Mengenal Doping dalam Olahraga dan Risikonya


Ada kalanya atlet mengonsumsi minuman atau zat tertentu untuk memaksimalkan kemampuan fisik dan mental mereka saat bertanding. Sayangnya, doping adalah zat terlarang yang justru dalam jangka panjang bisa menimbulkan ketergantungan.

0,0
23 Aug 2021|Azelia Trifiana
Doping bisa berdampak pada kesehatan fisikDoping bisa berdampak pada kesehatan fisik
Ada kalanya atlet mengonsumsi minuman atau zat tertentu untuk memaksimalkan kemampuan fisik dan mental mereka saat bertanding. Sayangnya, doping adalah zat terlarang yang justru dalam jangka panjang bisa menimbulkan ketergantungan. Meski bisa meningkatkan kinerja atletik atlet, efek samping doping jauh lebih mengerikan.Secara hukum, banyak juga atlet yang mengalami diskualifikasi bahkan harus meninggalkan karir mereka akibat penggunaan doping. Untuk membuktikannya, tes doping adalah cara yang akurat.

Jenis doping dan efek sampingnya

Sebenarnya untuk meningkatkan performa atlet saat berolahraga, ada cara yang legal dan ilegal. Legal dalam hal ini adalah konsumsi suplemen seperti hydroxymethylbutyrate, CLA, karnitin, kromium, dan kreatin.Sayangnya, tak sedikit atlet yang menyalahgunakan obat-obatan doping demi hasil instan. Terlebih kompetisi yang ketat dan tuntutan luar biasa dari sekitar membuat penggunaan performance-enhancing drugs atau doping menjadi hal umum.Beberapa jenis doping yang ilegal serta efek sampingnya adalah:

1. Steroid anabolik

Ada atlet yang mengonsumsi jenis steroid anabolik untuk meningkatkan massa dan kekuatan otot. Dalam tubuh, jenis steroid anabolik utamanya adalah testosteron. Mengonsumsi steroid anabolik bertujuan untuk memodifikasi testosteron secara sintetis.Memang benar ada terapi testosteron, namun untuk urusan berbeda dan bukan untuk performa atlet. Sayangnya, banyak atlet terjebak mengonsumsi steroid anabolik karena dapat mengurangi keluhan pada otot setelah berolahraga. Artinya, waktu untuk kembali pulih lebih cepat.

2. Steroid sintetis

Ada jenis lain steroid sintetis yang disebut designer drugs yang disebut bisa lolos dari deteksi saat tes doping. Zat ini secara khusus dibuat untuk atlet tanpa izin penggunaan secara medis. Tentu saja, konsumsinya mengancam kesehatan atlet.

3. Diuretik

Obat-obatan diuretik akan menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil. harapannya, frekuensi buang air kecil tinggi ini akan membantu mencairkan obat doping yang telah dikonsumsi sebelumnya.Sayangnya, efek samping diuretik bisa menyebabkan kram, pusing, tekanan darah drop, hingga ketidakseimbangan elektrolit.

4. Doping darah

Yang dimaksud dengan doping darah adalah proses menambah sel darah merah dengan harapan oksigen yang mengalir ke paru-paru dan otot semakin banyak. Caranya bisa lewat transfusi darah atau konsumsi obat erythropoietin.Tujuan dari konsumsi doping darah lewat obat ini adalah memperpanjang daya tahan performa atletik mereka. Ketika oksigen semakin banyak, diharapkan bisa lebih stabil dan tidak cepat lelah.Sayangnya, konsumsi obat erythropoietin ketika bukan untuk keperluan medids justru dapat menyebabkan penggumpalan darah hingga kematian. Sama seperti yang terjadi pada Lance Armstrong ketika kehilangan gelar juara Tour de France-nya.

5. Efedrin

Efedrin adalah stimulan bagi sistem saraf pusat. Efeknya sama seperti adrenalin, hanya saja dampaknya bisa sangat berbahaya. Efek samping doping jenis ini dapat menyebabkan masalah jantung, stroke, dan masalah lainnya.

6. Human growth hormone

HGH adalah obat yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak dengan masalah pertumbuhan. Sebab, cara kerjanya dapat memberi stimulasi reproduksi dan regenerasi sel.Secara ilegal, atlet mencari keuntungan dari konsumsi human growth hormone agar performanya semakin kuat. Namun, HGH termasuk doping terlarang karena bisa menyebabkan komplikasi seperti penyakit kronis hingga pembesaran organ.

Kasus atlet tersandung kasus doping

Skandal atlet tersandung kasus doping adalah hal yang sudah jadi rahasia umum. Tes doping adalah metode untuk menguak ketika atlet diketahui mengonsumsi doping demi performa maksimal di lapangan.Beberapa kasus skandal yang cukup menggemparkan dunia di antaranya:
  • Lance Armstrong

Atlet sepeda Lance Armstrong harus merelakan gelar juaranya ketika tahun 2010 kasus ini mencuat. Dua tahun kemudian, Anti-Doping Agency Amerika Serikat menyatakan Armstrong bersalah akibat penggunaan doping. Bukan hanya titel juaranya selama tujuh tahun berturut-turut hangus, Armstrong pun dilarang bersepeda.Lebih mengejutkan lagi, pada awal tahun 2013 Armstrong menyampaikan pengakuan kepada Oprah Winfrey. Mantan atlet ini mengaku telah menggunakan doping di setiap Tour de France yang dimenangkannya.
  • Skandal BALCO

Pada Oktober 2003, Anti-Doping Agency AS mengumumkan adanya penggunaan steroid yang didesain agar tidak bisa terdeteksi dalam tes doping. Jenisnya adalah tetrahydrogestrinone atau THG. Obat ini diperoleh dari BALCO, perusahaan yang menyuplai steroid anabolik kepada atlet profesional.Pada tahun 2007, mantan juara dunia lari Marion Jones mengakui telah menggunakan steroid. Konsekuensinya, Jones harus merelakan lima medali yang diperolehnya dari Olimpiade Sydney tahun 2008. Bahkan setahun kemudian, Jones harus mendekam di balik jeruji besi.
  • Atlet Major League Baseball

Pada awal tahun 2013, terkuak bahwa klinik kesehatan Biogenesis di Florida telah menyuplai doping kepada beberapa pemain Major League Baseball. Jenis dopingnya adalah human growth hormone dan lainnya.Dari hasil investigasi, terkuak beberapa atlet yang menggunakan doping seperti Ryan Braun dan Alex Rodriguez. Mereka dilarang mengikuti pertandingan selanjutnya. Sejak itu, MLB sepakat menerapkan penalti lebih ketat terkait doping dan memberlakukan tes lebih sering.

Catatan dari SehatQ

Efek samping doping bukan hanya terhadap kesehatan fisik dan mental penggunanya saja. Karir dan gelar juara yang telah dikumpulkan sekuat tenaga bisa hilang begitu saja sebagai konsekuensinya.Dalam jangka panjang, doping adalah zat yang sangat mungkin menyebabkan seseorang mengalami penyakit kronis bahkan berujung pada kematian.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar perbedaan suplemen yang legal dan tidak dalam dunia olahraga, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
olahragamenjaga kesehatanpola hidup sehat
Ada kalanya atlet mengonsumsi minuman atau zat tertentu untuk memaksimalkan kemampuan fisik dan mental mereka saat bertanding. Hal ini disebut doping. Doping adalah zat terlarang yang justru dalam jangka panjang bisa menimbulkan ketergantungan.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait