Ebola Kembali Merebak di Afrika, Indonesia Tidak Terancam

Virus Ebola kembali marak di Kongo, tapi kecil kemungkinannya untuk menyebar hingga Indonesia
Virus Ebola sangatlah mematikan dan bisa menular, melalui kontak langsung dengan penderita.

Kasus Ebola pernah merebak pada tahun 2014, hingga ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Tahun ini, penyebaran penyakit tersebut kembali terjadi. Setelah memakan korban sebanyak 1.400 orang di Kongo, penyakit ini kembali menyebar ke negara tetangganya, Uganda.

Di Uganda, sudah ada dua korban jiwa akibat Ebola. Meski korban yang berjatuhan sudah banyak, WHO belum mengumumkan kejadian ini sebagai kegawatdaruratan global.

[[artikel-terkait]]

Ebola Menyebar di Kongo, Bagaimana Risikonya di Indonesia?

Hingga saat ini, negara-negara yang paling berisiko terkena penyebaran virus mematikan ini adalah negara tetangga dari Republik Demokratik Kongo, yaitu Uganda, Rwanda, dan Burundi.

Dilansir dari Scinece Mag, di Uganda, dua orang yang meninggal dunia akibat Ebola, adalah seorang anak dan neneknya, yang baru saja pulang dari Kongo. Nenek tersebut diketahui menderita Ebola dan baru saja meninggal dunia akibat penyakit ini.

Dalam hal ini, terlihat bahwa jarak memang berperan sebagai faktor yang mempermudah penyebaran penyakit ini. Lalu, apakah hal ini membuat Indonesia yang berjarak sangat jauh dari benua Afrika, kemudian benar-benar terbebas dari ancaman Ebola?

Jawabannya, tidak. Memang, hingga saat ini belum pernah ada laporan terkait penyakit Ebola di Indonesia. Namun, risiko menyebarnya penyakit ini ke Indonesia, bukan sama sekali tidak ada, melainkan berada pada kemungkinan yang sangat rendah.

Sebab, Kongo yang saat ini telah menjadi daerah rawan Ebola, merupakan wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Selain itu, di negara lain sekitarnya pun, belum pernah ada kasus Ebola yang dilaporkan.

Sejarah penyebaran penyakit Ebola

Penyakit Ebola disebabkan oleh virus yang sangat mematikan, dan ditemukan pertama kali pada tahun 1976 di benua Afrika bagian tengah. Pada waktu itu, penggunaan jarum suntik di rumah sakit di Kongo (dahulu bernama Zaire), tidak dilakukan secara steril.

Para tenaga kesehatan di daerah yang menjadi lokasi menyebarnya Ebola, menggunakan 5 jarum suntik untuk 300-600 pasien per harinya. Kontak langsung dengan darah yang terkontaminasi pasien yang terinfeksi Ebola, penggunaan ulang jarum suntik, dan teknik perawatan yang tidak baik menjadi jalan awal tersebarnya virus mematikan itu di Kongo.

Selain kontak langsung dengan darah penderita, Ebola juga dapat menyebar melalui:

  • Cairan tubuh lain seperti air liur, keringat, air seni, ASI, sperma, muntah, hingga tinja
  • Kontak dengan hewan yang membawa virus Ebola, termasuk kelelawar buah atau primata, seperti monyet dan kera

Saat seseorang tertular virus ini, maka tanda dan gejalanya tidak akan langsung muncul. Pada fase ini, virus ini belum bisa ditularkan antarmanusia. Virus baru menular, saat gejala sudah mulai muncul.

Jika harus bepergian ke daerah yang rawan infeksi Ebola, sebaiknya Anda menundanya terlebih dahulu. Apabila tidak memungkinkan, maka Anda perlu benar-benar mempersiapkan perlindungan diri, agar tidak terjangkit virus mematikan ini, saat tiba di tempat tujuan.

Hindari kontak langsung dengan penderita maupun jenazah penderita Ebola. Gunakan alat pelindung diri, sesuai dengan standar medis yang telah ditetapkan. Anda juga disarankan untuk mendapatkan vaksinasi, sebelum bepergian ke negara yang rawan Ebola.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-ebola-pve-evd/#Situasi_di_Indonesia
Diakses pada 17 Juni 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/history/summaries.html
Diakses pada 17 Juni 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/transmission/index.html
Diakses pada 17 Juni 2019

Science Mag. https://www.sciencemag.org/news/2019/06/who-unexpectedly-declines-again-call-ebola-outbreak-global-emergency
Diakses pada 17 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed