Segala Hal yang Orangtua Perlu Ketahui Tentang Dokter Fetomaternal


Jika Anda mempunyai kondisi kehamilan berisiko tinggi, kemungkinan akan dirujuk untuk berkonsultasi ke dokter fetomaternal. Apa peran dokter fetomaternal?

0,0
07 Oct 2021|Atifa Adlina
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penjelasan mengenai dokter fetomaternalBerkonsultasi dengan dokter fetomaternal untuk kehamilan berisiko
Bagi beberapa ibu yang memiliki kehamilan berisiko tinggi, berkonsultasi kepada dokter fetomaternal sangat disarankan untuk mengantisipasi atau bahkan mencegah terjadinya komplikasi kehamilan.Lantas, apa saja  pemeriksaan kehamilan yang dapat dilakukan oleh dokter fetomaternal? Masalah atau penyakit apa yang bisa ditangani? Lalu, kapan perlu mendatangi dokter fetomaternal?Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Apa itu dokter fetomaternal?

Mengutip dari University of Rochester Medical Center, dokter fetomaternal adalah subspesialis kandungan yang fokus pada perawatan kehamilan berisiko tinggi. Dokter spesialis ini sudah mempunyai tiga tahun pelatihan tambahan untuk menangani ibu hamil dengan masalah kehamilan.Dokter fetomaternal juga disebut sebagai perinatologis. Selain khusus menangani kehamilan berisiko tinggi, dokter ini juga mempunyai keahlian tingkat lanjut untuk mengevaluasi USG perkembangan janin dalam kandungan.Oleh karena itu, dokter subspesialis ini dapat menegakkan  diagnosis, memberikan pengobatan, hingga menganjurkan rencana perawatan berkelanjutan terkait dengan kondisi ibu dan bayinya, bahkan setelah persalinan selesai.Jadi, dokter fetomaternal tidak hanya merawat komplikasi kehamilan yang dialami ibu, tapi juga sekaligus merawat bayi Anda.

Apa saja kondisi yang bisa ditangani dokter fetomaternal?

Seperti penjelasan sebelumnya, dokter spesialis fetomaternal akan merawat ibu hamil dengan kondisi medis tertentu, komplikasi kehamilan yang dialami, hingga masalah yang terjadi pada bayi.
  • Berikut adalah beberapa kondisi atau masalah kehamilan yang ditangani secara khusus oleh dokter fetomaternal:Ibu berusia 35 tahun atau lebih saat pembuahan.
  • Faktor genetik bayi cacat lahir.
  • Riwayat keluarga dengan kelainan genetik.
  • Ada riwayat keguguran berulang, bayi lahir mati, dan kelahiran prematur.
  • Ada riwayat komplikasi preeklamsia dan diabetes gestasional.
  • Mengalami penyakit infeksi seperti HIV atau parvovirus.
  • Kondisi medis serius (penyakit jantung, hipertensi, gangguan autoimun, radang usus, dll).
  • Kehamilan kembar dua, tiga, atau lebih banyak.
  • Bayi dalam kondisi cacat lahir atau masalah lainnya.

Prosedur yang akan dilakukan dokter fetomaternal

Dokter spesialis fetomaternal alan membantu memantau perawatan kehamilan Anda hingga setelah proses persalinan.Berikut adalah beberapa prosedur atau tindakan yang akan dilakukan oleh dokter spesialis ibu dan janin, yaitu:
  • Melakukan tes dan prosedur seperti USG untuk melihat perkembangan bayi.
  • Memeriksa kelainan cacat genetik dan cacat lahir dengan tes amniosentesis, sampel tali pusar, atau sampel chorionic villus.
  • Membantu mengendalikan kondisi kesehatan seperti diabetes atau hipertensi.
  • Mendiagnosis serta mengelola kelainan pada bayi.
  • Memantau proses persalinan sesuai kesepakatan dengan dokter kandungan Anda.
  • Mengurus perawatan setelah kehamilan (jika terjadi infeksi, hipertensi, dan perdarahan hebat).
  • Mengidentifikasi risiko dan memberikan rekomendasi untuk kehamilan berikutnya.

Kapan Anda harus berkonsultasi dengan dokter fetomaternal?

Dokter kandungan Anda umumnya akan merujuk Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan spesialis fetomaternal jika:
  • Anda memiliki masalah medis tertentu sejak sebelum kehamilan, misalnya diabetes, hipertensi, dan lain sebagainya.
  • Anda didiagnosis mengalami kondisi medis selama kehamilan.
  • Memiliki risiko tanda-tanda bahaya persalinan.
  • Bayi dalam kandungan terlihat memiliki masalah perkembangan.
Dokter kandungan akan berusaha menjaga perkembangan kehamilan Anda dengan menggunakan obat-obatan khusus. Sedangkan dokter spesialis fetomaternal akan memantau panjang serviks dengan prosedur USG.Pasalnya, memiliki kehamilan berisiko tinggi cenderung dapat menempatkan Anda pada peluang komplikasi yang lebih besar. Namun demikian, bukan berarti menjalaninya akan terasa lebih sulit atau menantang daripada kondisi kehamilan pada umumnya.Rutin berkonsultasi ke dokter fetomaternal akan membantu Anda mendapatkan pemantauan dan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami.

Apakah kehamilan berisiko tinggi bisa terjadi berulang?

Mengalami kehamilan berisiko tinggi bukan berarti ke depannya Anda akan mengalami hal yang sama. Ini karena kondisi kesehatan Anda bisa berubah seiring berjalannya waktu.Namun, jika Anda pernah mengalami kelahiran bayi prematur, kemungkinan bisa berisiko lebih besar mengalami kembali hal tersebut pada kehamilan selanjutnya.Kehamilan yang berisiko bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan yang tepat selama Anda mengandung. Rutin memeriksakan kandungan baik ke dokter kandungan dan spesialis fetomaternal juga dapat membantu  kandungan Anda tetap sehat hingga bayi Anda bisa lahir dengan sehat. Apabila Anda ingin tahu lebih banyak mengenai dokter spesialis fetomaternal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilan
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/departments/obgyn-womens-health/depts/maternal-fetal-medicine-high-risk-pregnancy. Diakses pada 24 September 2021Intermountain Healthcare. https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2018/12/what-is-a-maternal-fetal-medicine-specialist/. Diakses pada 24 September 2021WebMD. https://www.webmd.com/baby/what-is-an-mfm-specialist-twins#1. Diakses pada 24 September 2021University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/ob-gyn/maternal-fetal-care/why-choose-us/what-is-an-mfm.aspx. Diakses pada 24 September 2021Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/staying-healthy-during-pregnancy/high-risk-pregnancy-what-you-need-to-know. Diakses pada 24 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait