Efek Ekstasi Dapat Menurunkan Kemampuan Berkendara Secara Signifikan

Efek ekstasi bisa menimbulkan kerugian jangka pendek sekaligus panjang.
Salah satu efek ekstasi yang mengerikan ialah membuat penggunanya kejang-kejang.

Sekitar tujuh orang yang sedang bersepeda di Sudirman, Jakarta, pada Sabtu (28/12) menjadi korban, setelah ditabrak mobil. Pelaku yang mengendarai mobil itu diketahui merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS). Pelaku mengaku mengonsumsi ekstasi, sebelum insiden itu terjadi. Sejauh apa efek ekstasi?

Jangka pendek efek ekstasi

Methylenedioxymethamphetamine (MDMA), atau yang lebih dikenal dengan nama ekstasi, masuk dalam kategori narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Ekstasi berasal dari amfetamin. Narkoba jenis ini kerap disalahgunakan untuk menstimulasi mental, mengurangi rasa cemas, hingga meningkatkan persepsi sensori.

Padahal, efeknya sangat berbahaya bagi tubuh. Narkoba dalam bentuk pil maupun serbuk ini, bisa menimbulkan efek halusinasi. Salah satunya, menimbulkan perasaan terlalu senang, bahkan tidak merasakan lelah seharian penuh.

Efek ekstasi bahkan bisa muncul hanya dalam satu jam setelah digunakan. Setelah itu, efek ekstasi akan bertahan hingga enam jam lamanya.

Sesaat setelah dikonsumsi, efek ekstasi akan bekerja dalam tubuh, dengan cara meningkatkan produksi serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Ketiganya adalah neurotransmiter otak, yang memengaruhi suasana hati, pola tidur, dan nafsu makan.

Beberapa efek ekstasi yang tak kalah berbahayanya di bawah ini, bahkan juga bisa muncul:

  • Insomnia, gelisah, cepat marah, dan cemas
  • Berkeringat, haus, dan mual
  • Impulsif
  • Denyut jantung berdetak cepat
  • Tekanan darah meningkat
  • Suhu tubuh naik
  • Kejang-kejang
  • Tremor

Saat beberapa efek ekstasi di atas muncul, banyak bahaya yang mengancam nyawa. Terutama saat penggunanya melakukan aktivitas fisik, seperti berjoget dengan semangat di klub malam.

Beberapa hal di atas itu, dapat menyebabkan gagal jantung, hati dan ginjal, hingga kematian.

Jangka panjang efek ekstasi

Selain menimbulkan efek jangka pendek, ekstasi juga bisa merugikan kehidupan penggunanya, hingga waktu yang lama. Jangka panjang efek ekstasi, meliputi beberapa hal di bawah ini:

  • Kecanduan
  • Psikosis (gejala umum penyakit jiwa), seperti paranoia dan halusinasi
  • Perubahan pada struktur dan fungsi otak
  • Berkurangnya kemampuan berpikir dan motorik
  • Hilang ingatan
  • Perilaku menjadi agresif (cenderung melakukan tindak kekerasan)
  • Suasana hati yang terganggu
  • Timbulnya masalah kesehatan gigi
  • Turunnya berat badan

Penyalahgunaan ekstasi bisa menguras kadar serotonin dalam otak. Rendahnya kadar serotonin ini berakibat pada gangguan psikologis dan gangguan kognitif dalam jangka panjang. Bahkan ketika pemakaian ekstasi sudah dihentikan.

Bahan ekstasi yang tidak dikenal, termasuk kokain palsu

Sebuah studi yang dirilis dalam Journal of Psychopharmacology menemukan bahwa hanya sekitar 60% methylenedioxymethamphetamine saja yang ditemukan di dalam pil ekstasi. Selebihnya, banyak sekali zat-zat tak dikenal, seperti kokain palsu.

Maka dari itu, penyalahgunaan ekstasi sangatlah berbahaya. Sebab, para penggunanya tidak tahu berbagai zat di dalamnya, dan reaksi tubuh setelahnya. Selain itu, efek ekstasi bisa lebih berbahaya jika penggunanya juga mengonsumsi alkohol atau obat-obatan lainnya.

Catatan dari SehatQ

Untuk hidup yang lebih sehat dan dijauhi dari penyakit, jangan sekali-kali menyentuh narkoba jenis apapun, termasuk ekstasi. Efek ekstasi yang sangat mengerikan itu, bisa mengancam nyawa Anda dan orang-orang di sekitar. Belum lagi konsekuensi hukum yang menghadang Anda.

Detik. https://news.detik.com/berita/d-4838765/polisi-sebut-pns-yang-tabrak-pesepeda-konsumsi-ekstasi
Diakses pada 30 Desember 2019

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-are-the-effects-of-ecstasy-mdma-63095
Diakses pada 30 Desember 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/drugs-ecstasy.html
Diakses pada 30 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/297064.php#adverse_effects_and_risks
Diakses pada 30 Desember 2019

National Institute on Drug Abuse. https://drugabuse.com/ecstasy/effects-use/
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed