Dosis Paracetamol Anak, Orangtua Harus Tahu


Dosis paracetamol anak harus disesuaikan dengan berat badan atau usianya. Obat ini bisa digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, maupun sakit gigi pada anak.

(0)
11 Mar 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dosis paracetamol anak berbeda-beda tergantung usianyaDosis paracetamol anak berbeda dengan orang dewasa, orang tua perlu tahu
Dosis paracetamol untuk anak perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, dan kondisinya. Terdapat beberapa jenis paracetamol untuk anak yang beredar bebas di pasaran, baik dalam bentuk tablet, paracetamol sirup 120 mg/5 ml dan 250 mg/5 ml, maupun supositoria. Kekuatan obat ini berbeda-beda, begitu pula dosis pemberiannya.Jika diberikan dengan dosis yang benar, kecil kemungkinan paracetamol akan menimbulkan komplikasi yang serius. Namun, tetap ada kemungkinan obat ini menimbulkan reaksi alergi ringan hingga berat yang menjurus pada anafilaksis.

Dosis paracetamol anak yang disarankan

Sebisa mungkin, dosis paracetamol anak harus disesuaikan dengan berat badan anak, yakni 10-15 mg/kg/dosis. Namun, kadang orangtua tidak mengetahui berat badan pasti anak sehingga pemberian paracetamol juga bisa menggunakan patokan usianya.Paracetamol anak harus diberikan dengan jarak 4-6 jam dan tidak boleh lebih dari 5 dosis per hari. Jika Anda tidak sengaja memberi 1 dosis ekstra, tunggu hingga 24 jam sebelum memberikan obat tersebut kembali.Berikut panduan lengkap pemberian dosis paracetamol anak yang aman, baik menggunakan paracetamol sirup maupun tablet:

Usia 0-3 bulan (berat 3-5 kg)

  • Dosis: 40 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 1,25 mL.

Usia 4-11 bulan (berat 5-8 kg)

  • Dosis: 80 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 2,5 mL.

Usia 12-23 bulan (berat 8-10 kg)

  • Dosis: 120 mg/dosis
  • Penangguhan oral (160 mg / 5 mL): 3,75 mL.

Umur 2-3 tahun (berat 10-16 kg)

  • Dosis: 160 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 5 mL.

Usia 4-5 tahun (berat 16-21 kg)

  • Dosis: 240 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 7,5 mL.

Usia 6-8 tahun (berat 21-27 kg)

  • Dosis: 320 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 10 mL
  • Tablet kunyah (80 mg/tab): 4 tablet
  • Tablet kunyah (160 mg/tab): 2 tablet.

Usia 9-10 tahun (berat 27-32 kg)

  • Dosis: 400 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 12,5 mL
  • Tablet kunyah (80 mg/tab): 5 tablet
  • Tablet kunyah (160 mg/tab): 2,5 tablet.

Usia 11-12 tahun (berat 32-43 kg)

  • Dosis: 480 mg/dosis
  • Suspensi oral (160 mg/5 mL): 15 mL
  • Tablet kunyah (80 mg/tab): 6 tablet
  • Tablet kunyah (160 mg/tab): 3 tablet.
Perlu Anda ingat, jangan memberikan paracetamol tanpa arahan dokter karena obat ini juga memiliki efek samping berupa nyeri perut, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, dan reaksi alergi.Dosis paracetamol anak juga hanya bisa diberikan dengan menggunakan pipet atau sendok takar obat yang bisanya disertakan pada kemasan paracetamol. Jangan gunakan sendok makan atau gelas biasa karena bisa membuat dosis paracetamol kurang tepat.Bila demam anak tidak reda dalam 3 hari atau nyerinya tidak hilang dalam 5 hari, hentikan penggunaan paracetamol dan periksakan anak ke dokter.

Perhatikan hal ini sebelum memberikan paracetamol untuk anak

Sebelum mengetahui dosis paracetamol anak, Anda terlebih dahulu harus memahami waktu yang tepat untuk memberikan obat ini. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan, antara lain:
  • Paracetamol hanya boleh dikonsumsi oleh bayi di atas 2 bulan

Paracetamol berbentuk sirup dan supositoria bisa digunakan oleh bayi yang berusia mulai dari 2 bulan. Pada bayi yang berusia lebih muda, paracetamol tidak dianjurkan untuk bayi yang berusia di bawah itu, kecuali jika memang ada rekomendasi atau resep dari dokter.Sementara itu, paracetamol dalam bentuk (termasuk tablet hisap) baru bisa diminumkan pada anak yang berusia di atas 6 tahun. Bagi anak yang tidak suka minum paracetamol sirup, pemberian paracetamol tablet ini bisa menjadi solusi alternatif.
  • Paracetamol bukan hanya untuk menurunkan demam

Paracetamol biasa digunakan untuk menurunkan demam pada anak. Hal ini diperbolehkan, tapi perlu dipahami bahwa paracetamol tidak menyembuhkan penyebab terjadinya demam pada anak, jadi obat ini sebaiknya hanya diberikan ketika demam tersebut membuat anak tidak nyaman, misalnya tidak bisa tidur.Paracetamol juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Sehingga, Anda dapat memberikannya ketika anak mengeluhkan sakit gigi atau sakit kepala. Sebaliknya, paracetamol bukan obat preventif sehingga sebaiknya tidak berikan dengan tujuan mencegah demam anak sebelum atau setelah imunisasi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar dosis paracetamol untuk anak maupun obat lain yang aman diberikan bagi si Kecil, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
paracetamol
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-children/
Diakses pada 7 Maret 2020
Kids Health New Zealand. https://www.kidshealth.org.nz/safe-use-paracetamol-children
Diakses pada 7 Maret 2020
BPAC New Zealand. https://bpac.org.nz/2018/paracetamol.aspx
Diakses pada 7 Maret 2020
Drugs. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 7 Maret 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/2172407-overview
Diakses pada 7 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait