Mengenal Dislokasi Rahang Miring dan Cara Memperbaikinya


Dislokasi rahang atau rahang yang miring dapat terjadi karena banyak hal seperti adanya perubahan struktur tulang gigi. Pahami cara mengatasinya berikut.

(0)
Dislokasi rahang yang miring dapat terjadi saat membuka rahang terlalu lebarSaat terjadi dislokasi rahang, tulang rahang bawah terlepas dari tempat seharusnya
Dislokasi rahang adalah lepasnya tulang rahang bawah dari posisi normalnya. Pada susunan mulut manusia, hanya rahang bawah yang bisa bergerak ke berbagai arah, sementara rahang atas posisinya langsung tersambung dengan tulang tengkorak sehingga tidak bisa bergerak. Dislokasi rahang bisa disebabkan karena membuka mulut terlalu lebar saat menguap, tertawa, maupun kegiatan lainnya. Kondisi ini juga bisa terjadi karena benturan keras saat olahraga maupun kecelakaan, hingga perubahan struktur gigi dan penyakit.

Penyebab dislokasi rahang

Sendi rahang terletak di area depan telinga dan sendi rahang memiliki nama khusus, yaitu sendi temporomandibular (temporo = temporal, tengkorak bagian telinga; mandibula = rahang bawah). Persendian ini juga bisa disebut sebagai TMJ yang merupakan singkatan dari temporomandibular joint. Bergesernya TMJ inilah yang sering dikenal sebagai dislokasi rahang.Sendi adalah hubungan antara dua tulang. Pada TMJ, tulang yang menyusun persendiannya adalah rahang bawah dan tulang tengkorak yang juga menjadi tempat dari rahang atas. Sendi ini memungkinkan rahang Anda untuk bergerak ke atas, ke bawah, dan ke samping kiri-kanan, sehingga Anda dapat berbicara dan mengunyah.Agar bisa terhubung, tulang rahang bawah yang memiliki tonjolan di kedua sisi kiri dan kanan, tersambung ke dalam cekungan di tulang tengkorak.Saat seseorang mengalami dislokasi rahang, posisi tulang rahang bawah keluar dari cekungan tersebut dan tidak dapat kembali ke posisi normal (bayangkan engsel pintu yang terlepas). Dislokasi rahang bisa terjadi sebagian, utuh, unilateral (satu sisi) atau bilateral (dua sisi), akut, ataupun kronis.Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dislokasi rahang antara lain:
  • Sendi atau kapsul ligamen yang longgar
  • Spasme otot penyokong sendi rahang
  • Radang pada sendi rahang yang menyebabkan perubahan bentuk
  • Perubahan struktur gigi. Dapat terjadi setelah gigi geraham bagian belakang lepas ataupun dicabut. Gigi geraham belakang dianggap sebagai penyangga struktur sendi rahang, sehingga tanpanya sendi rahang mudah bergeser.
  • Membuka rahang yang terlalu lebar dan dipaksakan, misalnya ketika tertawa, menguap, muntah, saat serangan kejang, atau dalam prosedur perawatan gigi. Menggigit terlalu keras juga dapat menyebabkan dislokasi rahang.
  • Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan rahang rentan terdislokasi, seperti pada penyakit Parkinson, sindrom Ehler-Danlos, distonia pada wajah, dan sindrom Marfan.

Gejala dislokasi rahang

Saat Anda mengalami dislokasi rahang, gejalanya sebenarnya cukup jelas terlihat. Berikut ini beberapa hal yang biasanya akan muncul saat rahang bergeser dari tempatnya.
  • Rahang tidak dapat dikatupkan alias jadi sulit menutup mulut.
  • Rahang seperti terkunci setelah membuka mulut.
  • Sulit berbicara
  • Air liur yang mengalir tidak tertampung.
  • Pada dislokasi rahang akut, dapat disertai rasa nyeri di sekitar telinga, tetapi kondisi kronis sering tidak disertai rasa nyeri.
  • Dislokasi rahang unilateral (satu sisi) menyebabkan dagu tampak miring atau asimetris.
  • Jika diraba, di depan telinga dapat ditemukan area yang kosong karena tulang rahang sudah bergeser.
  • Pada kasus kronis dapat ditemukan tanda-tanda malnutrisi.
Kejadian dislokasi rahang dapat berulang pada 20% pasien.

Penanganan dislokasi rahang

Dislokasi rahang akut menyebabkan rasa sakit yang hebat, tapi relatif mudah untuk ditangani. Rahang yang bergeser dapat dikembalikan ke posisi semula secara manual. Pertama pasien akan diberi anestesi dan sedasi lokal, kemudian dokter akan mendorong rahang ke arah bawah dan belakang atas untuk mengembalikannya ke posisi semula.Penanganan dislokasi rahang kronis dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap konservatif dan jika tidak berhasil, dilanjutkan dengan tindakan operasi. Tindakan konservatif mencakup dua hal berikut:
  • Suntikan agen yang menyebabkan sklerosis ke ruang sendi. Agen penyebab sklerosis memicu reaksi radang, dan kemudian diharapkan akan membentuk jaringan fibrotik yang kaku. Gerakan rahang juga harus dibatasi, sehingga rahang biasanya akan dibalut selama 3-4 minggu untuk meminimalisir gerakan.

  • Terapi konservatif yang baru adalah suntikan botulinum toxin (botox) pada sendi rahang yang mengalami dislokasi berulang. Efek dari racun botulinum ini bersifat sementara, sehingga suntikan ulangan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil maksimal. Suntikan botox efektif untuk pasien dislokasi rahang akibat kelemahan otot.
Jika terapi konservatif tidak berhasil, opsi lainnya yang dapat dilakukan adalah operasi.

Perawatan di rumah setelah menjalani prosedur untuk memperbaiki rahang

Setelah melewati tahap penyembuhan seperti terapi maupun operasi, Anda harus tetap melakukan perawatan mandri secara rutin guna menghindari cedera ulang. Beberapa perawatan dislokasi rahang atau pergeseran tulang rahang (TMJ) di rumah sebagaimana dikutip dari Fairview adalah di antaranya sebagia berikut.
  1. Melakukan self-check dengan mempehatikan beberapa hal seperti apakah otot-otot Anda mengalami ketegangan hingga apakah mulut Anda mengeluarkan darah atau keganjalan lainnya
  2. Mempehatikan makanan yang dikonsumsi seperti tidak makan makanan yang keras dan berhati-hati terhadap bagian tubuh yang lain seperti hidung hingga leher
  3. Mengelola stres dengan selalu menjaga kondisi perasaan tetap santai dan cukup tidur
  4. Tetap aktif dengan melakukan olahraga ringan seperti yoga atau renang
Dislokasi rahang atau gangguan temporomandibular (TMJ) memanglah bukan cedera biasa yang dapat disepelekan. Namun gangguan tersebut masih dapat dihindari dan diatasi dengan sejumlah cara sederhana. Untuk itu tetap jaga kesehatan dan pastikan Anda selalu berhati-hati dalam memperlakukan rahang Anda. 
dislokasi sendidislokasi rahang
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/temporomandibular-disorders-tmd#1
Diakses pada April 2019
Sharma NK, et al. Temporomandibular Joint Dislocation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4668726/
Diakses pada April 2019
Prechel U, et al. The Treatment of Temporomandibular Joint Dislocation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5817180/
Diakses pada April 2019
Fairview. https://www.fairview.org/patient-education/89755 Diakses 8 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait