Diskinesia atau Pergerakan Tidak Terkontrol, Bisa Terjadi karena Obat Penyakit Parkinson

(0)
05 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Diskinesia atau pergerakan tubuh yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh efek samping penggunaan obatObat penyakit Parkinson dapat menimbulakn efek samping berupa diskinesia
Untuk menangani penyakit Parkinson, dokter biasanya akan memberikan obat yang disebut levodopa. Levodopa merupakan obat lini pertama yang efektif dalam menangani penyakit ini dan mengendalikan gejalanya. Hanya saja, penggunaan levodopa bukannya tanpa efek samping. Levodopa berisiko menimbulkan masalah baru yang disebut dengan diskinesia.  Apa itu diskinesia?

Mengenal apa itu diskinesia

Diskinesia adalah kondisi yang ditandai dengan pergerakan tubuh yang tidak disadari dan tak bisa dikontrol oleh pasien. Pergerakan tersebut bisa terjadi pada satu bagian saja, seperti kepala atau lengan, namun juga bisa memengaruhi seluruh bagian tubuh. Pergerakan tak terkontrol akibat diskinesia biasanya terjadi pada penderita penyakit Parkinson - akibat efek samping penggunaan obat. Beberapa kasus kondisi ini juga bisa terjadi akibat gangguan pergerakan.Pergerakan akibat diskinesia dapat bersifat ringan pada beberapa pasien. Namun, kondisi ini juga bisa parah dan mengganggu aktivitas penderitanya – sehingga harus ditangani dengan intervensi tertentu.

Apa sebenarnya penyebab diskinesia?

Diskinesia merupakan efek samping dari pengobatan Parkinson
Gerakan tangan yang tidak terkontrol merupakan gejala diskinesia
Seperti yang disampaikan di atas, penyebab utama diskinesia adalah penggunaan obat penyakit Parkinson yang disebut levodopa. Obat ini biasanya digunakan dokter karena  memiliki efektivitas yang baik untuk menangani penyakit tersebut. Sebagai obat penyakit Parkinson, levodopa dapat meningkatkan kadar dopamin di dalam otak. Hanya saja, begitu penggunaan obat dihentikan, kadar dopamin di tubuh pasien akan kembali turun. Naik turun kadar dopamin tersebut diyakini memicu gerakan tak terkontrol yang disebut diskinesia.Salah satu jenis diskinesia, yakni tardive dyskinesia, bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan antipsikotik untuk menangani gejala psikosis. 

Penanganan diskinesia

Diskinesia bisa menimbulkan gejala yang bervariasi bagi masing-masing pasien. Dengan begitu, penanganannya juga dapat berbeda dengan mempertimbangkan beberapa kondisi, seperti keparahan diskinesia yang dialami pasien, usia pasien, lamanya levodopa dikonsumsi, atau kapan diskinesia mulai muncul.Beberapa opsi penanganan diskinesia yang akan direkomendasikan dokter, yaitu:
  • Menyesuaikan dosis obat levodopa untuk menghindari fluktuasi kadar dopamin di tubuh pasien
  • Mengubah bentuk/alur pemberian levodopa menjadi secara infus atau dalam formula rilis diperpanjang
  • Memberikan obat amantadine rilis diperpanjang, yang baru-baru ini disetujui untuk menangani diskinesia
  • Memberikan levodopa dalam dosis yang lebih kecil namun lebih sering
  • Meminta pasien agar mengonsumsi levodopa 30 menit sebelum makan sehingga protein dalam makanan tidak berinteraksi dengan penyerapan obat
  • Meminta pasien untuk menjalani aktivitas fisik, seperti berenang dan berjalan kaki
  • Mengarahkan pasien untuk menerapkan teknik pengendalian stres, karena stres dapat memperburuk diskinesia
  • Pada kasus penyakit Parkinson tahap awal dan pasien belum menunjukkan tanda-tanda diskinesia, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan dopamine receptor agonists secara monoterapi
  • Menawarkan tindakan DBS atau stimulasi mendalam otak pada kasus diskinesia yang parah. Tindakan ini  baru ditawarkan apabila penanganan lain tidak dapat mengatasi diskinesia yang dialami pasien.

Kondisi lain yang berkaitan dengan diskinesia

Diskinesia dikaitkan dengan beberapa kondisi medis lain, misalnya:

1. Distonia

Distonia merupakan kondisi yang memicu otot tiba-tiba mengencang dengan sendirinya. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit Parkinson dan bukan karena efek samping obat-obatan penyakit ini. Secara spesifik, distonia terjadi karena kadar dopamin yang rendah – kondisi yang sering terlihat pada penderita penyakit Parkinson. Distonia sendiri dapat memengaruhi kaki, tangan, pita suara, atau kelopak mata. Namun, pada banyak kasus, kondisi ini hanya memengaruhi salah satu bagian tubuh.

2. Tardive dyskinesia

Sama halnya dengan diskinesia, tardive dyskinesia juga menyebabkan pergerakan yang tidak disadari. Namun, pergerakan tersebut biasanya ‘hanya’ memengaruhi lidah, bibir, mulut, atau kelopak mata. Kondisi ini sering terjadi pada pasien gangguan kejiwaan yang mengonsumsi obat-obatan antipsikotik. Beberapa gejala tardive dyskinesia yaitu:
  • Mengecap bibir berulang kali
  • Menyeringai berulang kali
  • Berkedip cepat
  • Mengerutkan bibir
  • Menjulurkan lidah

Catatan dari SehatQ

Diskinesia adalah kondisi yang menimbulkan pergerakan tidak terkontrol pada bagian tubuh. Penanganan dari dokter diperlukan agar kondisi ini bisa terkendali dan pasien penyakit Parkinson dapat menjalani hidup yang tetap berkualitas.
tremorparkinsonpsikosisantipsikotik
Healthline. https://www.healthline.com/health/dyskinesia
Diakses pada 24 Agustus 2020
Parkinson News Today. https://parkinsonsnewstoday.com/parkinsons-disease-treatments/motor-symptoms
Diakses pada 24 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait