Efek Negatif dan Risiko Penggunaan Aplikasi Cari Jodoh

Ada beberapa efek negatif penggunaan aplikasi cari jodoh atau aplikasi kencan, seperti masalah seksual hingga kriminalitas
Aplikasi cari jodoh memudahkan Anda mencari pasangan bahkan seks kasual, sehingga risiko IMS pun mungkin terjadi

Mencari pasangan hanya dengan geser kanan geser kiri, mungkin terasa menyenangkan dan menantang, bagi sebagian orang. Cukup log in dengan potret diri yang menarik, Anda bisa saja mendapatkan orang spesial dan teman kencan, dalam waktu yang amat singkat.

Ada begitu banyak aplikasi kencan atau aplikasi cari jodoh, yang sangat mudah untuk diunduh. Sayangnya, penggunaan aplikasi cari jodoh dan aplikasi kencan, bukannya tanpa efek negatif dan risiko. Risiko dan sisi gelap tersebut bermacam-macam, yang sudah banyak dibuktikan berdasarkan berbagai penelitian dan pemberitaan media.

Apa saja efek negatif dan risiko menggunakan aplikasi cari jodoh?

Risiko penggunaan aplikasi cari jodoh atau aplikasi kencan

Selain mencari pasangan hidup, banyak orang menggunakan aplikasi kencan, sebagai ajang untuk menemukan teman kencan dan seks kilat. Sehingga, hubungan seks berisiko pun kerap terjadi. Namun, tak hanya seks, efek negatif lain penggunaan aplikasi cari jodoh berpotensi mengganggu kondisi mental penggunanya, dan menjadi “celah” bagi tindak kejahatan.

Berikut sisi gelap dan risiko pemakaian aplikasi cari jodoh, yang harus Anda pahami dengan baik.

  • Infeksi menular seksual karena hubungan seks berisiko

Para ahli mencemaskan efek negatif penggunaan aplikasi cari jodoh, yang dapat meningkatkan infeksi menular seksual (IMS). Sebab, pengguna aplikasi-aplikasi ini sangat rentan dalam melakukan hubungan seks yang berisiko dan tidak aman.

Menghindari hubungan seks dengan orang yang baru Anda kenal, menjadi salah satu cara dalam mencegah infeksi menular seksual. Selain itu, selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.

  • Gangguan mental dan self-esteem rendah

Efek negatif lain yang dapat muncul, jika Anda tidak bijak dalam menggunakan aplikasi kencan yakni masalah psikologis dan harga diri atau self-esteem. Aplikasi cari jodoh sangat mungkin berefek negatif pada kondisi mental, khususnya jika Anda memiliki riwayat kondisi depresi maupun gangguan kecemasan.

Aplikasi kencan membuat penggunanya cenderung fokus pada hal-hal yang berada di permukaan, seperti bentuk tubuh dan penampilan wajah. Penolakan karena bentuk fisik calon pasangan yang tidak sesuai, juga kerap terjadi. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri, bahkan harga diri atau self-esteem seseorang, dan dapat berujung pada beragam gangguan mental.

Menurut penelitian dari University of North Texas, pengguna aplikasi kencan memiliki self-esteem dan psikososial yang lebih rendah daripada yang tidak menggunakan aplikasi ini.

Apabila Anda merasa tidak stabil secara mental, hindari penggunaan aplikasi kencan. Demikian pula halnya, jika tidak Anda merasa tidak mampu menerima penolakan dari orang lain.

  • Kejahatan seksual

Banyak pula pemberitaan yang menyebutkan adanya kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual, setelah berkenalan dengan seseorang dari aplikasi cari jodoh. Kasus ini terjadi di Tanah Air maupun luar negeri.

Tentu, korban tak bisa disalahkan atas kekerasan seksual yang dialami. Untuk meminimalisir kejahatan seksual, cobalah untuk melakukan kopi darat di tempat yang ramai. Pastikan Anda juga menggunakan aplikasi cari jodoh, yang menyediakan fitur keamanan.

  • Kriminalitas dan pembunuhan

Di samping isu seksualitas dan gangguan psikologis, efek negatif penggunaan aplikasi kencan dengan tidak hati-hati, berupa tindak kriminal. Karena bertemu dengan orang yang sama sekali baru dikenal, tentu Anda tak bisa memastikan jika orang tersebut memiliki maksud jahat atau buruk.

Misalnya, dikutip dari Kompas, Polresta Depok pernah menangkap seorang pria yang mencuri mobil teman kencannya, yang ia kenal dari sebuah aplikasi ternama. Selain itu, di berbagai tempat, banyak dilaporkan kasus pembunuhan setelah berkenalan dengan seseorang dari aplikasi kencan.

Jangan langsung menerima permintaan teman kencan Anda untuk bertemu di tempat sepi. Orang yang sama sekali baru dikenal, bagaimanapun juga, tidak bisa Anda percaya.

Catatan dari SehatQ

Aplikasi cari jodoh dapat membantu sebagian orang, untuk mendapatkan pasangan, bahkan sampai ke jenjang pernikahan. Namun, penting untuk diingat, aplikasi jenis ini memiliki efek negatif dan risiko. Risiko tersebut, mulai infeksi menular seksual, gangguan mental dan psikologis, hingga kriminalitas dan pembunuhan. Oleh karena itu, Anda mesti bijak dalam menggunakannya.

BBC. https://www.bbc.com/news/uk-england-47908690

Diakses pada 25 September 2019

 

Grid. https://www.grid.id/read/04896396/kenalan-di-aplikasi-tinder-mahasiswi-di-bandung-diperkosa-oleh-teman-barunya?

Diakses pada 25 September 2019

 

Kompas. https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/03/063000220/di-ghosting-hingga-dirampok-pengalaman-buruk-jalani-kencan-online

Diakses pada 25 September 2019

 

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/mental-health/a25934206/dating-apps-mental-health/

Diakses pada 25 September 2019

 

Ranker. https://www.ranker.com/list/tinder-murder-stories/

Diakses pada 25 September 2019

 

The Sidney Morning Herald. https://www.smh.com.au/lifestyle/life-and-relationships/swipe-match-marry-the-muslim-dating-app-20190510-p51m50.html

Diakses pada 25 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed