Mengenal Diuretik atau Pil Air, Salah Satu Lini Pertama Obat Hipertensi

Diuretik adalah obat yang berfungsi untuk membuang kelebihan cairan dan garam dari tubuh
Diuretik adalah obat yang berfungsi untuk membuang kelebihan cairan dan garam dari tubuh

Dalam menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi, ada beberapa golongan obat yang sering diresepkan dokter. Salah satunya yakni obat-obatan diuretik, atau dikenal juga dengan pil air. Apa saja pilihan obat diuretik untuk dikonsumsi?

Apa itu diuretik?

Diuretik adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk membuang kelebihan air dan garam dari dalam tubuh. Atas perannya tersebut, diuretik kerap juga disebut sebagai ‘pil air’.

Umumnya, diuretik dikonsumsi untuk menangani tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini dapat mengurangi kadar cairan yang ada di tubuh penderita, sehingga tekanan darah pun akan menurun.

Diuretik digunakan untuk tangani hipertensi
Diuretik sering diresepkan untuk tangani hipertensi

Di samping hipertensi, diuretik juga membantu menangani kondisi medis lain. Misalnya, obat ini diberikan dokter untuk menangani edema atau penumpukan cairan, yang bisa terjadi karena gagal jantung.

Jenis-jenis diuretik

Ada beberapa jenis diuretik yang patut untuk diketahui. Apa saja perbedaannya?

1. Diuretik thiazide

Diuretik thiazide merupakan diuretik yang paling umum diresepkan dokter, terutama untuk mengatasi hipertensi. Diuretik ini tak hanya membantu membuang kelebihan air, namun juga dapat merilekskan pembuluh darah.
Beberapa contoh diuretik thiazide, yaitu:

  • Chlorthalidone
  • Hydrochlorothiazide
  • Metolazone
  • Indapamide

2. Diuretik loop

Diuretik loop bekerja pada lengkungan (loop) Henle di ginjal, yang dapat mengurangi penyerapan kalium, klorida, dan natrium. Dengan berkurangnya penyerapan tersebut, mineral-mineral ini pun terbuang melalui urine.

Beberapa contoh diuretik loop, yaitu:

3. Diuretik hemat kalium

Sesuai namanya, diuretik hemat kalium (potassium-sparing diuretics) bekerja dengan membuang kelebihan cairan namun tidak mengurangi jumlah kalium, sebagai mineral yang penting untuk tubuh. Sebab, kekurangan kalium dapat memicu kondisi medis tertentu, seperti aritmia (gangguan irama jantung).

Obat ini sering diresepkan pada pasien dengan kadar kalium yang rendah di tubuh mereka. Namun, karena diuretik hemat kalium tidak menurunkan tekanan darah ‘sebaik’ obat lain, diuretik hemat kalium sering dikombinasikan dengan obat hipertensi lain.

Beberapa contoh diuretik hemat kalium, yaitu:

  • Amiloride
  • Triamterene
  • Spironolactone
  • Eplerenone

Adakah efek samping obat diuretik?

Ya, seperti obat-obatan lain, diuretik pun dapat memicu beberapa efek samping. Efek samping tersebut ada yang biasa terjadi, namun ada pula yang bersifat serius walau jarang dirasakan.

1. Efek samping diuretik yang biasa dialami

  • Terlalu sedikit kalium dalam darah
  • Terlalu banyak kalium dalam darah (untuk diuretik hemat kalium)
  • Kadar natrium rendah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Haus
  • Meningkatnya gula darah
  • Kram otot
  • Meningkatnya kadar kolesterol
  • Ruam kulit
  • Radang sendi akibat tingginya asam urat (gout)
  • Diare
Diuretik dapat menimbulkan efek samping seperti pusing
Pusing biasa terjadi setelah mengonsumsi obat-obatan diuretik

2. Efek samping diuretik yang bersifat serius

  • Reaksi alergi
  • Gagal ginjal
  • Detak jantung tak beraturan

Selalu laporkan efek samping yang Anda rasakan pada dokter. Apabila efek samping tersebut dirasa sangat mengganggu, dokter dapat memberikan pilihan obat lain atau kombinasi obat lain dalam mengatasi masalah kesehatan Anda.

Peringatan lain terkait penggunaan diuretik

Diuretik umumnya merupakan jenis obat yang aman untuk dikonsumsi. Walau begitu, ada beberapa pertimbangan jika Anda tengah menderita kondisi medis tertentu, atau tengah mengonsumsi obat tertentu.

1. Pertimbangan terkait kondisi medis

Pastikan Anda terbuka pada dokter apabila menderita kondisi dan masalah kesehatan berikut ini karena memengaruhi boleh tidaknya penggunaan diuretik:

  • Diabetes
  • Pankreatitis
  • Lupus
  • Gout
  • Masalah menstruasi
  • Masalah ginjal
  • Sering mengalami dehidrasi

2. Interaksi obat

Diuretik pun dapat berisiko berinteraksi dengan jenis obat-obatan lain. Beberapa obat tersebut, yaitu:

  • Ciclosporin
  • Antidepresan seperti fluoxetine dan venlafaxine
  • Lithium
  • Digoxin
  • Obat lain untuk penanganan tekanan darah tinggi

Catatan dari SehatQ

Obat-obatan diuretik bisa dikonsumsi untuk menangani tekanan darah tinggi. Walau begitu, sebelum mengonsumsinya, pastikan dokter sudah mengetahui kondisi medis Anda serta obat-obatan yang tengah Anda minum.

Drugs. https://www.drugs.com/drug-class/loop-diuretics.html
Diakses pada 28 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/diuretics
Diakses pada 28 Januari 2020

Web MD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/diuretic-treatment-high-blood-pressure
Diakses pada 28 Januari 2020

Artikel Terkait