Mengenal Peran Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir


Dokter spesialis kedokteran nuklir menggunakan tenaga nuklir dengan dosis kecil yang sudah disesuaikan untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit. Dokter ini memiliki gelar Sp.KN.

0,0
21 Jul 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dokter spesialis kedokteran nuklir menggunakan tenaga nuklir dosis kecil pada pasienDokter spesialis kedokteran nuklir menggunakan alat khusus bertenaga nuklir pada pasien
Dokter spesialis kedokteran nuklir adalah dokter yang menggunakan tenaga nuklir dosis kecil untuk membantu mendiagnosis dan mengobati penyakit. Beberapa penyakit yang bisa dirawat oleh dokter dengan spesialisasi ini antara lain hipertiroidisme, kanker tiroid, dan tumor.Di Indonesia, dokter spesialis kedokteran nuklir memang masih cukup langka. Untuk bisa mendapatkan gelar spesialis ini, seseorang yang sudah lulus menjadi dokter umum, harus menjalani sekolah spesialis lanjutan untuk mendapatkan gelar Sp.KN.

Penggunaan tenaga nuklir dalam dunia kedokteran

Penggunaan tenaga nuklir sebenarnya hampir sama dengan teknologi radiologi lain seperti rontgen. Namun, pemeriksaan radiologi biasa tidak bisa menangkap gambaran jaringan lunak seperti pembuluh darah, otot, usus, maupun jaringan lunak lainnya dengan baik, kecuali jika organ tersebut sudah disuntikkan zat kontras.Pada pemeriksaan radiologi nuklir, zat nuklir dengan dosis rendah akan dimasukkan ke tubuh. Zat tersebut bernama radiofarmasi dan akan diserap oleh organ tertentu. Jumlah zat yang diserap akan menunjukkan seberapa baik organ maupun jaringan berfungsi.Setelah zat terserap oleh organ, dokter akan melakukan pemeriksaan secara detail menggunakan alat khusus, termasuk kamera gamma. Kamera ini dapat mendeteksi radiasi gama yang dipancarkan dari zat nuklir yang ada di dalam tubuh pasien.Data yang dikeluarkan oleh radiasi nuklir tersebutlah yang kemudian akan digunakan untuk memeriksa dan mendiagnosis penyakit-penyakit seperti tumor, infeksi, hematoma, pembesaran organ, ataupun kista.Pemeriksaan nuklir juga dapat digunakan untuk melihat fungsi organ tertentu secara detail dan memeriksa sirkulasi darah yang terjadi dalam tubuh pasien.Beberapa penyakit yang dapat diperiksa dan diobati menggunakan ilmu kedokteran nuklir antara lain:
  • Kanker
  • Penyakit jantung jenis tertentu
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan tulang dan sendi
  • Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sendi, otot, tulang, dan jaringan lunak (reumatologi)
  • Gangguan mental yang berhubungan dengan kelainan sistem saraf

Perawatan yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis kedoktern nuklir

Tugas dokter spesialis kedokteran nuklir pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu menginterpretasi hasil gambar dari pemeriksaan radiologi nuklir dan memberikan obat yang mengandung senyawa nuklir untuk menyembuhkan pasien.Beberapa perawatan atau tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran nuklir antara lain:

1. Pemeriksaan diagnostik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi suatu penyakit. Beberapa tindakan diagnostik yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran nuklir adalah:
  • PET Scan untuk pemeriksaan kanker
  • Bone Scan untuk memeriksa penyebaran kanker di tulang dan mendeteksi penyakit tulang lainnya
  • Pemeriksaan ventilasi dan perfusi paru
  • Pemeriksaan perfusi miokardial jantung
  • Pemeriksaan ginjal

2. Pengobatan terapeutik

Dokter spesialis kedokteran nuklir juga dapat melakukan pengobatan secara langsung kepada pasien dengan metode-metode di bawah ini.

• Memberikan radio-iodine

Radio-iodine adalah zat yang mengandug senyawa nuklir yang dapat diserap dengan baik oleh jaringan tiroid di tubuh. Saat zat ini masuk ke tubuh, maka jaringan yang dituju akan mendapatkan paparan radiasi yang menghancurkan sel-sel abnormal di sekitarnya.Perawatan ini digunakan untuk mengobati penyakit tiroid seperti kelenjar tiroid yang overaktif dan kanker tiroid.

• Terapi tumor neuroendokrin yang udah meluas

Tumor neuroendokrin adalah tumor yang muncul di sistem saraf dan kelenjar endokrin dan berasal dari sel kanker di area tubuh lain yang sudah meluas.Pada terapi ini, dokter akan menghancurkan sel-sel kanker menggunakan paparan radioaktif yang akan mengenai area yang dituju secara spesifik.

• Terapi kanker yang sudah menyebar ke tulang

Ada banyak jenis kanker yang bisa mengalami metastasis atau penyebaran ke tulang. Saat ini terjadi, dokter spesialis kedokteran nuklir dapat membantu merawatnya menggunakan zat radioaktif dosis tinggi sehingga penyebaran sel kanker bisa berhenti.Selain yang sudah disebutkan di atas, masih banyak peran dokter spesialis kedokteran nuklir dalam bidang kesehatan. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai hal ini, jangan ragu untuk bertanya pada dokter secara langsung melaluli fitur chat dokter yang ada aplikasi SehatQ. Unduh secara gratis di Playstore dan App Store.
kanker
Radilogy Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info/professions-nuclear-medicine#a0f4f03fe0e1460b8311d0a037c2aa8f
Diakses pada 9 Juli 2021
Health Careers NHS UK. https://www.healthcareers.nhs.uk/explore-roles/doctors/roles-doctors/medicine/nuclear-medicine
Diakses pada 9 Juli 2021
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/nuclear-medicine
Diakses pada 9 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait