Doggy Style Berisiko Membuat Vagina Sobek, Haruskah Dihindari?

Doggy style berisiko membuat vagina robek
Doggy style adalah salah satu posisi bercinta favorit namum berisiko

Jika posisi bercinta woman on top (WOT) disebut sebagai yang paling berbahaya bagi laki-laki karena risiko membuat penis patah, doggy style disebut sebagai yang berbahaya untuk perempuan. Posisi ini disebut dapat menyebabkan cedera pada perempuan. Tapi tentu, bukan berarti doggy style jadi haram dilakukan.

Dalam posisi doggy style, vagina bisa saja sobek apabila pasangannya masuk dengan cara yang salah. Terlebih, ketika bercinta dengan posisi doggy style perempuan tidak memiliki kontrol penuh atas posisi pasangannya.

Cedera akibat bercinta

Doggy style adalah posisi bercinta populer dan favorit banyak orang. Dalam posisi ini, penis bisa masuk ke dalam vagina dan menyentuh G-spot atau titik sensitif perempuan.

Memang bukan hal umum mengetahui ada orang yang mengalami cedera akibat bercinta. Bahkan mungkin tidak ada seorang pun yang Anda kenal pernah mengalami hal ini.

Namun faktanya, dalam sebuah penelitian di Inggris terungkap setidaknya 5% pernah izin tidak bekerja karena mengalami cedera akibat bercinta. Salah satu faktor yang membuat hal ini tidak banyak diketahui tentu karena masih ada rasa malu untuk mengatakan pada orang lain.

Beberapa jenis cedera yang mungkin terjadi saat bercinta di antaranya:

  • Luka tergores

Apabila Anda dan pasangan termasuk yang suka mencukur rambut kemaluan hingga pendek, maka ada risiko mengalami luka gores akibat gesekan. Terlebih, jika tidak ada cukup lubrikasi saat bercinta. Pada saat rambut kemaluan mulai tumbuh setelah dicukur, teksturnya cenderung gatal, tajam dan kasar.

  • Benda hilang

Ada benda-benda yang bisa “hilang” ke dalam vagina seperti sex toys, kondom, atau tampon. Ini terjadi karena perempuan lupa mengeluarkan benda-benda itu dan penis justru mendorongnya masuk ke kanal vagina.

Jika hal yang tidak diinginkan ini terjadi, tunggu hingga 20 menit setelah bercinta saat vagina kembali ke bentuk semula. Kemudian, berdirilah dalam posisi jongkok sembari mengambil benda apapun itu dengan dua jari.

  • Vagina sobek

Sudut penetrasi penis ke dalam vagina menentukan risiko sobeknya vagina. Untuk itu, penting menyesuaikan sudut masuknya penis sehingga tidak ada tekanan berlebih terhadap bagian belakang vagina, area yang paling rentan sobek.

Dibandingkan dengan doggy style, posisi woman on top lebih aman karena perempuan bisa mengendalikan tekanan dan sudut penetrasi penis. Meski demikian, doggy style pun tetap aman dilakukan jika penetrasi dilakukan perlahan dan lubrikasi cukup.

  • Penis patah

Tak ada yang ingin mengalami hal ini, namun sayangnya penis patah saat bercinta bukan sekadar mitos. Hal ini terjadi ketika penis menabrak tulang panggul dan menekuk. Memang penis tidak memiliki tulang yang bisa patah, namun jaringan dan ligamen di dalamnya bisa mengalaminya.

Penis patah paling rentan terjadi dalam posisi woman on top. Ketika mengalaminya, pria akan merasakan nyeri seusai bercinta serta ada patahan di penis terutama saat sedang ereksi. Kondisi ini harus segera mendapat penanganan medis.

  • Cedera punggung

Cedera akibat berhubungan seksual lainnya adalah otot tertarik dan nyeri punggung, hal yang bisa terjadi saat memutar punggung atau mengangkat pasangan dengan sudut yang salah. Untuk itu, penting memastikan tetap berada dekat dengan pasangan saat bercinta terutama ketika posisinya mengharuskan laki-laki menggendong pasangannya.

  • Patah tulang

Tak hanya penis patah saja, tulang pun berisiko patah saat melakukan hubungan seksual yang menantang. Contohnya saat mencoba posisi baru di tempat yang tidak biasa seperti mobil, dapur, atau tangga. Terlebih jika bercinta dilakukan terburu-buru, ada kemungkinan tubuh mengalami benturan dan patah karenanya.

Apakah doggy style berbahaya?

Dari penjelasan beberapa risiko cedera akibat bercinta di atas, artinya tidak serta merta posisi doggy style berbahaya untuk kesehatan. Posisi ini tetap aman dilakukan, selama penetrasi dilakukan dengan tepat.

Pastikan pula vagina telah mendapat cukup lubrikasi sehingga penis bisa masuk dengan mudah. Jangan terburu-buru melakukan penetrasi saat vagina belum siap, beri waktu untuk membuat vagina basah dengan melakukan foreplay lebih lama.

Komunikasi dengan pasangan juga penting untuk tahu apakah penetrasi penis sudah tepat atau belum. Tentu baik laki-laki maupun perempuan tak bisa tahu apakah efek dari gerakan yang dilakukannya.

Di sinilah pentingnya komunikasi. Jangan ragu sampaikan ketika gerakan tertentu terasa tidak nyaman agar segera diganti dengan sudut atau posisi lain. Rasa tak nyaman sekecil apapun sebaiknya tak diabaikan, agar bercinta menjadi ritual intim yang memanjakan kedua belah pihak.

Women’s Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/a19915002/common-sex-injuries/

Diakses 13 April 2020

Yahoo Lifestyle. https://www.yahoo.com/lifestyle/7-hookup-injuries-that-are-more-common-than-you-110732212987.html

Diakses 13 April 2020

Bustle. https://www.bustle.com/articles/102271-the-most-dangerous-sex-position-for-women-because-lets-avoid-vaginal-tears

Diakses 13 April 2020

Pop Sugar. https://www.popsugar.com/love/Why-Doggy-Style-Can-Dangerous-Position-44113629

Artikel Terkait