Dua Kali Lebih Berserat dari Kentang, Jangan Lewatkan Manfaat Talas Ungu

Talas ungu memiliki beragam manfaat menyehatkan
Talas ungu sering juga disebut taro

Talas ungu bukan makanan yang asing bagi orang Indonesia. Olahannya pun tak hanya dikonsumsi setelah direbus saja, tapi menjadi perasa banyak menu makanan dan minuman dengan nama “taro”. Rasanya manis dengan tekstur seperti kentang. Kelebihannya lagi, talas ungu adalah sumber serat dan nutrisi yang bermanfaat.

Kandungan nutrisi talas ungu

Dalam 132 gram atau satu cangkir talas ungu, kandungan nutrisinya adalah:

  • Serat: 6,7 gram
  • Mangan: 30% AKG
  • Vitamin B6: 22% AKG
  • Vitamin E: 19% AKG
  • Potasium: 18% AKG
  • Vitamin C: 11% AKG
  • Fosfor: 10% AKG
  • Magnesium: 10% AKG

Dengan kandungan nutrisi seperti di atas, artinya mengonsumsi talas ungu bisa menjadi sumber serat, potasium, dan magnesium. Tak hanya itu, talas ungu yang kaya akan serat juga membuat rasa kenyang lebih lama dan bisa jadi pilihan menu sarapan.

Manfaat talas ungu untuk kesehatan

Beberapa manfaat talas ungu untuk kesehatan di antaranya:

1. Mengendalikan kadar gula darah

Meskipun talas ungu termasuk dalam sayuran pati, karbohidratnya bermanfaat dalam mengendalikan kadar gula darah karena mengandung serat dan resistant starch yang baik untuk pencernaan. Selain itu, serat juga merupakan jenis karbohidrat yang tidak terserap sehingga tidak berdampak pada kadar gula darah.

Menurut penelitian, konsumsi 42 gram serat per hari dapat menurunkan kadar gula darah hingga 10 mg/dl pada penderita diabetes tipe 2. Dengan demikian, talas ungu bisa jadi pilihan karbohidrat yang tetap aman untuk kadar gula darah.

2. Mengurangi risiko penyakit jantung

Masih berkat kandungan seratnya yang unik, talas ungu bisa mencegah seseorang terkena penyakit jantung. Dalam sebuah riset, tambahan 10 gram serat per hari bisa menurunkan risiko seseorang meninggal akibat penyakit jantung hingga 17%.

Terlebih, talas ungu mengandung lebih dari 6 gram serat per sajian 132 gram, dua kali lipat dari kentang. Karbohidrat resistant starch dalam talas ungu juga menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

3. Kandungan antikanker

Talas ungu mengandung polifenol yang bisa mengurangi risiko seseorang menderita kanker. Jenis polifenol dalam talas ungu adalah quercetin, sama seperti yang ada di buah apel, teh, dan bawang. Dalam uji laboratorium, quercetin bisa membunuh sel kanker dan mencegah berkembangnya sel kanker tertentu.

Tak hanya itu, talas ungu juga mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat radikal bebas, termasuk menyebabkan kanker. Penelitian tentang keterkaitan hal ini masih terus berlangsung.

4. Membantu turunkan berat badan

Talas ungu juga bisa jadi pilihan bagi yang sedang menjalani diet untuk mencapai berat badan ideal. Menurut penelitian, orang yang banyak mengonsumsi serat akan memiliki berat badan dan lemak tubuh lebih rendah. Alasannya, serat membuat proses cerna lebih lama dan orang menjadi lebih kenyang.

Dengan demikian, ketika seseorang merasa kenyang lebih lama maka risiko terlalu banyak mengonsumsi kalori pun berkurang. Selain itu, ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen dengan kandungan 24 gram resistant starch akan mengonsumsi kalori 6% lebih sedikit.

5. Baik untuk pencernaan

Masih berkat kandungan seratnya, talas ungu baik untuk sistem pencernaan. Ketika tubuh tidak menyerap karbohidrat dari talas ungu karena sifatnya yang resistant starch, makanan ini bisa langsung ke usus besar dan memberi asupan bagi bakteri baik di pencernaan.

Ketika bakteri baik ini melakukan fermentasi serat talas ungu, akan terbentuk rantai asam lemak pendek yang menutrisi dinding usus agar tetap sehat. Hal ini juga bisa mencegah seseorang menderita penyakit radang usus hingga kanker usus.

Talas ungu mudah diolah

Dengan berbagai manfaat talas ungu untuk kesehatan, sayang sekali jika melewatkan karbohidrat satu ini. Terlebih, talas ungu mudah ditemukan dan diolah. Bisa menjadi olahan minuman, roti, kue, kripik, atau dicampur dalam sup.

Namun ingat talas ungu harus diolah hingga matang sebelum dikonsumsi. Jika masih mentah, ada kandungan protease dan oxalate, zat kimia yang bisa menyebabkan sensasi terbakar di mulut. Lewat proses masak, substansi ini tidak lagi aktif.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/taro-root-benefits#section7

Diakses 26 April 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0899900704003041

Diakses 26 April 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/407586-nutritional-benefits-of-taro/

Diakses 26 April 2020

Artikel Terkait