5 Efek Samping Cuka Apel yang Perlu Diwaspadai

Meski berkhasiat untuk kesehatan, efek samping cuka apel juga perlu dicermati
Cuka apel sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan

Cuka apel merupakan salah satu minuman kesehatan yang populer. Selama ini, cuka dari apel diklaim mampu memberikan banyak manfaat. Mulai dari membakar lemak, mengurangi kolesterol, dan menurunkan kadar gula darah.

Sebagian khasiat cuka apel tersebut memang ada yang sudah terbukti, namun ada juga yang masih butuh riset lebih lanjut. Tak hanya itu, efek samping cuka apel juga bisa terjadi pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi secara sembarangan.

Sekilas tentang cuka apel

Cuka apel adalah minuman yang terbuat dari campuran apel dan ragi. Ragi ini kemudian mengubah gula dalam apel menjadi alkohol. Lalu bakteri dimasukkan ke dalamnya guna mengonversi alkohol menjadi asam asetat.

Sekitar 5-6 persen cuka apel terdiri atas asam asetat. Cuka ini juga mengandung air, asam lainnya, vitamin, serta mineral.

Sejumlah studi yang dilakukan pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa cuka apel dapat membakar lemak tubuh, menurunkan kadar gula darah, dan memperbaiki kadar kolesterol. Tetapi kebaikan ini bukannya tanpa efek samping.

Efek samping cuka apel yang perlu diperhatikan

Di balik manfaat sehatnya, efek samping cuka apel juga sebaiknya Anda perhatikan. Jangan sampai Anda terbuai dengan khasiatnya hingga menggunakannya dengan sembrono.

Berikut sederet efek samping cuka apel yang bisa terjadi:

  • Hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah

Cuka apel sudah lama diketahui dapat menurunkan kadar gula darah. Tapi untuk orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang memakai insulin, perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi minuman ini.

Sebuah studi menemukan bahwa minum cuka apel setiap hari dapat menurunkan tingkat pengosongan lambung pada pasien diabetes yang menggunakan insulin. Hal ini malah dapat memicu efek samping cuka apel berupa kadar gula darah yang turun terlampau banyak atau disebut dengan hipoglikemia.

  • Masalah pada perut

Ada alasan mengapa orang percaya bahwa cuka apel dapat menurunkan berat badan. Minuman fermentasi ini memang dapat memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Meski begitu, efek samping cuka apel bisa menjadi bumerang untuk orang-orang yang memiliki gastroparesis, yakni kondisi gangguan pengosongan lambung. Umumnya, gastroparesis dialami oleh penderita diabetes.

Jadi bagi Anda memiliki penyakit diabetes sekaligus gastroparesis, penting untuk mengecek gula darah secara rutin ketika mengonsumsi cuka apel.

  • Kerusakan pada lapisan enamel gigi

Efek samping cuka apel lainnya adalah dapat mengganggu kesehatan gigi. Setiap asupan yang bersifat asam telah lama diteliti dapat merusak lapisan email atau enamel gigi, termasuk cuka apel.

Disebutkan dalam sebuah studi kasus bahwa seorang gadis remaja mengalami kerusakan gigi parah karena sering mengonsumsi cuka apel sebanyak 237 ml dengan tujuan menurunkan berat badan.

  • Sensasi terbakar pada tenggorokan

Asam atetat dari cuka apel adalah asam yang paling sering menyebabkan tenggorokan panas seperti terbakar pada anak-anak. Untuk itu, para peneliti menyarankan agar cuka ini disimpan dalam wadah yang tak terjangkau oleh anak-anak.

Meski belum ada kasus tenggorokan terasa terbakar yang dipublikasikan, ada satu studi yang menemukan bahwa konsumsi cuka apel berbentuk tablet menyebabkan tenggorokan panas pada seorang wanita. Ia mengalami kesulitan menelan selama enam jam akibat kondisi ini.

  • Menurunkan kadar kalium

Anda juga harus mewaspadai efek samping cuka apel yang satu ini. Jika tubuh Anda kekurangan kadar kalium, Anda bisa lebih mengalami sembelit, mudah lelah, dan kram otot.

Dalam suatu laporan kasus ditemukan bahwa seorang perempuan dilarikan ke rumah sakit karena kadar kalium di tubuhnya yang terlalu rendah. Konsumsi cuka apel setiap hari selama enam tahun diperkirakan sebagai penyebabnya.

Cara mengonsumsi cuka apel secara aman

Apabila Anda tetap ingin mengonsumsi cuka apel, perhatikan tips berikut agar efek sampingnya bisa dihindari:

  • Batasi konsumsi cuka apel maksimal dua sendok makan atau 30 ml per hari. Takaran ini juga dapat disesuaikan dengan kadar toleransi masing-masing orang.
  • Agar tidak terlalu merusak gigi, tambahkan air dalam cuka apel. Anda juga bisa meminumnya dengan sedotan agar langsung masuk ke tenggorokan.
  • Berkumurlah dengan air sehabis mengonsumsi cuka apel.
  • Bila Anda ingin menggosok gigi, tunggu setidaknya 30 menit setelah meminum cuka ini.

Cuka apel bisa bermanfaat untuk menurunkan berat badan hingga mengelola kadar gula darah. Namun efek samping cuka apel tak boleh dianggap remeh.

Konsumsi cuka apel bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari sensasi terbakar di tenggorokan, hipoglikemia, hingga kerusakan gigi.

Anda juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika Anda ingin mengonsumsinya, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit tertentu. Contohnya, diabetes dan gangguan pencernaan.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/potential-side-effects-apple-cider-vinegar/
Diakses pada 3 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/apple-cider-vinegar-side-effects
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait