Ebola Kembali Merebak di Afrika, Indonesia Tidak Terancam

(0)
18 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Virus Ebola kembali marak di Kongo, tapi kecil kemungkinannya untuk menyebar hingga IndonesiaVirus Ebola sangatlah mematikan dan bisa menular, melalui kontak langsung dengan penderita.
Kasus Ebola pernah merebak pada tahun 2014, hingga ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Tahun ini, penyebaran penyakit tersebut kembali terjadi. Setelah memakan korban sebanyak 1.400 orang di Kongo, penyakit ini kembali menyebar ke negara tetangganya, Uganda.Di Uganda, sudah ada dua korban jiwa akibat Ebola. Meski korban yang berjatuhan sudah banyak, WHO belum mengumumkan kejadian ini sebagai kegawatdaruratan global.

Ebola Menyebar di Kongo, Bagaimana Risikonya di Indonesia?

Hingga saat ini, negara-negara yang paling berisiko terkena penyebaran virus mematikan ini adalah negara tetangga dari Republik Demokratik Kongo, yaitu Uganda, Rwanda, dan Burundi.Dilansir dari Scinece Mag, di Uganda, dua orang yang meninggal dunia akibat Ebola, adalah seorang anak dan neneknya, yang baru saja pulang dari Kongo. Nenek tersebut diketahui menderita Ebola dan baru saja meninggal dunia akibat penyakit ini.Dalam hal ini, terlihat bahwa jarak memang berperan sebagai faktor yang mempermudah penyebaran penyakit ini. Lalu, apakah hal ini membuat Indonesia yang berjarak sangat jauh dari benua Afrika, kemudian benar-benar terbebas dari ancaman Ebola?Jawabannya, tidak. Memang, hingga saat ini belum pernah ada laporan terkait penyakit Ebola di Indonesia. Namun, risiko menyebarnya penyakit ini ke Indonesia, bukan sama sekali tidak ada, melainkan berada pada kemungkinan yang sangat rendah.Sebab, Kongo yang saat ini telah menjadi daerah rawan Ebola, merupakan wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Selain itu, di negara lain sekitarnya pun, belum pernah ada kasus Ebola yang dilaporkan. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa belum ada kasus Ebola yang terkonfirmasi di Indonesia.

Sejarah penyebaran penyakit Ebola

Penyakit Ebola disebabkan oleh virus yang sangat mematikan, dan ditemukan pertama kali pada tahun 1976 di benua Afrika bagian tengah. Pada waktu itu, penggunaan jarum suntik di rumah sakit di Kongo (dahulu bernama Zaire), tidak dilakukan secara steril.Para tenaga kesehatan di daerah yang menjadi lokasi menyebarnya Ebola, menggunakan 5 jarum suntik untuk 300-600 pasien per harinya. Kontak langsung dengan darah yang terkontaminasi pasien yang terinfeksi Ebola, penggunaan ulang jarum suntik, dan teknik perawatan yang tidak baik menjadi jalan awal tersebarnya virus mematikan itu di Kongo.Selain kontak langsung dengan darah penderita, Ebola juga dapat menyebar melalui:
  • Cairan tubuh lain seperti air liur, keringat, air seni, ASI, sperma, muntah, hingga tinja
  • Kontak dengan hewan yang membawa virus Ebola, termasuk kelelawar buah atau primata, seperti monyet dan kera
Saat seseorang tertular virus ini, maka ia tidak akan langsung mengalami gejala. Masa inkubasi virus ebola sendiri bisa bervariasi mulai dari 2-21 hari dengan rata-rata 8-10 hari. Masa inkubasi adalah periode sejak virus pertama kali menginfeksi tubuh hingga gejala pertama kali muncul. Pada fase ini, virus ini belum bisa ditularkan antarmanusia. Virus baru menular, saat gejala sudah mulai muncul. Gejala yang bisa muncul saat seseorang terinfeksi ebola antara lain:
  • Demam
  • Pusing
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Muntah
  • Mudah berdarah tanpa sebab yang jelas
  • Lemas
  • Sakit perut
Jika harus bepergian ke negara terjangkit Ebola, sebaiknya Anda menundanya terlebih dahulu. Apabila tidak memungkinkan, maka Anda perlu benar-benar mempersiapkan perlindungan diri, agar tidak terinfeksi virus mematikan ini, saat tiba di tempat tujuan.Hindari kontak langsung dengan penderita maupun jenazah penderita Ebola. Gunakan alat pelindung diri sesuai dengan standar medis yang telah ditetapkan. Anda juga disarankan untuk mendapatkan vaksinasi, sebelum bepergian ke negara yang rawan Ebola.

Catatan dari SehatQ

Sejauh ini, belum pernah ada laporan mengenai infeksi Ebola di Indonesia. Penyakit mematikan ini, saat ini baru menyebar di negara-negara benua Afrika dan sangat jarang terjadi di Asia, terutama Asia Tenggara. Meski begitu, Anda tetap perlu mewaspadai penyakit ini dengan tidak bepergian ke negara-negara yang terjangkit Ebola. Sebab, penularan virus ini bisa terjadi dengan cukup mudah melalui darah atau cairan tubuh. 
infeksi virusebola
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-ebola-pve-evd/#Situasi_di_Indonesia
Diakses pada 17 Juni 2019
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/history/summaries.html
Diakses pada 17 Juni 2019
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/transmission/index.html
Diakses pada 17 Juni 2019
Science Mag. https://www.sciencemag.org/news/2019/06/who-unexpectedly-declines-again-call-ebola-outbreak-global-emergency
Diakses pada 17 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait