Efek Mabuk Lem Aibon, Bikin Halusinasi Hingga Koma

bila dihirup lem aibon bisa menyebabkan mabuk hingga meninggal
Lem aibon mengandung zat kimia berbahaya

Lem aibon kerap disalahgunakan oleh para anak jalanan untuk mendapatkan sensasi nge-fly atau mabuk. Padahal kegiatan yang sering dikenal dengan istilah ngelem atau menghirup lem ini memiliki efek yang sangat berbahaya.

Apa itu ngelem?

Mabuk lem atau ngelem adalah sebuah cara untuk mendapatkan sensasi ‘melayang’ atau dikenal dengan istilah nge-fly dengan menghirup aroma lem.

Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh para remaja atau anak-anak, khususnya sering dilakukan oleh anak jalanan, sebagai alternatif agar dapat mabuk.

Ngelem merupakan cara alternatif untuk mabuk yang lebih murah jika dibandingkan dengan membeli obat terlarang, seperti heroin, sabu, ganja dan narkotika jenis lainnya. Selain itu, lem yang digunakan untuk ngelem bisa didapatkan dengan mudah dan tidak mengundang kecurigaan orang lain. Salah satu lem yang paling populer digunakan oleh anak jalanan untuk ngelem adalah lem aibon.

Ketahui tanda-tanda orang gemar ngelem

Adapun beberapa tanda orang yang gemar mabuk lem adalah:

  • Bau bahan-bahan kimia di napas atau pada pakaiannya.
  • Bicara tidak jelas.
  • Perilaku mabuk atau linglung.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mudah marah.
  • Ruam di sekitar mulut yang dapat menyebar ke bagian tengah wajah.
  • Menyembunyikan benda-benda yang mungkin dapat disalahgunakan, seperti kain, pakaian, tas, atau wadah produk tertentu.

Lem aibon mengandung salah satu zat umum dalam kategori inhalansia

Inhalansia adalah berbagai produk yang dapat mengeluarkan uap kimia, yang bila dihirup, dapat menciptakan efek seperti mabuk atau halusinasi. Lem aibon adalah salah satu contohnya.

Zat inhalansia sendiri sebenarnya mudah ditemukan di sekitar kita. Selain lem aibon, beberapa contoh lainnya adalah:

  • Penghapus cat kuku.
  • Produk pembersih rumah tangga.
  • Cairan pengencer cat (thinner).
  • Cairan penghapus tinta pulpen.
  • Cat semprot.
  • Semir sepatu.

Bahaya efek ngelem yang patut diwaspadai

Ketika seseorang ngelem atau menghirup lem aibon, zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya akan masuk ke dalam aliran darah melalui paru-paru. Kemudian zat itu dialirkan dengan cepat ke otak dan organ-organ lewat pembuluh darah.

Hasilnya, sekilas si pengguna akan mendapatkan efek seperti seseorang yang mabuk minuman beralkohol. Misalnya, kesulitan bergerak, bicara tidak jelas, euforia (selama 15-45 menit), halusinasi, delusi, dan pusing. Namun, di saat yang sama ia sedang keracunan zat kimia berbahaya tadi.

Sayangnya, pelaku ngelem seringkali ketagihan sehingga memperpanjang durasi menghirup lem berulang kali, dalam waktu beberapa jam untuk mendapatkan sensasi “terbang” yang lebih lama. Jika terlalu banyak menghirup lem, pelaku akan mengantuk selama beberapa jam dan mengalami sakit kepala yang cukup lama. Pada beberapa kasus yang parah, pelaku bisa saja kehilangan kesadaran, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Risiko penyakit yang dapat terjadi akibat mabuk lem

Ngelem merupakan kegiatan yang sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Di samping itu, dalam kasus yang tidak merenggut nyawa, para pelakunya bisa mengalami kerusakan otak dan masalah pernapasan berat.

Berikut adalah risiko kondisi kesehatan yang dapat terjadi akibat menghirup lem:

1. Gagal pernapasan akut

Gagal pernapasan akut adalah salah satu kondisi fatal yang dapat terjadi akibat ngelem. Zat kimia yang terhirup tertinggal di paru-paru dan menghalangi organ pernapasan ini mengambil oksigen yang cukup dari darah. Tubuh pun menjadi lemas karena kekurangan oksigen.

Pada kasus yang lebih serius, tubuh dapat mengalami koma akibat kekurangan oksigen di luar batas normal.

2. Kerusakan otak

Menghirup lem dan zat inhalansia lainnya, yang mengandung toluena dan naftalena, dapat merusak selubung mielin. Mielin adalah selubung tipis di sekitar serabut saraf otak dan sistem saraf Anda.

Kerusakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi otak, serta menyebabkan masalah saraf yang mirip dengan kondisi multiple sclerosis.

3. Aritmia

Kandungan bahan kimia dalam lem aibon yang apabila dihirup kuat-kuat bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah aritmia.

Aritmia mengakibatkan jantung tidak dapat mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan optimal. Bahkan pada beberapa kasus, ritme abnormal bisa menyebabkan gagal jantung yang fatal. Kondisi ini dikenal pula sebagai sudden sniffing death syndrome (SSDS), yaitu sindrom kematian mendadak setelah menghirup lem. Bahayanya, hal ini bahkan bisa terjadi pada pertama kali seseorang mulai mencoba mabuk lem.

4. Kondisi kesehatan lainnya

Selain gagal pernapasan akut, kerusakan otak, dan aritmia, beberapa kondisi kesehatan lain yang dapat terjadi akibat mabuk lem, di antaranya termasuk:

  • Tersedak (karena sering muntah).
  • Kerusakan hati (liver).
  • Kerusakan ginjal.
  • Cedera, seperti jatuh atau kecelakaan.

Catatan dari SehatQ

Mabuk lem aibon dan jenis penggunaan inhalansia lainnya dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya, bahkan kematian.

Jika ada orang-orang di sekitar Anda yang kecanduan ngelem, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes neurologis, hingga terapi tertentu untuk mencegah kebiasaan mabuk lem aibon terjadi di kemudian hari.

Healthline. https://www.healthline.com/health/sniffing-glue
Diakses pada 30 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/tween-and-teen-health/in-depth/inhalant-abuse/art-20044510
Diakses pada 30 Oktober 2019

National Institute on Drug Abuse. https://www.drugabuse.gov/publications/research-reports/inhalants/how-are-inhalants-used
Diakses pada 30 Oktober 2019

National Institute on Drug Abuse. https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/inhalants
Diakses pada 30 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed