logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Efek Obat Antidepresan Bikin Berat Badan Turun? Ini Penjelasannya

open-summary

Mengonsumsi obat antidepresan yang tepat dapat mengurangi efek depresi. Namun ada efek samping seperti perubahan berat badan hingga keinginan bunuh diri.


close-summary

11 Jan 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Berat badan turun akibat obat antidepresan

Mengonsumsi obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan berat badan

Table of Content

  • Efek obat antidepresan terhadap berat badan
  • Menyikapi efek antidepresan terhadap berat badan
  • Obat antidepresan dan keinginan bunuh diri

Banyak cara untuk mengatasi depresi, salah satunya adalah lewat penanganan medis. Mengonsumsi obat antidepresan yang tepat dapat mengurangi efek depresi pada tubuh dan tentu saja mental. Meski demikian, jangan terkejut jika berat badan berubah akibat mengonsumsi obat ini.

Advertisement

Bagaikan dua sisi mata uang, seseorang memang bisa merasa kondisinya lebih baik setelah mengonsumsi obat antidepresan. Namun di sisi lain, kepercayaan diri bisa saja pudar karena perubahan berat badan yang membuat penampilan fisik tak lagi seperti semula.

Efek obat antidepresan terhadap berat badan

Ada hubungan antara obat antidepresan dan perubahan berat badan, baik naik maupun turun. Ini termasuk efek samping dari mengonsumsi obat dan sangat bergantung pada bagaimana tubuh bereaksi terhadap obat.

Bisa saja seseorang mengalami perubahan berat badan dalam rentang waktu cukup lama. Di sisi lain, ada pula yang hanya berlangsung sementara.

Lalu, bagaimana penjelasannya?

1. Berat badan naik

Naiknya berat badan ketika mengonsumsi obat antidepresan masih menjadi misteri, bahkan di dunia medis sekalipun. Selain ada kemungkinan kenaikan berat badan ini sebagai efek samping pengobatan, bisa juga ini terjadi karena pasien sudah merasa lebih baik dan makan lebih lahap.

Meski demikian, kenaikan berat badan pada pasien depresi jenis atipikal juga umum terjadi. Apabila pasien justru mengalami kenaikan berat badan setelah menjalani pengobatan, itu berarti penanganannya belum berhasil.

Seakan belum cukup misterius, hingga kini belum banyak bukti ilmiah yang membuktikan hubungan antara efek obat antidepresan dengan kenaikan berat badan.

Menurut penelitian, jenis obat yang menyebabkan kenaikan berat badan adalah:

  • Amitryptiline: jenis antidepresan trisiklik yang paling pertama ditemukan
  • Paroxetine: bekerja dengan menghambat penyerapan serotonin
  • Mirtazapine: antidepresan untuk jenis atypical depression

Selain ketiga jenis obat di atas, jika terjadi kenaikan berat badan pun biasanya hanya berlangsung sementara. Selain itu, perlu diingat bahwa faktor individu juga turut diperhitungkan.

Dengan demikian, sulit memprediksi obat antidepresan mana yang akan menimbulkan efek samping kenaikan berat badan. Ada banyak variabel yang juga turut berperan.

2. Berat badan turun

Ada dua jenis obat antidepresan yang dikaitkan dengan efek samping penurunan berat badan, yaitu:

  • Fluoxetine: bekerja dengan menghambat penyerapan serotonin
  • Bupoprione: obat untuk meredakan gejala depresi mayor dan depresi musiman

Meski demikian, perlu dicatat bahwa efek menurunkan berat badan dari kedua jenis obat di atas hanya catatan statistik, bukan prediksi pasti pada tiap individu.

Lebih jauh lagi, Fluoxetine  yang merupakan jenis penghambat serotonin di otak biasanya diberikan sebagai penanganan pertama depresi. Jika berat badan turun, ini adalah efek sementara. Bahkan, ada pula kemungkinan mengalami kenaikan berat badan setelah beberapa bulan.

Sementara cara kerja Bupoprione  tidak mengubah level serotonin di otak. Justru, obat ini mengubah zat kimia di otak lain seperti noradrenaline dan dopamine secara unik. Selain berat badan turun, disebut juga berhubungan dengan membaiknya fungsi seksual seseorang.

Meski demikian, Bupoprione  belum tentu cocok untuk semua orang yang mengalami depresi. Utamanya bagi yang pernah mengalami riwayat kejang atau gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia. Risiko mengalami kejang bisa meningkat.

Menyikapi efek antidepresan terhadap berat badan

Prioritas utama bagi orang yang mengalami depresi adalah mengobatinya. Memang benar penampilan fisik berkaitan dengan berat badan juga penting, namun skala prioritasnya tetap yang pertama.

Apabila perubahan berat badan dirasa sangat mengganggu, konsultasikan dengan dokter. Ada banyak pilihan obat lain di luar sana.

Ingat pula bahwa kenaikan atau penurunan berat badan tidak selalu hanya dipicu oleh konsumsi obat antidepresan. Jika iya pun, umumnya hanya berlangsung sementara.

Jangan lupakan pentingnya menjalani gaya hidup sehat sebagai kombinasi terapi obat antidepresan.

Di sisi lain, bagi orang yang ingin menurunkan berat badan namun tidak mengalami depresi, jangan sampai menggunakan obat antidepresan sebagai jalan pintas. Tidak ada bukti bahwa obat ini lebih efektif dibandingkan dengan diet atau berolahraga.

Obat antidepresan dan keinginan bunuh diri

suicidal thought
Salah satu efek obat antidepresan dapat meningkatkan keinginan bunuh diri

Ada banyak jenis obat antidepresan yang bisa meningkatkan risiko munculnya suicidal thought atau keinginan bunuh diri. Pada tahun 1990 lalu, peneliti dari Harvard melaporkan 6 pasien yang merasakan keinginan bunuh diri begitu intens sesaat setelah mengonsumsi obat antidepresan jenis Fluoxetine.

Kala itu, Fluoxetine baru mengantongi izin edar 2 tahun sebelumnya yaitu pada 1988. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat penyerapan serotonin.

Sempat mereda, isu ini kembali menuai sorotan ketika terjadi pada anak-anak. Pada tahun 2002, antidepresan mulai diresepkan untuk anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun.

Di tahun yang sama, ada beberapa laporan remaja yang berusaha mengakhiri hidup mereka ketika mengonsumsi obat antidepresan.

Dua tahun kemudian, Food and Drug Administration AS merilis meta-analysis yang melibatkan 11 obat antidepresan serta 4.500 anak-anak dan remaja. Hasilnya, risiko berpikir, berupaya, dan berencana melakukan bunuh diri memang meningkat.

Baca Juga

  • Spiritualitas Adalah Aspek Penting dalam Kehidupan, Apa Pengaruhnya untuk Kesehatan?
  • Mengenal Beberapa Penyebab Depresi yang Diyakini Para Ahli
  • Mengakhiri Hidup dengan Euthanasia, Bolehkah di Indonesia?

Temuan ini membuat siapapun yang mengonsumsi obat antidepresan serta orang-orang terdekatnya harus tahu betul risiko ini. Observasi dengan detail dan berkala untuk tahu apakah ada gejala yang memburuk hingga keinginan bunuh diri.

Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang efek obat antidepresan terhadap fisik dan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

mengatasi depresipenyebab depresibunuh diri

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved