Vagina Perih Saat Bercinta? Waspadai Menderita Gejala Dispareunia!

Jika vagina anda tersasa perih saat bercinta, itu bisa menjadi salah satu gejala dispareunia
Vagina perih ketika bercinta harus diwaspadai sebagai gejala dispareunia

Rasa sakit pada vagina atau dispareunia saat berhubungan seks kerap menjadi masalah bagi kehidupan seksual pasangan. Seringkali kondisi vagina perih ini dibiarkan begitu saja tanpa dicari tahu penyebabnya.

Dispareunia sendiri diartikan sebagai nyeri pada alat kelamin yang terus menerus dan atau berulang sesaat sebelum, saat, atau pun sesudah berhubungan seks.

Dispareunia dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan. Namun kali ini kami akan membahas rasa nyeri pada perempuan, terutama vagina perih ketika berhubungan intim.

[[artikel-terkait]]

Gejala dispareunia pada wanita

Beberapa gejala yang dialami penderita dispareunia pada perempuan yaitu,

  • Nyeri hanya saat penetrasi
  • Nyeri di setiap penetrasi, termasuk ketika memakai tampon
  • Nyeri saat penis mendorong di dalam vagina
  • Vagina perih atau rasa seperti terbakar
  • Nyeri berdenyut yang bertahan berjam-jam setelah berhubungan

Penyebab vagina perih saat bercinta

1. Nyeri saat penetrasi

  • Tidak cukupnya pelumas

Pada umumnya hal ini terjadi ketika kurangnya pemanasan atau foreplay. Keadaan hormon setelah menopause, melahirkan, atau saat menyusui juga dapat memengaruhi produksi pelumas alami pada vagina dan dinding vagina menjadi lebih kering.

Beberapa obat seperti antidepresi, obat darah tinggi, obat alergi, dan pil kb juga dapat meyebabkan kejadian ini.

  • Riwayat trauma, luka atau iritasi

Cedera panggul akibat kecelakaan atau sayatan pada jalan lahir untuk membantu proses melahirkan termasuk dalam kategori ini.

  • Infeksi atau kelainan kulit

Infeksi jamur seperti kandidiasis dan infeksi virus dari herpes dapat menimbulkan kelainan atau luka pada vagina.

  • Vaginismus

Keadaan ini terjadi karena ketegangan otot dinding vagina sehingga liang vagina menjadi lebih sempit dan menimbulkan rasa sakit ketika penetrasi.

  • Kelainan bawaan

Kelainan bawaan seperti tidak sempurnanya bentuk vagina atau perkembangan selaput dara dapat menyebabkan rasa nyeri.

2. Nyeri setelah penetrasi dalam

  • Penyakit dan kondisi tertentu

Beberapa penyakit dan kondisi seperti endometriosis (tumbuhnya jaringan rahim di luar rahim), peradangan panggul, turun peranakan, fibroid rahim, infeksi kantung kencing, sindrom gangguan penceranaan, ambeyen and kista ovarium memicu nyeri saat berhubungan.

  • Operasi dan pengobatan

Luka bekas operasi pada panggul dapat menghasilkan nyeri ini. Pengobatan kanker seperti terapi radiasi dan kemoterapi juga dapat membuat hubungan seks disertai rasa sakit.

3. Faktor Emosi

  • Masalah psikologis

Cemas, depresi, khawatir terhadap penampilan fisik, ketakutan akan masalah keintiman atau hubungan juga berkontribusi dalam dispareunia.

  • Stres

Otot panggul akan menegang ketika stres datang dan membuat rasa sakit timbul ketika berhubungan seksual.

  • Riwayat kekerasan seksual

Riwayat kekerasan yang pernah dialami seorang perempuan akan membekas sehingga saat berhubungan terkadang memori akan kejadian tersebut terulang dan memicu rasa sakit saat berhubungan.

Ketika Anda merasakan adanya rasa sakit pada vagina saat berhubungan seks dengan pasangan Anda, jangan ragu untuk memberitahu pada pasangan Anda dan memeriksakan diri ke dokter.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/painful-intercourse/symptoms-causes/syc-20375967
Diakses 2 Mei 2019

Kumar K, Robertson D. Superficial dyspareunia. CMAJ: Canadian Medical Association Journal. 2017 Jun 19;189(24):E836.

WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/guide/female-pain-during-sex#1
Diakses 2 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed