Peran Dokter Neonatologi dan Kondisi yang Membutuhkannya


Neo berarti baru, sedangkan natal berarti kelahiran. Dengan demikian, dokter ahli neonatologi adalah dokter spesialis anak yang menangani bayi baru lahir (neonatus). Biasanya, bayi baru lahir yang masuk ke NICU membutuhkan seorang neonatologis.

0,0
Dokter spesialis anak neonatologiDokter spesialis anak neonatologi menangani permasalahan bayi baru lahir (neonatus)
Neonatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus menangani neonatus, alias, bayi baru lahir dengan kondisi khusus. Bayi dengan kondisi ini biasanya membutuhkan perawatan khusus dalam neonatal intensive care units (NICU). Lantas, kondisi bayi baru lahir seperti apa yang membutuhkan dokter spesialis anak neonatologi? 

Peran dokter neonatologi

Neonatologi adalah subspesialisasi kedokteran anak (pediatri) yang menangani masalah pada neonatus atau bayi baru lahir usia 0-28 hari dengan kondisi berisiko tinggi. Dokter spesialis anak neonatologi disebut juga dengan neonatologis (neonatologist). Anda bisa menemukan seorang neonatologis dengan gelar Sp.A (K) di belakang namanya. Ini berarti ia seorang konsulen. Meski begitu, bisa saja seorang dokter spesialis anak punya subspesialis atau menjadi konsulen yang berbeda-beda. Bahkan, dokter spesialis lain juga mungkin saja memiliki gelar (K) dibelakangnya.
Seorang dokter neonatologi menangani bayi baru lahir berisiko atau prematur
Seorang dokter neonatologi menangani bayi baru lahir berisiko atau prematur
Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, seorang neonatologis melanjutkan studi spesialis kedokteran anak. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, seorang dokter anak kemudian akan menjalani latihan dan sertifikasi dari kedokteran pediatri dan neonatal-perinatal. Tugas seorang dokter spesialis anak neonatologi, antara lain melakukan diagnosis, pelayanan darurat, dan perawatan berkelanjutan untuk bayi prematur dan bayi baru lahir dengan kondisi kritis. Seorang neonatologis juga membantu persalinan berisiko tinggi dan melakukan perawatan intensif pada bayi dengan kelainan bawaan yang membutuhkan penanganan khusus, seperti kelainan jantung. Dalam hal ini, peran dokter spesialis anak neonatologi antara lain:
  • Memberikan konseling awal sebelum kehamilan dan kelahiran (prenatal)
  • Memberikan perawatan untuk kehamilan berisiko tinggi
  • Memberikan perawatan pada kelainan bawaan lahir
  • Bekerja sama dengan unit obstetri (obsgyn) dan tumbuh-kembang anak
  • Melakukan tindak lanjut neonatal kepada bayi baru lahir (neonatus) yang berisiko tinggi
  • Memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga bayi baru lahir dengan risiko tinggi 

Kondisi apa saja yang membutuhkan peran neonatologis?

Berdasarkan Council of Pediatric Subspecialties, dokter spesialis anak neonatologi biasanya menangani bayi baru lahir berisiko tinggi yang dirawat di dalam neonatal intensive care units (NICU). Dalam hal ini, seorang spesialis neonatal dilatih secara khusus untuk menangani kondisi kompleks dan berisiko tinggi, yang tidak bisa dilakukan oleh dokter anak biasa. Beberapa kondisi yang membutuhkan peran dokter spesialis anak neonatologi antara lain:
  • Kehamilan berisiko tinggi 
  • Komplikasi persalinan, seperti posisi abnormal bayi dalam kandungan yang menyulitkan persalinan atau terlilit tali pusar
  • Bayi prematur
  • Bayi dengan berat badan lahir rendah
  • Bayi dengan kelainan bawaan dan/atau cacat lahir (organ tubuh kurang berkembang)
  • Bayi baru lahir dengan gangguan pernapasan (kekurangan oksigen atau asfiksia perinatal)
  • Bayi baru lahir dengan infeksi, seperti sepsis neonatorum, chorioamnionitis 
  • Bayi baru lahir dengan gangguan pencernaan
  • Bayi baru lahir dengan kondisi gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Bayi baru lahir yang mengalami sakit kritis atau membutuhkan pembedahan

Kapan harus ke dokter neonatologi?

Seorang obsgyn mungkin akan merujuk Anda ke neonatologis jika ada indikasi
Seorang obsgyn mungkin akan merujuk Anda ke neonatologis jika ada indikasi
Mengingat neonatologi berfokus pada bayi baru lahir, alias neonatus, umumnya Anda akan dirujuk ke neonatologis apabila bayi Anda memiliki salah satu atau lebih dari kondisi kritis di atas pada saat baru lahir. Dokter kandungan juga mungkin merujuk Anda ke spesialis neonatologi jika memiliki kehamilan berisiko tinggi. Artinya, dokter kandungan mendeteksi adanya kemungkinan kondisi khusus pada bayi dalam kandungan yang mengancam ibu dan bayi.  Dalam hal ini, seorang neonatologis akan bekerja sama dengan dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan perawatan yang tepat kepada bayi. 

Catatan dari SehatQ

Masa kehamilan dan kelahiran memang perlu mendapat perhatian lebih dari ibu dan keluarga. Mengetahui peran dokter spesialis anak neonatologi bisa menambah wawasan sekaligus bentuk antisipasi persiapan kelahiran atau kondisi kehamilan tertentu. Konsultasikan secara rutin dengan dokter terkait kondisi Anda selama kehamilan. Hal ini bertujuan agar Anda mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta mencegah timbulnya gangguan kesehatan selama kehamilan dan persalinan. Jika masih ada pertanyaan terkait dokter spesialis anak neonatologi, Anda juga bisa berkonsultasi menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
tumbuh kembang anakbayi prematurperkembangan bayi
NYU Langone Health. https://med.nyu.edu/departments-institutes/pediatrics/divisions/neonatology
Diakses tanggal 29 Agustus 2021
Children's Hospital of The King's Daughters. https://www.chkd.org/our-doctors/medical-specialists/neonatology/
Diakses tanggal 29 Agustus 2021
Universitas Negeri Sebelas Maret. https://pediatricfkuns.ac.id/ebook/modul-neonatologi
Diakses tanggal 29 Agustus 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/family-life/health-management/pediatric-specialists/Pages/What-is-a-Neonatologist.aspx
Diakses tanggal 29 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-neonatologist
Diakses tanggal 29 Agustus 2021
Council of Pediatric Subspecialties. https://www.pedsubs.org/about-cops/subspecialty-descriptions/neonatology/
Diakses tanggal 29 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait