Disorientasi, Saat Seseorang Bingung dengan Lingkungan dan Identitasnya Sendiri

(0)
29 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Disorientasi adalah perubahan kondisi mental yang membuat seseorang kebingungan dan tidak mengetahui identitas dirinyaDisorientasi bisa disebabkan oleh demensia atau gangguan terkait masalah daya ingat
Pernahkah Anda melihat orang terdekat kebingungan namun pada kasus yang parah? Walau ‘bingung’ menjadi hal yang lumrah terjadi, kebingungan yang membuat seseorang tidak mengetahui lokasinya atau identitasnya perlu ditangani oleh dokter. Kebingungan level ini disebut dengan disorientasi – yang biasanya menjadi gejala penyakit tertentu.

Apa itu disorientasi?

Disorientasi adalah perubahan kondisi mental yang membuat seseorang kebingungan dan tidak mengetahui lokasinya berada, identitas dirinya, dan tanggal atau jam di situasi tersebut. Perubahan kondisi mental tersebut dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari penyakit tertentu atau pengaruh obat-obatan. Seseorang yang mengalami disorientasi harus didampingi untuk menemui dokter sesegera mungkin. Biasanya, disorientasi juga diiringi oleh beberapa gejala penyerta. Gejala penyerta disorientasi, termasuk:
  • Kebingungan, yakni tidak dapat berpikir dengan tingkat kejernihan normal seperti biasanya
  • Delirium atau menjadi bingung dan terganggunya konsentrasi
  • Delusi, yakni memercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi
  • Agitasi, yakni perasaan marah dan gelisah
  • Halusinasi, yakni melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada
  • Bepergian tanpa arah

Ragam penyebab disorientasi

Disorientasi dapat disebabkan oleh beragam hal, misalnya:

1. Delirium

Gangguan delirium adalah perubahan tiba-tiba dalam otak yang memicu kebingungan mental dan gangguan emosional. Kondisi ini dapat membuat penderitanya sulit berpikir, sulit mengingat suatu hal, susah tidur,sulit konsentrasi, dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Delirium dapat berlangsung dalam periode yang singkat. Delirium dapat dipicu oleh beberapa faktor, termasuk obat-obatan, infeksi, gangguan keseimbangan metabolik, atau trauma. Seseorang juga dapat mengalami delirium saat baru saja menjalani operasi atau tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

2. Demensia

Demensia bisa menjadi penyebab disorientasi
Disorientasi dapat terjadi pada penderita demensia
Demensia juga menjadi penyebab utama seseorang mengalami disorientasi. Demensia sendiri merupakan istilah umum untuk masalah daya ingat, gangguan berbicara, gangguan pemecahan masalah, dan gangguan kepribadian lain yang bisa parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Demensia dapat berbeda dengan delirium. Apabila delirium terjadi dalam periode yang singkat, demensia terjadi lebih perlahan pada penderitanya. Demensia juga cenderung permanen dan menimbulkan gejala yang konsisten.

3. Alkohol dan obat-obatan

Beberapa jenis obat, termasuk obat ilegal, dapat memicu terjadinya disorientasi. Begitu pula dengan konsumsi alkohol yang dapat membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Penyebab lain disorientasi

Selain penyebab utama di atas, gangguan medis lain juga dapat memicu disorientasi. Beberapa penyebab disorientasi lainnya, termasuk:
  • Gangguan pada organ tertentu, seperti gagal hati, sirosis hati, gagal ginjal
  • Keracunan karbon monoksida
  • Masalah pada otak, seperti radang arteri di otak, meningitis, ensefalitis, gegar otak, tumor di otak, atau hematoma di otak
  • Dehidrasi dan kelainan elektrolit
  • Overdosis obat
  • Epilepsi dan kejang parsial kompleks
  • Penyakit yang berkaitan dengan temperatur panas
  • Demam
  • Hipotermia
  • Sepsis atau komplikasi akibat infeksi
  • Masalah pada gula darah, baik gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) maupun terlalu tinggi (hiperglikemia)
  • Hipoksia atau suplai oksigen yang berkurang
  • Hipotensi ortostatik, yakni tekanan darah rendah saat seseorang bangkit dari duduk atau berbaring
  • Stroke
  • Gangguan vestibular yang memengaruhi telinga bagian dalam
  • Kekurangan vitamin
  • Sindrom Reye, yakni kondisi langka yang memicu pembengkakan pada hati dan otak
  • Hipertiroidisme dan hipotiroidisme

Penanganan disorientasi

Penderita disorientasi perlu berkonsultasi dengan dokter
Penderita disorientasi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya
Penanganan disorientasi akan didasarkan pada penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes untuk mendiagnosis penyebab seseorang mengalami disorientasi. Setelah dokter berhasil mengetahui penyebab kondisi ini, pasien akan diresepkan obat yang sesuai. Apabila ‘pasien’ yang mengalami disorientasi adalah orang terdekat Anda, dokter akan memberikan cara-cara untuk  menjaga pasien tersebut. Anda juga dapat membantu pemulihan gejalanya dengan berusaha membiasakan atau mengakrabkan pasien dengan lingkungan rumahnya serta mengatur barang-barang yang diperlukannya nanti. 

Catatan dari SehatQ

Disorientasi adalah perubahan kondisi mental yang membuat seseorang sulit mengenali lingkungan dan identitasnya. Kondisi ini dapat dipicu oleh beragam hal, namun yang paling utama biasanya yaitu delirium, demensia, serta efek samping alkohol dan obat-obatan.
demensiahalusinasideliriumpikun
Alzheimer Association. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia
Diakses pada 16 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/disorientation
Diakses pada 16 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/delirium
Diakses pada 16 Agustus 2020
Health Direct Australia. https://www.healthdirect.gov.au/disorientation
Diakses pada 16 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait