logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Efek Krim Dokter Bikin Ketergantungan Saat Berhenti Menggunakan, Benar Demikian?

open-summary

Efek krim dokter sering kali dikeluhkan bisa membuat ketergantungan. Faktanya, tidak ada istilah ketergantungan karena krim racikan dokter yang dibuat sudah sesuai dengan dosis dan masalah kulit. Pada beberapa kasus, efek samping cream dokter bisa terjadi akibat kandungan tertentu di dalamnya.


close-summary

18 Mar 2021

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Efek krim dokter berupa ketergantungan sebenarnya tidak ada

Banyak perempuan yang menggunakan krim racikan dokter tertentu untuk mengatasi berbagai masalah kulit

Table of Content

  • Apakah benar efek krim dokter bisa membuat ketergantungan?
  • Efek samping cream dokter yang mungkin terjadi
  • Bagaimana cara mencegah efek samping penggunaan krim racikan dokter?
  • Catatan dari SehatQ

Banyak perempuan yang menggunakan krim racikan dokter tertentu untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat hingga wajah kusam. Namun, tak sedikit yang mengeluhkan munculnya efek krim dokter saat berhenti menggunakannya.

Advertisement

Bahkan, beberapa orang merasa kondisi kulit yang semula membaik, jadi semakin parah apabila berhenti menggunakan cream wajah dari dokter. 

Kondisi itulah yang kemudian dianggap mereka sebagai efek ketergantungan menggunakan krim dokter.

Lantas, apakah krim racikan dokter bisa membuat ketergantungan sehingga penggunaannya tidak boleh dihentikan? Cari tahu jawabannya dalam artikel berikut ini.

Apakah benar efek krim dokter bisa membuat ketergantungan?

Efek krim dokter sebenarnya tidak membuat ketergantungan
Tidak ada efek ketergantungan akibat penggunaan krim dokter 

Sebenarnya, tidak ada istilah yang namanya ketergantungan sebagai efek krim dokter.

Krim racikan dokter atau produk skincare resep dari dokter umumnya mengandung bahan aktif tertentu yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah kulit yang Anda alami.

Misalnya, benzoil peroksida, asam salisilat, azelaic acid, atau krim antibiotik untuk mengobati jerawat dan bekasnya, krim retinoid untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, atau kandungan bahan aktif lainnya yang berfungsi mencerahkan kulit.

Pada dasarnya, ketika Anda berhenti menggunakan krim racikan dari dokter, bukan hal yang aneh apabila kulit justru kembali kering, kusam, bahkan, berjerawat, seperti kondisi awal tidak memakai krim dokter.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti tanda ketergantungan efek krim dokter.

Munculnya kulit kering, kusam, bahkan berjerawat, seperti kondisi awal tidak memakai krim dokter, bisa jadi karena Anda tidak melakukan rangkaian perawatan kulit menggunakan produk skincare lainnya yang dijual bebas.

Efek krim dokter sering kali dikeluhkan oleh beberapa orang
Krim racikan dokter disesuaikan dengan masalah kulit Anda

Efek krim dokter sejatinya tidak akan terjadi apabila Anda memilih dokter spesialis kulit yang tepat.

Sebab, dokter spesialis kulit terpercaya tidak akan sembarangan dalam melakukan diagnosis dan meresepkan krim wajah untuk Anda.

Dokter justru meresepkan krim racikan sesuai dosis dan rentang waktu penggunaan yang tepat, sehingga Anda tahu kapan harus berhenti menggunakannya.

Menurut seorang ahli dermatologi dari Westlake Dermatology, bila Anda mematuhi aturan cara pakai krim racikan dokter dengan benar, niscaya efek samping krim dokter berupa ketergantungan tidak terjadi.

Efek krim dokter ketergantungan bisa terjadi bila menggunakan krim steroid
Penggunaan krim steroid harus sesuai anjuran dokter kulit

Meski demikian, pada beberapa kasus, ketergantungan sebagai efek krim dokter bisa terjadi akibat penggunaan krim wajah tertentu, seperti steroid.

Steroid biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan dan kulit gatal pada pasien yang mengalami ruam, eksim, dermatitis, dan infeksi kulit lainnya.

Jika sewaktu-waktu penggunaan krim racikan dokter yang mengandung steroid dihentikan, maka kondisi kulit meradang, kering, dan terasa gatal bisa saja kambuh kembali.

Oleh sebab itu, penggunaan krim steroid tidak boleh sembarangan karena harus sesuai dengan resep dokter.

Efek samping cream dokter yang mungkin terjadi

Efek krim dokter memang tidak dapat menimbulkan ketergantungan apabila mengikuti petunjuk dari dokter.

Namun, penggunaan krim wajah dengan kandungan tertentu bisa saja menimbulkan efek samping, seperti:

1. Purging

Efek krim dokter bisa menyebabkan muncul jerawat
Purging bisa muncul akibat efek samping cream dokter

Salah satu efek samping cream dokter yang mungkin terjadi adalah purging. Purging adalah proses pembersihan sel kulit mati.

Purging sering kali terjadi pada fase awal penggunaan krim racikan dokter atau fase pergantian produk skincare yang biasa Anda gunakan ke produk baru.

Nantinya, sel kulit baru akan menggantikan sel kulit mati sehingga kulit Anda akan terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Namun, sebelum sel kulit baru yang sehat naik ke permukaan, zat lain, seperti minyak, akan muncul terlebih dulu.

Minyak inilah yang berisiko menyumbat pori-pori sehingga timbul bruntusan atau jerawat berukuran kecil yang terasa nyeri saat disentuh.

Anda bisa mengalami purging atau bruntusan akibat penggunaan krim racikan dokter yang mengandung AHA, asam salisilat, retinoid, retinol, retinyl palmitate, tazarotene, vitamin C, hingga benzoil peroksida.

Baca Juga: Cara Mengatasi Wajah Bruntusan Akibat Produk Skincare

2. Kulit kering dan mengelupas

Kulit kering dan mengelupas sebagai efek krim dokter
Krim wajah dari dokter bisa membuat kulit kering dan mengelupas

Efek samping cream dokter yang mungkin terjadi berikutnya bisa jadi karena kandungan retinoid atau retinol di dalamnya.

Retinoid dan retinol kerap diresepkan dokter untuk mengobati jerawat dan mengurangi kerutan.

Namun, penggunaan keduanya bisa menyebabkan kulit wajah kering dan mengelupas, terutama di area hidung dan mulut.

Di samping itu, penggunaan krim racikan dokter lainnya, seperti benzoil peroksida yang berfungsi melawan bakteri penyebab jerawat, sulfat (sejenis antibiotik), dan asam salisilat juga dapat menyebabkan kulit wajah kering dan mengelupas.

Kondisi tersebut bisa terjadi apabila Anda memiliki kulit wajah yang cukup sensitif.

Baca Juga: Kenapa Kulit Wajah Mengelupas Setelah Memakai Cream?

Kulit terasa perih, iritasi, sensasi rasa terbakar, warna kulit tidak merata, hingga penipisan kulit juga mungkin terjadi sebagai efek samping cream dokter.

Jika demikian hal yang Anda alami, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagaimana cara mencegah efek samping penggunaan krim racikan dokter?

Jika Anda menggunakan krim racikan dokter, sebaiknya tidak perlu khawatir akan efek samping ketergantungan yang mungkin ditimbulkan.

Pasalnya, krim racikan dokter sudah cukup aman dan disesuaikan dengan masalah kulit Anda sehingga tidak menimbulkan efek ketergantungan.

Namun, apabila sewaktu-waktu Anda mengalami efek krim dokter yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis dan kandungan krim racikan yang lebih cocok di kulit Anda.

Konsultasi dengan dokter juga diperlukan apabila krim wajah yang diresepkan sudah habis.

Dengan demikian, dokter bisa mengevaluasi kondisi kulit Anda dan merekomendasikan perawatan kulit lainnya yang sesuai.

Misalnya, apakah Anda masih perlu melanjutkan penggunaan krim racikan dokter, atau boleh mencoba produk skincare yang dijual bebas di pasaran.

Begitu pula halnya bila Anda merasa kulit sudah membaik dan ingin lepas dari krim dokter.

Selalu konsultasikan dengan dokter untuk membantu meminimalisir efek samping cream dokter yang mungkin terjadi pada kulit setelah menghentikannya.

Dokter juga akan merekomendasikan cara merawat kulit setelah lepas krim dokter yang tepat sesuai kondisi kulit Anda.

Baca Juga: Ciri-Ciri Tidak Cocok Memakai Cream Wajah, Apa Saja?

Catatan dari SehatQ

Efek krim dokter tidak dapat menimbulkan ketergantungan.

Hal ini karena krim racikan dokter sudah cukup aman dan disesuaikan dengan masalah kulit yang Anda alami.

Selalu konsultasikan dengan dokter spesialis kulit selama Anda menggunakan krim dokter agar terhindar dari efek samping cream wajah.

Jika masih punya pertanyaan seputar efek krim dokter lebih lanjut, tanyakan langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Caranya, download sekarang melalui App Store dan Google Play.

Baca Juga

  • Mengenal Fungsi Butylene Glycol dalam Skincare dan Efek Sampingnya
  • Coba Overnight Mask, Paling Optimal Bekerja Pukul 10 Malam Hingga 2 Pagi
  • Manfaat Sabun Pepaya untuk Wajah dan Risiko Efek Sampingnya

Advertisement

kulit sehatperawatan kulitkesehatan kulitkulit dan kecantikankulit keriputperawatan wajah

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved