Efek samping obat amoxicillin yang umum terjadi adalah perut sakit, diare, sakit kepala, infeksi jamur pada vagina, mulut terasa pahit, alergi, hingga ruam kulit. Sedangkan efek samping serius yang perlu diwaspadai adalah hipersensitivitas imun hingga kerusakan hati.
25 Mei 2023
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Efek samping amoxicillin di antaranya diare, sakit perut, mual, dan muntah
Table of Content
Salah satu antibiotik yang paling sering diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi bakteri adalah amoxicillin. Obat dalam golongan penisilin ini bisa menghambat pertumbuhan bakteri, seperti bakteri pemicu infeksi saluran kemih, infeksi kulit, pneumonia, abses gigi, hingga gonorrhea. Namun, sama halnya dengan obat jenis lain, ada efek samping amoxicillin yang harus diwaspadai, terutama jika kamu mengonsumsinya dengan cara dan dosis yang salah.
Advertisement
Efek samping amoxicillin tersebut dapat dibagi menjadi efek samping yang umum, serta efek samping yang sifatnya serius.
Berikut adalah efek samping mengonsumsi obat amoxicillin yang perlu diwaspadai:
Efek samping yang umum dirasakan setelah minum obat amoxicillin adalah sakit perut. Nyeri biasanya dirasakan pada area antara dada dan selangkangan. Kamu mungkin juga bisa merasakan mual dan ingin muntah setelah minum obat.
Untuk mengatasinya, kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan yang hambar dan mudah dicerna, seperti sup, pisang, atau roti setelah minum obat. Mengonsumsi teh peppermint juga bisa membantu gejala sakit perut terasa lebih baik.
Amoxicillin berfungsi untuk membunuh bakteri di tubuh. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bakteri jahat dan bisa memicu penyakit. Bakteri baik di saluran pencernaan justru berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan mencegah gangguan kesehatan pencernaan.
Pada beberapa orang, konsumsi amoxicillin yang berlebihan atau tidak sesuai dosis justru akan membuat bakteri baik tersebut ikut mati. Hal ini bisa memicu diare.
Untuk mengatasi diare ringan, kamu bisa mengonsumsi susu atau banyak minum air putih. Namun apabila diare semakin parah, segera berkonsultasi dengan dokter. Mengonsumsi obat oralit atau suplemen dengan probiotik juga bisa membantu.
Sakit kepala akibat mengonsumsi amoxicillin mungkin akan menyebabkan rasa kaku di bahu, leher, kulit kepala, hingga rahang. Jika terjadi, kamu bisa mengonsumsi obat pereda sakit kepala seperti paracetamol.
Untuk meminimalisir terjadinya efek samping amoxicillin ini, pastikan kamu minum obat dengan dosis yang tepat. Selain itu, pastikan juga kamu makan dan minum yang cukup saat sedang melakukan perawatan dengan menggunakan amoxicillin.
Efek samping amoxicillin lain yang mungkin terjadi adalah terganggunya indra pengecap, seperti membuat makanan yang dikonsumsi terasa jadi seperti logam.
Kondisi ini mungkin terjadi karena amoxicillin dapat memengaruhi seberapa baik tubuh menyerap mineral seng. Kekurangan seng dapat menyebabkan rasa tidak enak atau rasa logam di mulut.
Baca Juga: Manfaat Amoxicillin untuk Sakit Gigi
Ruam kulit juga bisa menjadi salah satu efek samping yang mungkin kamu rasakan saat mengonsumsi amoksisilin. Ruam biasanya juga disertai rasa gatal dengan bentol dan muncul di area dada, perut, atau punggung.
Ruam akibat amoksisilin berbeda dengan reaksi alergi atau gatal-gatal pada umumnya. Biduran akan mulai timbul, terasa gatal, dan melenting beberapa jam setelah minum obat. Beberapa orang mungkin juga akan merasakan gejala ruam disertai kesulitan bernapas atau menelan.
Fungsi antibiotik adalah membantu mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, terkadang kandungannya juga bisa membunuh bakteri baik yang menjaga keseimbangan pH di vagina.
Hal yang sama juga bisa terjadi pada penggunaan amoxicillin. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka waktu yang sama, obat ini bisa ikut membunuh bakteri baik di vagina, sehingga keseimbangan pH menjadi terganggu dan membuat jamur penyebab infeksi tumbuh lebih subur.
Gejala infeksi jamur pada vagina termasuk gatal, kemerahan, dan keluarnya cairan seperti keju cottage. Jika kamu tidak yakin apakah itu infeksi jamur atau jenis infeksi lainnya, kamu harus berkonsultasi dengan dokter.
Amoxicillin dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Gejala reaksi alergi yang dirasakan dapat berupa:
Jika kamu memiliki reaksi alergi setelah mengonsumsi amoxicillin , hubungi dokter dengan segera. Apabila reaksi alergi yang dirasakan tergolong parah, kamu diharuskan untuk segera mendatangi unit gawat darurat terdekat.
Hindari konsumsi amoxicillin berulang jika kamu pernah memiliki reaksi alergi terhadap obat ini. Sebab, konsumsi berulang dapat berakibat fatal, termasuk menyebabkan kematian.
Obat amoxicillin juga bisa menimbulkan efek samping yang serius, seperti reaksi hipersensitivitas imun.
Efek samping berupa reaksi hipersensitivitas menimbulkan gejala berikut ini:
Selain reaksi hipersensitivitas, efek samping serius dari amoksisilin juga dapat berupa kerusakan hati. Walau jarang terjadi, efek berikut ini tetap patut diperhatikan:
Hubungi dokter dengan segera jika kamu merasa mengalami efek samping amoxicillin yang serius.
Baca Juga: Apakah Amoxicillin Aman untuk Ibu Hamil?
Amoxicillin merupakan antibiotik yang harus bijak dalam penggunaannya. Perhatikan hal berikut dalam konsumsi amoxicillin:
Baca Juga: Apakah Amoxicillin Aman untuk Ibu Menyusui?
Efek samping amoxicillin di atas mungkin dapat berbeda bagi masing-masing pasien. Artikel ini tidak dapat menjadi pengganti konsultasi dari dokter. Untuk itu, selalu diskusikan dengan dokter terkait penggunaan amoxicillin, serta sampaikan juga pada dokter mengenai kondisi medis yang kamu alami dan obat yang sedang dikonsumsi.
Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, kamu bisa mencoba berkonsultasi online dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Pengobatan utama TBC adalah mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT) selama minimal 6 bulan. Anda harus taat meminumnya agar tidak kebal antibiotik.
Efek samping amoxicillin dapat bersifat umum hingga serius, seperti mual hingga kerusakan hati. Penggunaan yang tepat dapat mencegah risiko tersebut.
Obat stimulan mampu merangsang sistem saraf pusat sehingga membuat penggunanya lebih waspada dan tidak mudah lelah.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Lizsa Oktavyanti
Dijawab oleh dr. Lizsa Oktavyanti
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved