logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Vagina Perih Saat Bercinta? Waspadai Menderita Gejala Dispareunia!

open-summary

Dispareunia adalah nyeri pada alat kelamin yang terus menerus dan atau berulang sesaat sebelum, saat, atau pun sesudah bercinta. Gejala dispareunia yaitu nyeri pada saat penetrasi, vagina perih.


close-summary

31 Mei 2019

| dr. Rikho Melga Shalim

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Jika vagina anda tersasa perih saat bercinta, itu bisa menjadi salah satu gejala dispareunia

Vagina perih ketika bercinta harus diwaspadai sebagai gejala dispareunia

Table of Content

  • Gejala dispareunia pada wanita
  • Penyebab vagina perih saat bercinta
  • Siapa yang berisiko terkena dispareunia?
  • Cara mengobati vagina perih yang disebabkan dispareunia

Rasa sakit pada vagina atau dispareunia saat berhubungan seks kerap menjadi masalah bagi kehidupan seksual pasangan. Seringkali kondisi vagina perih ini dibiarkan begitu saja tanpa dicari tahu penyebabnya.

Advertisement

Dispareunia sendiri diartikan sebagai nyeri pada alat kelamin yang terus menerus dan atau berulang sesaat sebelum, saat, atau pun sesudah berhubungan seks.

Dispareunia dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan. Namun kali ini kami akan membahas rasa nyeri pada perempuan, terutama vagina perih ketika berhubungan intim.

Baca Juga

  • Bagaimana Pengaruh Usia Terhadap Kehidupan Seksual?
  • 6 Ciri Wanita Klimaks yang Bisa Terlihat Jelas
  • Menjaga Kesehatan Vagina Ternyata Tak Perlu Repot

Gejala dispareunia pada wanita

Beberapa gejala yang dialami penderita dispareunia pada perempuan yaitu,

  • Nyeri hanya saat penetrasi
  • Nyeri di setiap penetrasi, termasuk ketika memakai tampon
  • Nyeri saat penis mendorong di dalam vagina
  • Vagina perih atau rasa seperti terbakar
  • Nyeri berdenyut yang bertahan berjam-jam setelah berhubungan

Penyebab vagina perih saat bercinta

1. Nyeri saat penetrasi

  • Tidak cukupnya pelumas

Pada umumnya hal ini terjadi ketika kurangnya pemanasan atau foreplay. Keadaan hormon setelah menopause, melahirkan, atau saat menyusui juga dapat memengaruhi produksi pelumas alami pada vagina dan dinding vagina menjadi lebih kering.

Beberapa obat seperti antidepresi, obat darah tinggi, obat alergi, dan pil kb juga dapat meyebabkan kejadian ini.

  • Riwayat trauma, luka atau iritasi

Cedera panggul akibat kecelakaan atau sayatan pada jalan lahir untuk membantu proses melahirkan termasuk dalam kategori ini.

  • Infeksi atau kelainan kulit

Infeksi jamur seperti kandidiasis dan infeksi virus dari herpes dapat menimbulkan kelainan atau luka pada vagina.

  • Vaginismus

Keadaan ini terjadi karena ketegangan otot dinding vagina sehingga liang vagina menjadi lebih sempit dan menimbulkan rasa sakit ketika penetrasi.

  • Kelainan bawaan

Kelainan bawaan seperti tidak sempurnanya bentuk vagina atau perkembangan selaput dara dapat menyebabkan rasa nyeri.

2. Nyeri setelah penetrasi dalam

  • Penyakit dan kondisi tertentu

Beberapa penyakit dan kondisi seperti endometriosis (tumbuhnya jaringan rahim di luar rahim), peradangan panggul, turun peranakan, fibroid rahim, infeksi kantung kencing, sindrom gangguan penceranaan, ambeyen and kista ovarium memicu nyeri saat berhubungan.

  • Operasi dan pengobatan

Luka bekas operasi pada panggul dapat menghasilkan nyeri ini. Pengobatan kanker seperti terapi radiasi dan kemoterapi juga dapat membuat hubungan seks disertai rasa sakit.

3. Faktor Emosi

  • Masalah psikologis

Cemas, depresi, khawatir terhadap penampilan fisik, ketakutan akan masalah keintiman atau hubungan juga berkontribusi dalam dispareunia.

  • Stres

Otot panggul akan menegang ketika stres datang dan membuat rasa sakit timbul ketika berhubungan seksual.

  • Riwayat kekerasan seksual

Riwayat kekerasan yang pernah dialami seorang perempuan akan membekas sehingga saat berhubungan terkadang memori akan kejadian tersebut terulang dan memicu rasa sakit saat berhubungan.

Ketika Anda merasakan adanya rasa sakit pada vagina saat berhubungan seks dengan pasangan Anda, jangan ragu untuk memberitahu pada pasangan Anda dan memeriksakan diri ke dokter.

Siapa yang berisiko terkena dispareunia?

Pria dan wanita dapat mengalami dispareunia. Namun, wanita lebih berisiko mengalaminya. Kondisi vagina perih ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang dirasakan oleh wanita menopause.

Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko dispareunia:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan vagina kering
  • Sedang menderita infeksi virus atau bakteri
  • Menopause.

Cara mengobati vagina perih yang disebabkan dispareunia

Terdapat berbagai cara mengatasi vagina perih akibat dispareunia yang bisa dilakukan di rumah, di antaranya:

  • Menggunakan pelumas berbahan dasar air
  • Bercinta saat Anda dan pasangan sedang merasa rileks (tidak tegang)
  • Berkomunikasi tentang vagina perih dengan suami Anda
  • Kosongkan kandung kemih sebelum bercinta
  • Mandi air hangat sebelum berhubungan intim
  • Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri sebelum berhubungan intim
  • Menaruh kompres dingin di bagian vulva untuk mengatasi rasa sensasi terbakar setelah berhubungan.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dispareunia terbaik.

Advertisement

hubungan seksmenopausehubungan seksualmasalah dispareuniadispareunia

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved