Dislipidemia Adalah Keabnormalan Kadar Lemak Dalam Darah, Kenali Bahayanya

(0)
15 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dislipidemia dapat memicu munculnya penyakit kardiovaskularDislipidemia terjadi ketika kadar lemak dalam darah berada pada tingkat abnormal
Pernahkah Anda mendengar istilah dislipidemia? Dislipidemia adalah suatu kondisi di mana kadar lipid (lemak) dalam darah berada pada tingkat yang tak normal. Itu biasanya berarti kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida terlalu tinggi, atau HDL (kolesterol baik) terlalu rendah. Hal tersebut dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa. Perlu Anda ketahui bahwa dislipidemia kerap tak menimbulkan gejala sehingga umumnya baru terdeteksi saat pemeriksaan darah atau medical check-up

Tipe-tipe dislipidemia

Berdasarkan penyebabnya terdapat dua tipe dislipidemia, yaitu dislipidemia primer dan dislipidemia sekunder. Adapun penjelasan keduanya, sebagai berikut:

1. Dislipidemia primer

Faktor genetik menjadi penyebab dislipidemia primer sehingga ini merupakan kondisi yang diturunkan. Beberapa jenis spesifik dislipidemia primer, yaitu:
  • Familial combined hyperlipidemia: Kondisi ini dapat menyebabkan kolesterol LDL dan trigliserida tinggi. Umumnya, penyakit ini berkembang pada remaja dan dewasa muda yang meningkatkan risiko penyakit arteri koroner dini.
  • Familial hyperbetalipoproteinemia: Kondisi ini mengacu pada mutasi kelompok lipoprotein LDL yang disebut apolipoprotein, di mana apolipoprotein B memiliki tingkat yang tinggi.
  • Familial hypertriglyceridemia: Kondisi ini menyebabkan kadar trigliserida tinggi.
  • Familial hypercholesterolemia and polygenic hypercholesterolemia: Keduanya ditandai dengan kadar kolesterol total yang tinggi. Seseorang dikatakan mengalami dislipidemia jika pemeriksaan lemak darahnya setelah puasa menunjukkan nilai kolesterol di atas 200 mg/dL. Anda dapat menghitung kolesterol total dengan menambahkan kadar HDL dan LDL bersama dengan setengah dari kadar trigliserida. 

2. Dislipidemia sekunder

Dislipidemia sekunder merupakan kondisi yang didapat. Ini disebabkan oleh faktor gaya hidup atau kondisi medis yang mengganggu kadar lemak darah dari waktu ke waktu. Umumnya, dislipidemia sekunder disebabkan oleh:

Bahaya dislipidemia

Nyeri dada merupakan gejala penyakit arteri koroner
Nyeri dada merupakan salah satu gejala komplikasi dislipidemia
Bahaya dislipidemia dikaitkan dengan berbagai penyakit kardiovaskular. Orang dengan kadar LDL dan trigliserida yang tinggi atau kadar HDL yang rendah cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit aterosklerosis. Kondisi ini berkembang ketika timbunan lemak keras (plak) menumpuk di pembuluh darah sehingga membuat darah sulit mengalir. Dislipidemia yang parah atau tak diobati dapat menyebabkan kondisi lain, termasuk penyakit arteri koroner dan penyakit arteri perifer. Gejala kondisi ini umumnya, yaitu:
  • Sakit kaki, terutama saat berdiri atau berjalan
  • Nyeri dada
  • Dada sesak
  • Sesak napas
  • Tekanan pada leher, rahang, bahu, dan punggung
  • Gangguan pencernaan dan heartburn
  • Masalah tidur
  • Kelelahan di siang hari
  • Pusing
  • Berkeringat dingin
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan kaki, pergelangan kaki, perut, dan pembuluh darah di leher
  • Palpitasi jantung
  • Pingsan
Gejala tersebut bisa menjadi lebih buruk saat Anda melakukan aktivitas berat atau stres. Seiring waktu, plak pun bisa menumpuk dan menyebabkan masalah sirkulasi yang lebih besar, seperti serangan jantung dan stroke. Kondisi tersebut dapat mengancam jiwa sehingga perlu diwaspadai.

Pengobatan dislipidemia

Pengobatan dislipidemia bervariasi bergantung pada penyebab dan keparahannya. Fibrat adalah pengobatan utama untuk dislipidemia dengan trigliserida tinggi, selain itu obat-obatan untuk mengontrol kadar kolesterol tubuh adalah
  • Statin: menghambat enzim pembentuk LDL sehingga kadar kolesterol dalam darah menurun
  • Niacin: merupakan vitamin B3 yang dapat membantu menurunkan kolesterol
  • Ezetimibe: obat ini bekerja menghambat penyerapan lemak pada usus
  • Bile acid sequestrants: obat ini menurunkan LDL dengan menghambat penyerapan asam empedu di darah
  • Evolocumab dan alirocumab: obat golongan terbaru untuk menurunkan kolesterol terutama LDL
  • Lomitapide dan mipomersen: membantu menurunkan LDL dalam darah
Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup dan suplemen juga dapat membantu mendorong kadar lemak yang sehat. Berikut beberapa perawatan alami yang bisa dilakukan:
  • Mengurangi konsumsi lemak tak sehat, seperti daging merah, produk susu penuh lemak, coklat, keripik, gorengan
  • Olahraga secara teratur
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Menghindari duduk untuk waktu yang terlalu lama
  • Mengonsumsi lemak tak jenuh ganda yang sehat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan minyak zaitun
  • Mengonsumsi minyak omega-3 (EPA dan DHA)
  • Mengonsumsi lebih banyak serat
  • Tidur dengan cukup
  • Minum lebih banyak air putih
Pastikan juga Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar lipid dalam darah juga dapat terpantau. Mendeteksi masalah sedini mungkin dapat mengurangi risiko bahaya yang mengancam jiwa.
diabeteskolesterolserangan jantungstrokeobesitas
Healthline. https://www.healthline.com/health/dyslipidemia#treatment
Diakses pada 03 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321844#treatment
Diakses pada 03 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait