Donor Darah Saat Puasa, Apakah Boleh? (Plus Tips Amannya)


Donor darah saat puasa bisa membuat Anda mudah pingsan jika tidak dipersiapkan dengan baik. Agar tidak lemas setelah donor, pastikan makan sahur yang sehat dan tinggi zat besi.

(0)
Donor darah saat puasa berisiko pingsan bila Anda tidak mempersiapkan dengan tepatDonor darah saat puasa meningkatkan risiko pingsan jika tidak dipersiapkan secara maksimal
Donor darah saat puasa sering dianggap sebelah mata karena risikonya yang dapat membuat badan lemas.Akan tetapi, sebetulnya donor darah justru membawa banyak manfaat bagi pendonor dan, tentu saja, penerimanya.Oleh karena itu, janganlah ragu untuk menyumbangkan sedikit darah Anda kepada yang membutuhkan.Apalagi selama Ramadan ini justru banyak rumah sakit dan Palang Merah Indonesia yang kekurangan stok darah.

Bolehkah donor darah saat puasa?

Donor darah saat puasa boleh dilakukan, asal sudah memenuhi asupan cairan dan nutrisi sebelumnya
Donor darah saat puasa boleh dilakukan, asal sudah memenuhi asupan cairan dan nutrisi sebelumnya
Ya. Anda boleh donor darah saat puasa. Donor darah selama bulan puasa itu aman. Namun, setelahnya ada risiko dehidrasi dan lemas yang perlu Anda perhatikan.Badan bisa lemas setelah selesai donor karena selama berpuasa Anda tidak menerima asupan makanan sampai belasan jam. Ditambah lagi, persediaan darah secara keseluruhan dalam tubuh akan berkurang drastis sehingga otak jadi kekurangan nutrisi dan oksigen.Otak yang kekurangan oksigen dan nutrisi tidak bisa bekerja seoptimal biasanya dan pada akhirnya ikut memengaruhi kerja organ tubuh yang lain, seperti jantung.Ketika otak kekurangan oksigen, kerja jantung ikut melambat untuk memproduksi sel darah merah baru guna menggantikan yang hilang. Jantung yang lebih lambat memompa darah dapat menyebabkan tekanan darah menurun drastis.Otak yang kekurangan asupan darah sangat berisiko membuat Anda merasa lemas dan bahkan bisa pingsan setelah mendonorkan darah dalam keadaan perut kosong.Sebab untuk jantung dan otak bisa kembali bekerja dengan optimal, dua organ vital ini membutuhkan “bahan bakar” dari makanan.Selain itu, Anda juga lebih berisiko mengalami dehidrasi. Perlu diketahui, sebanyak 90% kandungan darah adalah air.Jadi, saat Anda kekurangan darah artinya Anda juga kekurangan cairan tubuh. Terlebih, Anda juga terus mengeluarkan air melalui keringat atau urine saat buang air kecil.

Kriteria orang yang diperbolehkan donor darah saat puasa

Orang yang boleh mendonorkan darahnya harus memiliki tekanan darah sistolik 110-170 dan diastolik 70-100
Orang yang boleh mendonorkan darahnya harus memiliki tekanan darah sistolik 110-170 dan diastolik 70-100
Donor darah saat puasa tentu boleh. Namun, tetap ada beberapa persyaratan yang mesti Anda penuhi agar segala risiko yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. Apa saja?Berikut adalah syarat-syarat donor darah yang telah ditetapkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI):
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia 17-65 tahun
  • Berat badan 45 kg ke atas
  • Tekanan darah sistolik 110-170 dan diastolik 70-100
  • Kadar hemoglobin berada di rentang 12,5g% s/d 17,0g%
  • Rentang donor darah satu dan lainnya minimal 12 minggu atau 3 bulan.
  • Dalam dua tahun, maksimal donor darah sebanyak 5 kali.
Namun apabila Anda memiliki kondisi di bawah ini, PMI tidak menyarankan Anda untuk donor darah saat puasa:
  • Kanker
  • Penyakit jantung dan paru-paru
  • Diabetes melitus
  • Kelainan darah
  • Epilepsi dan kerap kejang
  • Riwayat hepatitis B atau C
  • Sifilis
  • Ketergantungan alkohol dan narkoba
  • Berisiko tinggi mengidap HIV/AIDS
  • Alasan lainnya yang membuat dokter tidak menyarankan untuk donor darah.
Maka supaya lebih yakin boleh atau tidak Anda donor darah saat berpuasa, baiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter hematologi terdekat.

