Meski mungkin terkesan kurang memuaskan secara seksual, teknik dry humping tak ada salahnya dicoba. Intinya adalah saling bercumbu atau menggesekkan kelamin tanpa penetrasi.
Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri
31 Agt 2021
Dry humping bersama pasangan
Table of Content
Meski mungkin terkesan kurang memuaskan secara seksual, teknik dry humping tak ada salahnya dicoba. Ini bisa jadi salah satu selingan aktivitas seksual bersama pasangan. Intinya adalah saling bercumbu atau menggesekkan kelamin tanpa penetrasi.
Advertisement
Istilah lain untuk dry humping adalah petting. Meskipun tidak ada risiko terjadi kehamilan, jangan salah. Infeksi menular seksual tetap bisa terjadi sebagai salah satu bahaya dry humping.
Dalam melakukan dry humping, tidak ada aturan baku harus melakukan ini dan itu. Sebab, semuanya terserah kepada Anda dan pasangan. Mulai dari seberapa banyak pakaian yang dikenakan, durasinya, tekniknya, posisi, dan banyak lagi.
Inilah yang membuat dry humping, bahwa tak ada salah dan benar di dalamnya. Intinya adalah saling memberikan kepuasan dengan cara menggesekkan alat kelamin sehingga mendapat kepuasan.
Gesekan pun tak harus terjadi antara penis dan vagina – atau sesuai dengan kelamin masing-masing saja – namun bisa juga dengan anggota tubuh lainnya. Contohnya ke paha atau bokong. Bagian tubuh mana saja yang terasa pas.
Bahkan, dry humping juga bisa dilakukan sendiri seperti memanjakan miss V alias masturbasi. Caranya adalah menemukan benda yang bisa digunakan untuk bergesekan dengan penis atau vagina.
Tentunya, cari objek yang tidak memiliki sudut tajam serta cukup empuk untuk dinikmati. Mulai dari bantal, mainan, hingga perabotan yang empuk.
Meski tidak ada aturan ini dan itu saat melakukan teknik dry humping, tentu bukan berarti tak ada yang perlu diperhatikan. Jika dirangkum, berikut ini beberapa hal yang bisa disimak lebih lanjut:
Pertama-tama, pastikan tidak ada elemen dari pakaian seperti ritsleting, kancing besar, atau sabuk. Sebab, ini dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera.
Lalu, pilihannya bisa dengan pakaian berbahan licin dan tipis. Tentunya, pastikan bawahan cukup longgar sehingga memberi ruang untuk ereksi. Pilihan bahan dan jenis pakaian yang dikenakan dapat berpengaruh terhadap sensasi yang ditimbulkan.
Menariknya, memasukkan sedikit kain celana dalam di antara labia vagina juga dapat menambah rangsangan pada klitoris.
Seberapa banyak gesekan dan stimulasi yang diterima bergantung pada posisi saat melakukan dry humping. Ada beberapa posisi yang jadi juaranya dalam hal ini, seperti:
Bagi yang melakukan dry humping bersama pasangan, posisi misionaris layak dicoba. Salah satu orang berlutut di antara lutut pasangan, lalu mulai gesekkan alat kelamin. Ini dapat memuaskan kedua belah pihak.
Tidak hanya bisa dilakukan oleh perempuan, laki-laki pun sah-sah saja mencoba posisi ini. Intinya adalah jongkok di atas pasangan yang sedang duduk atau berbaring. Tentunya terlepas dari siapa yang ada di atas dan bawah, posisi ini sama-sama bisa memberikan gesekan cukup memuaskan.
Anda juga bisa mencoba dry humping dengan cara berhadapan, saling mengaitkan kedua kaki, lalu bergesekan. Nikmati saja prosesnya. Posisi ini memungkinkan gesekan antara kelamin dengan paha pasangan.
Bagi yang bermain dry humping solo, berikut ini beberapa referensi teknik yang dapat dicoba:
Berbaring dalam posisi tengkurap di atas bantal atau guling. Kemudian, gesekkan di antara kedua paha hingga mengenai kelamin. Anda juga bisa menumpuk beberapa bantal di sudut kasur dan menindihnya.
Biasanya, teknik ini cocok bagi yang memiliki vagina. Temukan sandaran tangan atau armrest yang empuk. Lalu, perlahan “kendarai” sandaran tangan itu dengan menggesekkan kelamin ke berbagai arah yang dirasa paling memuaskan.
Bagi yang ingin bermain dry humping secara solo, selipan kasur bisa jadi pilihan. Sesuaikan dengan tinggi badan lalu mulailah memiringkan tubuh. Ketika sudah mendapatkan posisi yang pas, gesekkan dengan penis.
Tak terbatas hanya menggesekkan kelamin saja, jangan lupa libatkan tangan untuk menambah kepuasan. Contoh ide eksplorasi dengan tangan bisa dengan mencengkeram bokong, merangsang payudara, dan tentu saja nikmati setiap inci tubuh pasangan demi meningkatkan sensasinya.
Kreativitas juga bisa bertambah apabila Anda menggunakan sex toys dalam sesi dry humping. Ini bisa dilakukan baik sendiri maupun dengan pasangan. Jenisnya pun beragam mulai dari strap-on toy, vibrator, ring penis, dan banyak lagi
Memang dry humping bisa jadi cara mencapai orgasme tanpa ada risiko kehamilan. Namun, jangan salah. Tetap ada bahaya dry humping yang bisa terjadi terutama infeksi menular seksual.
Sebab, ketika Anda melakukan kontak dengan cairan tubuh orang lain, itulah yang menjadi media penularan penyakit seksual. Selain itu, infeksi menular seksual juga bisa terjadi lewat kontak kulit dan kulit.
Jadi, ada baiknya tetap mengenakan pakaian dan kondom untuk menghindari bahaya dry humping.
Baca Juga
Pastikan sudah sepakat pula dengan pasangan tentang sejauh mana teknik dry humping akan dilakukan dan diskusikan tentang status kesehatan masing-masing.
Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar bahaya teknik dry humping, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
Advertisement
Ditulis oleh Azelia Trifiana
Referensi
Artikel Terkait
Meski kerap dianggap tabu, sebenarnya blowjob adalah variasi aktivitas seksual yang banyak dilakukan. Definisinya adalah memberikan stimulasi ke penis – atau bisa juga vagina secara bersamaan atau bergantian – demi membuat pasangan terangsang.
10 Jan 2021
Kekerasan seksual beda dengan pelecehan seksual. Bukan hanya perkosaan, kekerasan seksual bisa meliputi menyebar foto telanjang, memaksa istri atau suami untuk berhubungan seksual, hingga paksaan melakukan aborsi.
29 Jan 2023
Pelumas vagina bisa membuat hubungan seksual antara suami dan istri, menjadi lebih menyenangkan dan “panas”. Namun, beberapa kondisi medis bisa membuat vagina kering. Maka dari itu, kenali 4 jenis pelumas vagina dan cara menggunakannya ini.
24 Des 2019
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved