Edema Anasarka, Saat Seluruh Tubuh Bengkak Karena Penyakit

Edema anasarka adalah pembengkakan yang terjadi dari ujung kepala hingga kaki
Pada edema anasarka, pembengkakan terjadi di seluruh tubuh

Edema adalah istilah medis untuk pembengkakan. Kondisi ini bisa terjadi karena penumpukan cairan dan garam berlebih dan bisa terjadi di beberapa bagian tubuh seperti kaki, tangan, hingga wajah. Pada edema anasarka, pembengkakan tidak hanya terjadi di salah satu anggota tubuh, tapi secara keseluruhan, atau merata di seluruh tubuh.

Saat seseorang mengalami edema anasarka itu tandanya penyakit yang dideritanya sudah cukup parah. Tidak jarang, kondisi ini menandakan bahwa beberapa organ tubuh sudah sangat rusak.

Penyebab edema anasarka

Edema anasarkan bisa disebabkan oleh banyak kondisi. Sebagian kasus merupakan hal yang umum terjadi, tapi ada juga yang menjadi kondisi langka. Lebih lanjut, berikut ini penjelasannya untuk Anda.

1. Penyakit ginjal

Saat ginjal tidak bisa menjalani fungsinya dengan baik seperti gagal ginjal, maka cairan berlebih di tubuh jadi tidak bisa keluar. Hal ini bisa menyebabkan pembengkakan berlebih.

2. Sirosis hati

Sirosis hati bisa terjadi karena kondisi gagal hati. Sementara itu, penyakit hati sendiri bisa menyebabkan perubahan pada hormon yang mengatur sirkulasi cairan di tubuh. Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan cairan bocor ke jaringan yang tidak seharusnya.

3. Malnutrisi

Malnutrisi, terutama apabila seseorang kekurangan kadar protein di tubuhnya, bisa menyebabkan cairan menumpuk di jaringan. Pada kasus malnutrisi yang parah, edema anarsaka bisa terjadi.

4. Gangguan fungsi jantung

Saat otot jantung tidak bisa bekerja dengan baik, maka peredaran darah di tubuh pun akan terganggu. Sebab jika jantung tidak bisa memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, maka darah akan menumpuk di jaringan-jaringan tertentu, dan akhirnya menyebabkan pembengkakan.

5. Reaksi alergi

Saat seseorang mengalami alergi, pembengkakan bisa terjadi di beberapa organ tubuh. Pada kondisi yang parah, pembengkakan berisiko muncul pada seluruh tubuh.

6. Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat bisa menimbulkan reaksi yang cukup ekstrem pada orang tertentu. Contohnya adalah docetaxel yang merupakan obat kemoterapi. Obat ini bisa menyebabkan kondisi yang disebut sebagai capillary leak syndrome atau bocornya pembuluh darah sehingga darah menyebar ke jaringan yang tidak seharusnya.

Obat darah tinggi berjenis dihydropyridine calcium channel blocker, seperti amlodipine juga mungkin menimbulkan efek samping pembengkakan ekstrim ini.

7. Pemberian cairan infus berlebihan

Infus biasa diberikan pada orang-orang yang dirawat di rumah sakit. Namun pada beberapa kasus, tubuh pasien tidak bisa beradaptasi dengan cairan tambahan yang diberikan ini. Hasilnya, cairan infus menumpuk di jaringan dan menyebabkan edema anarsaka.

Gejala edema anasarka

Kebanyakan kasus edema hanya terjadi pada satu atau dua anggota tubuh. Namun pada edema anasarka, pembengkakan terjadi di seluruh tubuh dan sifatnya parah. Orang yang mengalami kondisi ini, akan terlihat sangat-sangat bengkak dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.

Selain pembengkakan, berikut ini beberapa gejala yang juga akan dialami orang yang mengalaminya.

  • Kulit akan terlihat cekung bila ditekan dan tidak kembali ke bentuk semula setelah tekanan dilepaskan.
  • Tekanan darah tinggi atau justru sangat rendah
  • Detak jantung cepat atau justru lambat
  • Terjadi kegagalan fungsi organ, terutama hati dan ginjal

Orang yang mengalami edema anasarka bisa kesulitan untuk bergerak karena anggota tubuhnya membesar tak terkendali. Bahkan, kondisi ini akan membuat penderitanya sulit melihat, karena wajahnya membengkak hingga menutupi mata.

Pada beberapa kasus, edema jenis ini adalah kondisi gawat darurat terutama jika disertai dengan sesak napas dan nyeri dada. Jadi, penderita penyakit tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Edema anasarka bisa disembuhkan

Perawatan untuk kondisi ini bisa berbeda tiap orangnya tergantung dari penyebab awalnya. Namun sebagai langkah awal, dokter mungkin akan melakukan perawatan dengan memberikan obat diuretik yang akan memicu pengeluaran cairan berlebih di tubuh melalui urine.

Selain menjalani perawatan dari dokter, Anda juga bisa melakukan langkah perawatan sendiri di rumah untuk membantu mempercepat penyembuhan seperti berikut ini.

  • Aktif bergerak untuk membantu memompa cairan berlebih kembali ke jantung.
  • Memijat area tubuh dengan gerakan yang mengarah ke jantung
  • Mengurangi konsumsi garam, karena garam bisa menghambat penyerapan cairan di tubuh.

Pada sebagian besar kasus, kondisi ini bisa sembuh sepenuhnya. Setelah perawatan selesai, dokter bisa memeberikan perawatan lanjutan untuk mencegah edema anarsaka kembali terjadi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/anasarca
Diakses pada 30 April 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=197957
Diakses pada 30 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320906#treatment
Diakses pada 30 April 2020

Artikel Terkait