Tips aman donor darah saat puasa

Agar Anda boleh donor darah saat di bulan Ramadan tanpa takut merasa lemas, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan.Inilah tips aman yang bisa Anda lakukan agar saat berpuasa, Anda tetap bisa melakukan donor darah:

1. Makan teratur

Konsumsi bayam saat buka dan sahur membantu memproduksi sel darah merah pada tubuh
Konsumsi bayam saat buka dan sahur membantu memproduksi sel darah merah pada tubuh
Makan teratur dengan porsi secukupnya saat berbuka dan sahur di hari sebelum berdonasi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.Makan berat maupun camilan sebelum hari-H penting agar Anda memiliki cukup tenaga sehingga tidak mudah merasa pusing atau kliyengan setelah mendonasikan darah.Setelah donor, pastikan berbuka di hari itu dengan makanan kaya zat besi, seperti daging dan sayuran hijau, untuk membantu tubuh memproduksi sel-sel darah merah baru.Saat sahur esok paginya, juga tetap penting untuk memperbanyak makanan tinggi zat besi.

2. Minum cukup sebelum donor

Minum air putih 500 ml saat buka dan sahur sebelum donasi mampu mengurangi risiko dehidrasi
Minum air putih 500 ml saat buka dan sahur sebelum donasi mampu mengurangi risiko dehidrasi
Hampir setengah dari darah yang disumbangkan terdiri dari air. Cairan yang hilang selama donor mampu membuat tekanan darah Anda turun. Akhirnya, Anda pun menjadi lemas dan pusing.Agar hal ini bisa terhindari, sebaiknya Anda minum air setidaknya 500 ml saat berbuka dan sahur di hari-H donasi. Akan lebih baik lagi bila Anda minum mendekati subuh agar  cairan tubuh Anda tidak berkurang terlalu banyak sesaat sebelum donor.

3. Kurangi intensitas olahraga

Kurangi olahraga berat sebelum dan sesudah donor agar tubuh tidak terlalu lelah
Kurangi olahraga berat sebelum dan sesudah donor agar tubuh tidak terlalu lelah
Hindari berolahraga berat seperti angkat beban di hari sebelum dan setelah Anda mendonorkan darah.Tubuh memerlukan istirahat yang cukup agar bisa mengisi cairan yang hilang selama donasi. Ini berguna untuk menghindari pusing saat donasi sehingga Anda tetap fit.Bila Anda tetap ingin olahraga, pilih jalan kaki saja. Namun, pastikan Anda telah pulih sepenuhnya dan tidak lelah sebelum menyumbangkan darah Anda.

4. Pilih pakaian yang tepat

Pilih pakaian yang bisa Anda gulung melewati siku saat donor untuk memudahkan petugas
Pilih pakaian yang bisa Anda gulung melewati siku saat donor untuk memudahkan petugas
Sebaiknya, pilih pakaian berlengan pendek atau yang bisa Anda gulung melewati siku saat donor.Hal ini memudahkan petugas untuk mendapatkan pembuluh darah. Agar lebih nyaman, Anda bisa kenakan pakaian longgar dan bahan yang menyerap keringat.

5. Tidur cukup

Tidur selama 7 hingga 9 jam sebelum donor membantu membuat tubuh fit
Tidur selama 7 hingga 9 jam sebelum donor membantu membuat tubuh fit
Malam sebelum donor, pastikan Anda sudah cukup tidur sekitar 7 hingga 9 jam.Meski Anda harus bangun untuk sahur, Anda bisa segera tidur sesaat setelah tarawih dan bangun cukup larut mendekati imsak agar kebutuhan tidur Anda mencukupi.Tidur cukup membuat Anda terjaga dan segar selama donor darah. Hal ini pun juga mampu mengurangi risiko tidak enak badan setelah donor darah.

Waktu yang tepat untuk donor darah di bulan puasa

Donor darah boleh dilakukan saat puasa.Namun, baiknya dilakukan saat pagi hari mengingat aktivitas mungkin belum begitu banyak sehingga Anda masih memiliki cukup tenaga sehabis donor.Terlebih, keinginan untuk buang air kecil di pagi hari mungkin masih belum setinggi waktu-waktu lainnya. Oleh karena itu, risiko dehidrasi bisa diantisipasi.Bila tidak memungkinkan, Anda bisa donor setelah berbuka dan memastikan sudah makan serta minum yang cukup. Jadi, kondisi tubuh Anda tetap fit, baik sebelum, saat, dan setelah donor.Jika Anda ingin menanyakan lebih lanjut terkait keamanan dan tips donor darah saat puasa, konsultasikan secara gratis dengan chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tips puasaramadandonor darahhidup sehat
American Society of Hematology. https://www.hematology.org/education/patients/blood-basics Diakses pada 8 April 2021Asian Journal of Transfusion Science.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3943146/ Diakses pada 8 April 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182524 Diakses pada 8 April 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/body-water-percentage Diakses pada 8 April 2021Palang Merah Indonesia. http://ayodonor.pmi.or.id/about.php Diakses pada 8 April 2021NHS Blood and Transplant. https://www.blood.co.uk/the-donation-process/preparing-to-give-blood/ Diakses pada 8 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait