yang dimaksud, antara lain tukak duodenum, GERD, tukak lambung, infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter Pylori, dan lain sebagainya. Karena sering dikonsumsi, ada baiknya Anda mengetahui bahaya omeprazole sekaligus efek sampingnya juga.

Efek samping dan bahaya omeprazole

Penggunaan obat omeprazole dapat menyebabkan beberapa efek samping. Perlu diingat bahwa efek samping mungkin tidak dirasakan oleh sebagian orang, tapi pasien mungkin juga merasakan satu atau lebih gejala dari efek samping omeprazole. Kondisi ini dapat berbeda pada setiap orang.Efek samping umum dari omeprazole merupakan jenis efek samping yang tergolong lebih sering dirasakan pengguna omeprazole. Efek samping umum yang bisa terjadi setelah konsumsi omeprazole, di antaranya sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, dan perut kembung atau begah. Pada anak-anak, omeprazole dapat menyebabkan efek samping tambahan berupa demam.Selain itu, ada kemungkinan Anda juga dapat merasakan efek samping yang lebih spesifik. Efek samping ini hanya terjadi pada sebagian kecil pasien, tetapi memiliki gejala lebih berat yang bisa berbahaya. Bahaya omeprazole yang berdampak lebih serius, meliputi:
  • Kekurangan magnesium yang dapat terjadi akibat penggunaan omeprazole selama tiga bulan atau lebih
  • Kekurangan vitamin B12 yang dapat terjadi akibat penggunaan omeprazole selama lebih dari tiga tahun. Hal ini dikarenakan omeprazole menghambat penyerapan B12 oleh tubuh
  • Diare berat yang mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri clostridium difficile pada usus besar
  • Gangguan ginjal hingga kerusakan ginjal permanen
  • Penyakit autoimun sistemik lupus eritematosus (SLE)
  • Polip kelenjar fundus, yakni pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada lapisan lambung.
  • Peradangan pada lapisan lambung
  • Fraktur tulang.
Apabila efek samping yang dirasakan setelah konsumsi omeprazole tidak mengalami perbaikan dalam beberapa hari, segera kunjungi rumah sakit terdekat. Khususnya, jika Anda merasakan bahaya omeprazole yang bisa mengancam jiwa.Penggunaan omeprazole melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan overdosis. Beberapa gejala yang muncul saat Anda mengalami overdosis, antara lain:
  • Sesak napas
  • Penglihatan kabur
  • Perasaan linglung atau kebingungan
  • Mulut terasa kering
  • Demam tinggi hingga menyebabkan kulit memerah
  • Sakit kepala
  • Keringat berlebih
  • Kehilangan kesadaran (pingsan).

Interaksi omeprazole dengan obat lainnya

Untuk penanganan penyakit, omeprazole dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis obat lainnya. Namun, omeprazole juga dapat menimbulkan reaksi obat tertentu yang menyebabkan penurunan efektivitas obat atau peningkatan efek samping yang berbahaya.
  • Atazanavir, rilpivirine, dan nelfinavir dapat menjadi kurang efektif saat digunakan bersama omeprazole.
  • Selain kurang efektif, reaksi clopidogrel dengan omeprazole juga dapat menyebabkan penggumpalan darah.
  • Vorikonazol dapat meningkatkan kadar omeprazole dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko efek samping.
  • Konsumsi omeprazole dengan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kadar obat-obatan tersebut meningkat di dalam tubuh sehingga meningkatkan efek sampingnya. Obat-obatan tersebut, di antaranya saquinavir, digoxin, warfarin, fenitoin, cilostazol, tacrolimus, metotreksat, diazepam, dan citalopram
  • Beberapa jenis obat-obatan dapat berkurang kadarnya di dalam tubuh saat dikonsumsi bersamaan dengan omeprazole sehingga membuatnya menjadi kurang efektif. Obat-obatan tersebut mencakup ester ampisilin, ketoconazole, mycophenolate mofetil, erlotinib, dan obat-obatan yang mengandung zat besi.
  • Obat-obatan tertentu, seperti St. John’s wort dan rifampisin, dapat menurunkan kadar omeprazole dalam tubuh sehingga efektivitasnya berkurang.
Untuk menghindari reaksi obat yang tidak diinginkan, informasikan kepada dokter tentang kondisi medis Anda, serta jenis obat-obatan, vitamin, atau suplemen apa saja yang sedang Anda konsumsi saat ini. Dengan demikian, dokter dapat meresepkan omeprazole dengan dosis yang tepat.

Yang perlu diperhatikan untuk menghindari bahaya omeprazole

Omeprazole harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter untuk mencegah bahaya obat ini. Dokter mungkin akan meresepkan dosis obat omeprazole yang berbeda untuk setiap pasien karena disesuaikan dengan beberapa pertimbangan, seperti penyakit yang diderita pasien dan tingkat keparahannya, usia pasien, berat badan, serta obat, vitamin, dan suplemen lain yang tengah dikonsumsi.
omeprazoleasam lambunggerdtukak lambung
Medical News Today
https://www.medicalnewstoday.com/articles/omeprazole-oral-capsule#side-effects
https://www.medicalnewstoday.com/articles/omeprazole-oral-capsule#interactions
Diakses 9 Agustus 2020
Drug Watch
https://www.drugwatch.com/proton-pump-inhibitors/prilosec/
Diakses 9 Agustus 2020
Drugs
https://www.drugs.com/dosage/omeprazole.html
Diakses 9 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait