Tips Menjaga Anak dari Tenggelam dan Dry Drowning saat Berenang

Tanda-tanda Dry Drowning muncul setelah anak selesai berenang
Dry drowning merupakan kejadian langka setelah berenang, namun tetap patut diwaspadai.

Mengawasi anak yang sedang berenang dan bermain di kolam renang atau di pantai, merupakan hal yang wajar dilakukan. Namun, masih ada hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menjaga mereka tetap aman, yaitu dengan mempelajari tanda-tanda bahaya dry drowning setelah anak selesai berenang, dan pertolongan untuk kondisi darurat.

Hal ini termasuk untuk memberikan pertolongan pertama saat anak tenggelam. Ada beberapa faktor yang harus diwaspadai, karena meningkatkan risiko anak untuk tenggelam.

Faktor Risiko Tenggelam saat Berenang 

1. Usia

Sebagian besar kasus tenggelam terjadi pada kelompok anak berusia 1-4 tahun. Persentasenya menurun seiring peningkatan umur. 

2. Jenis Kelamin

Mayoritas anak yang tenggelam memiliki jenis kelamin laki-laki. 

3. Kondisi Geografis

Kondisi geografis, seperti kepulauan yang dimiliki Indonesia, bisa berisiko terhadap banjir di musim hujan. Tak jarang, bencana banjir memakan korban tenggelam.

4. Epilepsi atau Ayan

Anak dengan epilepsi (ayan), berisiko lebih tinggi untuk tenggelam. Baik itu di kolam renang atau bahkan dalam kamar mandi.

5. Minimnya Pengawasan

Hampir seluruh kasus tenggelam, terjadi akibat lengahnya orangtua maupun pengasuh yang lengah saat mengawasi anak ketika berenang.

Pakar kesehatan mendefinisikan tenggelam sebagai kesulitan bernapas, setelah air memasuki saluran pernapasan. Terkadang kondisi itu tidak hanya terjadi saat anak berenang, melainkan mandi. Meskipun bisa berakibat fatal, Anda bisa menyelamatkan anak, dengan memberikan bantuan tepat sesegera mungkin.

Komplikasi Dry Drowning setelah Berenang

Anda mungkin pernah mendengar istilah “dry drowning” dan “secondary drowning.” Istilah ini bukan istilah medis, tetapi dua istilah tersebut menunjukkan komplikasi langka yang harus Anda ketahui dan yang lebih umum terjadi pada anak-anak.

Kondisi dry drowning terjadi ketika air tidak pernah mencapai paru-paru. Sebaliknya, menghirup air menyebabkan pita suara kejang dan tertutup. Hal tersebut akan menutup saluran napas anak, dan membuatnya sulit untuk bernapas. Anda akan mulai melihat tanda-tandanya dengan segera, karena gejala dry drowning tidak akan muncul secara mendadak, berhari-hari kemudian.

Sementara itu, “secondary drowning" adalah istilah lain yang digunakan orang untuk menggambarkan komplikasi tenggelam lainnya. Ini terjadi jika air masuk ke paru-paru. Secondary drowning dapat mengiritasi lapisan paru-paru dan menyebabkan cairan menumpuk, dan dikenal sebagai edema paru. Anda mungkin akan segera melihat si kecil mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa memburuk dalam 24 jam ke depan.

Kedua peristiwa itu sangat langka. Menurut dokter anak James Orlowski, MD, dari Florida Hospital Tampa, kejadian ini hanya terjadi pada 1-2% dari semua kasus tenggelam.

Gejala Dry Drowning

Komplikasi tenggelam dapat meliputi:

  • Batuk
  • Dada terasa sakit
  • Sulit bernapas
  • Merasa sangat lelah

Anak Anda mungkin juga mengalami perubahan perilaku seperti iritabilitas atau penurunan tingkat energi. Dalam kondisi ini, otak tidak mendapatkan cukup oksigen.

Pertolongan Pertama untuk Dry Drowning

Jika anak Anda mengalami masalah pernapasan setelah keluar dari air, cari bantuan medis dengan segera. Meskipun dalam banyak kasus, gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya, tetap penting bagi Anda untuk memeriksanya.

Setiap masalah yang berkembang, biasanya dapat ditangani jika anak segera mendapatkan perawatan medis. Orangtua diimbau mengawasi anak selama 24 jam, setelah mengalami dry drowning.

Saat gejala tidak hilang, atau malah memburuk memburuk, bawa anak ke unit gawat darurat. Jika anak harus dirawat di rumah sakit, ia mungkin akan mendapatkan perawatan yang mendukung. Dokter akan memeriksa saluran pernapasan dan memantau tingkat oksigennya. Anak yang mengalami kesulitan bernapas parah, memerlukan tabung oksigen untuk sementara waktu.

Pencegahan Dry Drowning

Hal terpenting yang dapat Anda lakukan mencegah anak dari bahaya tenggelam, dengan melakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Selalu mengawasi keberadaan anak di air
  • Memilih lokasi renang dengan penjagaan petugas
  • Tidak biarkan anak berenang sendiri
  • Tidak meninggalkan anak di dekat air, bahkan saat berada di rumah
  • Mengikuti kelas berenang bersama anak

Jika Anda memiliki kolam di rumah, pastikan kolam tersebut aman untuk anak. Jangan lengah, bahkan jika airnya tidak dalam. Sebab, kasus tenggelam dapat terjadi di setiap jenis air, seperti bak mandi, kolam, atau kolam plastik kecil sekalipun. Kasus hampir tenggelam banyak terjadi pada kegiatan sehari-hari. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, ember, bak mandi, serta bathtub yang terisi pun, bisa menjadi faktor risiko tenggelam pada anak.

Kementerian Kesehatan RI. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-p2ptm/buku-saku-pengendalian-tenggelam-pada-anak
Diakses pada 15 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/features/secondary-drowning-dry-drowning
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed