Hobi Cari Berita Buruk di Internet? Waspadai Doomscrolling dan Efeknya bagi Kesehatan Mental


Doomscrolling adalah kecenderungan untuk terus mencari kabar atau berita buruk di portal berita, media sosial, maupun portal berbagi informasi lainnya. Jika tidak segera dihentikan, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental.

0,0
Doomscrolling adalah kecenderungan untuk terus mencari kabar atau berita buruk di portal berita maupun media sosialKebiasaan mencari berita buruk akan menyebabkan stres dan depresi
Seiring perkembangan teknologi, orang-orang kini sudah bisa mencari kabar atau informasi terbaru mengenai apa yang sedang terjadi di dunia melalui layar smartphone. Hal tersebut tentunya sangat positif karena Anda dapat menerima informasi terbaru secara update dan realtime.Namun, jika Anda selama ini memiliki kecenderungan untuk mencari kabar buruk atau berita negatif, hal tersebut bisa menjadi tanda doomscrolling. Jika dibiarkan begitu saja, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk bagi kondisi psikologis Anda.

Apa itu doomscroling?

Doomscrolling adalah sebuah istilah baru yang menggambarkan soal kecenderungan untuk terus menelusuri berita buruk di portal berita, media sosial, maupun portal berbagi informasi lainnya.Orang yang mengalami doomscrolling umumnya akan menghabiskan waktu beberapa menit, bahkan hingga berjam-jam, untuk membaca berita yang menyedihkan, mengecilkan hati, dan membuat depresi. Beberapa ahli setuju bahwa kebiasaan ini dapat memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan mental.

Penyebab seseorang melakukan doomscrolling

Ada berbagai macam faktor yang dapat menjadi penyebab doomscrolling. Namun, salah satu alasan utamanya adalah agar mereka lebih siap ketika menghadapi kemungkinan situasi atau kondisi yang buruk.Dengan membaca berita-berita buruk, beberapa orang terdorong untuk menjaga dirinya agar tetap aman dan terhindar dari hal yang negatif. Hal tersebut merupakan salah satu upaya dan cara untuk bertahan hidup.Selain itu, doomscrolling juga dapat menjadi tanda seseorang menderita gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Kondisi ini membuat otak Anda berputar pada topik tertentu, yaitu berita-berita buruk. Jika OCD menjadi pemicunya, penanganan medis seperti terapi dan konsumsi obat-obatan tertentu diperlukan untuk mencegah kondisi tersebut bertambah parah.

Efek doomscrolling terhadap kesehatan mental

Doomscrolling bisa memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan mental pelakunya apabila tidak segera dihentikan. Pada beberapa orang, kebiasaan ini dapat menyebabkan stres dan depresi. Stres dan depresi yang berkepanjangan tak hanya memengaruhi kondisi Anda secara psikis, melainkan juga fisik. Beberapa penyakit yang dapat muncul akibat stres dan depresi meliputi sakit jantung, diabetes, dan obesitas.Lamanya waktu yang dihabiskan untuk menelusuri berita buruk berpotensi memutus hubungan hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda. Koneksi sosial yang minum kemudian membuat Anda merasa kesepian.

Bagaimana cara mencegah doomscrolling?

Melihat dampak buruk yang bisa ditimbulkan terhadap kesehatan mental dan fisik, kebiasaan doomscrolling haruslah segera dihentikan. Sejumlah tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya, antara lain:
  • Matikan akses menuju berita buruk

Untuk mencegah doomscrolling, Anda bisa menghentikan akses ke portal berita, media sosial, atau website saat menemukan berita buruk. Cobalah untuk mengalihkan fokus ke hal lain yang lebih positif. Jika mengalami kesulitan, matikan ponsel atau komputer Anda untuk sementara waktu, hingga keinginan untuk mengakses berita buruk hilang.Brita Ytre-Arne dan Hallvard Moe dalam sebuah studi jurnalistik menjelaskan bahwa teknik saturasi berita dapat digunakan. Artinya, saat melakukan penelusuran di web, gunakan kata kunci yang cenderung bersifat positif. Selain itu, berhenti sementara untuk mengakses berita juga manusiawi untuk dilakukan.
  • Batasi waktu bermain ponsel dan media sosial

Menjaga diri tetap terkoneksi dengan dunia luar memang baik. Namun, kecenderungan untuk mengakses berita buruk bisa berdampak negatif terhadap kesehatan Anda. Untuk mencegah agar tak terjebak dalam doomscrolling, batasi waktu mengakses portal berita, media sosial, atau website tertentu maksimal 20 menit dalam sehari.
  • Mencari berita atau postingan yang positif

Dibandingkan membaca berita-berita buruk, beralihlah mengakses konten-konten positif. Sebagai contoh, Anda dapat melihat konten-konten yang lucu agar perasaan dan pikiran menjadi lebih rileks dan terhindar dari stres.
  • Berlatih bersyukur

Bersyukur merupakan salah satu cara untuk mencegah doomscrolling. Kebiasaan ini umumnya akan muncul karena Anda takut mengalami hal serupa. Daripada dihantui ketakutan, cobalah untuk menjadikan berita buruk menjadi momen untuk bersyukur karena tidak berada dalam posisi tersebut.

Catatan dari SehatQ

Doomscrolling adalah kecenderungan untuk terus mencari kabar atau berita buruk di portal berita, media sosial, maupun portal berbagi informasi lainnya. Jika dibiarkan begitu saja dan tidak segera dihilangkan, kebiasaan ini dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis Anda.Sejumlah cara yang bisa Anda dilakukan untuk mencegah doomscrolling antara lain membatasi waktu bermain ponsel, mencari berita yang positif, menghentikan akses ke kabar buruk, hingga berlatih bersyukur. Jika mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan ini, konsultasikan kondisi Anda ke dokter.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
media sosialstres
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/doomscrolling-during-covid-19-how-you-can-avoid-it
Diakses pada 21 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/everything-you-need-to-know-about-doomscrolling-and-how-to-avoid-it/
Diakses pada 21 Agustus 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-doomscrolling-5088882
Diakses pada 21 Agustus 2021
Health. https://www.health.com/mind-body/what-is-doomscrolling
Diakses pada 21 Agustus 2021
Brita Ytre-Arne & Hallvard Moe (2021) Doomscrolling, Monitoring and Avoiding: News Use in COVID-19 Pandemic Lockdown, Journalism Studies, DOI: 10.1080/1461670X.2021.1952475.
Diakses 22 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait