Sebagai Antibiotik, Efek Samping Ciprofloxacin Berikut Patut Dipahami

Efek samping ciprofloxacin bisa bersifat umum, namun juga bisa bersifat khusus
Efek samping ciprofloxacin yang umum terjadi dapat berupa mual hingga diare

Ciprofloxacin merupakan jenis antibiotik fluoroquinolone yang diresepkan dokter untuk menangani infeksi bakteri. Masalah yang dapat ditangani ciprofloxacin cukup beragam, mulai dari infeksi kulit, saluran pernapasan, saluran kemih, hingga infeksi tulang. Namun, seperti obat lainnya, ciprofloxacin juga bisa menimbulkan efek samping tertentu.

Simak artikel ini untuk ketahui efek samping ciprofloxacin.

Efek Samping Ciprofloxacin, Antibiotik yang Umum Dikonsumsi

Efek samping ciprofloxacin ada yang bersifat umum, namun ada pula bersifat serius walau cenderung jarang terjadi.

1. Efek samping ciprofloxacin yang umum terjadi

Beberapa efek samping ciprofloxacin yang umum terjadi, berupa:

Beberapa pasien mungkin menjalani tes fungsi hati dengan hasil yang tinggi. Hasil ini biasanya sementara, namun juga bisa menjadi tanda kerusakan hati.

Beberapa efek samping ciprofloxacin di atas dapat hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Apabila Anda merasakan efek samping yang terasa parah atau tidak hilang setelah beberapa waktu, Anda disarankan untuk menemui dokter.

2. Efek samping ciprofloxacin yang bersifat serius

Ciprofloxacin juga dapat menimbulkan efek yang bersifat serius walau cenderung jarang terjadi. Efek samping ciprofloxacin di kategori ini dapat berupa:

  • Robek atau pembengkakan pada tendon otot. Efek samping ini bisa menimbulkan gejala berupa nyeri atau bengkak pada tendon tumit kaki, pergelangan kaki, lutut, tangan, ibu jari, bahu, atau siku.
  • Kerusakan hati. Gejala dapat berupa sakit perut, hilangnya selera makan, urine berwarna gelap, dan kulit atau mata yang menguning.
  • Reaksi alergi berat, dapat menimbulkan gejala ruam atau gatal-gatal yang parah, kesulitan bernapas atau menelan, pembengkakan pada bibir, lidah, atau wajah, serta detak jantung yang cepat.
  • Masalah psikologis. Efek samping ini dapat memicu rasa gelisah, depresi, sulit tidur, halusinasi, bahkan pikiran untuk bunuh diri.
  • Kejang dan tremor.
  • Infeksi usus. Gejalanya dapat berupa diare berat, feses berdarah, keram perut dan demam.
  • Masalah saraf di lengan, kaki, atau tangan. Gejala efek samping ini dapat termasuk: timbulnya rasa sakit, sensasi terbakar, rasa geli, mati rasa, dan rasa lemah di badan.
  • Meningkatnya sensitivitas kulit terhadap sinar UV sehingga menimbulkan sunburn yang parah.
  • Gula darah rendah yang rentan terjadi pada lansia dan penderita diabetes. Gejala efek samping ini dapat berupa pusing, kebingungan, berkeringat, kelemahan, gemetar, pingsan, hingga koma.

Apabila Anda atau orang terdekat yang mengonsumsi ciprofloxacin mengalami efek samping serius di atas, Anda bisa segera mencari bantuan gawat darurat.

Karena masalah keamanan, ciprofloxacin tidak dianjurkan sebagai antibiotik pilihan pertama untuk infeksi sinus, bronkitis, atau infeksi saluran kemih. Biasanya, dokter mungkin akan memberikan pilihan antibiotik lain terlebih dahulu.

Hal lain yang patut dipahami terkait konsumsi ciprofloxacin

Konsumsi ciprofloxacin perlu dipahami dengan baik. Berikut ini beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan dalam penggunaan antibiotik ini:

1. Habiskan obat

Ciprofloxacin harus dikonsumsi sampai habis, termasuk walau Anda merasa pulih sekalipun. Menghabiskan obat membantu memastikan infeksi di tubuh benar-benar ‘selesai’.

obat ciprofloxacin
Ciprofloxacin harus dikonsumsi sampai habis

2. Terkait konsumsi dengan makanan

Ciprofloxacin bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Yang terpenting, pastikan Anda selalu minum air yang banyak saat mengonsumsi obat ini. Ciprofloxacin tidak bisa dikonsumsi sambil meminum cairan produk susu atau yang tinggi dengan kalsium.

3. Ciprofloxacin tidak bisa dikunyah

Ciprofloxacin tablet oral maupun tablet rilis lambat (extended release) tidak bisa dikonsumsi dengan dikunyah, tidak bisa dipecah, dan tidak bisa dihancurkan. Pasien harus meminumnya dengan menelan obat ini secara utuh dan di waktu yang sama.

Apabila dokter memberikan ciprofloxacin dalam bentuk suspensi, kocok dahulu obat tersebut sebelum dikonsumsi.

4. Laporkan kondisi medis saat berkonsultasi

Sebelum dokter memberikan Anda obat apapun, selalu sampaikan dengan jujur kondisi medis yang Anda alami, riwayat penyakit, atau obat yang tengah dikonsumsi. Sebab, ciprofloxacin bisa memiliki interaksi dengan obat tertentu, serta tak bisa dikonsumsi oleh orang dengan alergi atau riwayat tertentu.

Selalu ikuti arahan dokter saat Anda mengonsumsi ciprofloxacin.

Catatan dari SehatQ

Efek samping ciprofloxacin di atas bisa Anda konsultasikan dengan dokter, sebelum resep obat ini diberikan. Selalu patuhi anjuran dokter dalam penggunaanya, dan habiskan ciprofloxacin yang Anda terima.

Drugs. https://www.drugs.com/ciprofloxacin.html
Diakses pada 24 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326020
Diakses pada 24 April 2020

Artikel Terkait