Impotensi di Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya


Impotensi di usia muda ternyata dapat disebabkan oleh faktor fisik, psikologis, hingga gaya hidup. Gangguan ini merupakan kondisi ketika seorang pria tidak dapat ereksi dengan normal.

(0)
14 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Impotensi di usia muda dapat terjadi karena faktor gaya hidupDisfungsi ereksi atau impotensi kerap dikaitkan dengan usia tua.
Disfungsi ereksi atau yang lebih dikenal dengan sebutan impotensi merupakan sebuah kondisi di mana seorang pria tidak dapat ereksi atau mempertahankan ereksi dari penis. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan seksual menjadi terganggu atau terhambat.Impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun saat ini, jumlah pria berusia di bawah 40 tahun yang mengalami impotensi terus meningkat. Tidak hanya secara fisik, gaya hidup serta faktor psikologis juga dapat menjadi penyebab impotensi di usia muda yang perlu diwaspadai.

Penyebab impotensi di usia muda

Ada sejumlah penyebab, baik itu penyebab fisik ataupun penyebab psikologis, yang mengakibatkan impotensi. Bahkan, pada beberapa kasus, impotensi dapat menjadi penanda adanya kondisi kesehatan yang serius.

1. Penyebab impotensi secara fisik

Kondisi fisik sangat berpengaruh pada kemampuan ereksi seorang pria. Pasalnya, untuk mendapatkan dan mempertahankan suatu ereksi dibutuhkan sirkulasi tubuh yang normal dan sehat.Beberapa kondisi, seperti aterosklerosis atau tersumbatnya aliran darah, dapat memicu impotensi. Itulah sebabnya tekanan darah tinggi bisa mengganggu ereksi dan daya tahan seorang pria.Pada impotensi yang disebabkan oleh faktor gangguan fisik, gejala impotensi akan muncul secara perlahan. Penurunan libido juga tidak terjadi secara drastis dan tiba-tiba.

2. Penyebab impotensi secara psikologis

Dorongan dan gairah seksual memiliki peran dalam proses terjadinya ereksi yang berasal dari kerja otak. Akan tetapi, kondisi mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan, dapat mengganggu proses tersebut sehingga ereksi tidak berjalan dengan baik. Dalam hal ini, stres yang berkaitan dengan keluarga, karier, uang, dan peristiwa kehidupan lainnya, dapat berpengaruh langsung pada kondisi impotensi. Pada impotensi yang disebabkan oleh faktor psikologis, umumnya terjadi penurunan libido secara drastis dan tiba-tiba.Selain dari penyebab fisik dan psikologis, gaya hidup juga dapat berisiko mengakibatkan impotensi seperti minum minuman beralkohol, merokok, serta konsumsi obat.

3. Penyebab impotensi akibat gaya hidup tidak sehat

Impotensi pada usia muda juga dapat terjadi karena pola gaya hidup tidak sehat yang biasa dilakukan setiap hari. Beberapa di antaranya adalah dengan sering mengonsumsi alkohol, memakai obat-obatan terlarang, dan merokok.Sering mengonsumsi alkohol ternyata dapat memblokir impuls saraf dan menghalanginya untuk menjadi jalur komunikasi antar otak dan tubuh. Hal ini berpengaruh juga pada sistem kerja saraf saat ereksi.Lalu, kecanduan obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan impotensi karena menyebabkan aliran darah menyempit dan membuat darah yang beredar di sekitar penis menjadi terbatas.Terakhir, merokok juga dapat menyebabkan impotensi karena nikotin yang terdapat di dalam rokok ternyata dapat mengendap di dalam tubuh. Endapan ini akan berubah menjadi timbunan yang ketika sudah berlebihan dapat menyebabkan aliran darah tidak lancar dan sulit ereksi.

Terapi impotensi yang tepat

Setelah mengetahui penyebab impotensi yang terjadi, Anda diharapkan dapat mencari terapi impotensi yang sesuai dengan kondisi Anda. Terapi impotensi dapat berbeda pada tiap orang. Berikut beberapa cara mengobati impotensi yang dapat Anda coba.

1. Menjalani gaya hidup sehat

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat menjadi terapi impotensi yang bisa dilakukan paling awal. Tidak hanya mengatasi impotensi, langkah ini tentu juga akan berguna bagi kesehatan Anda ke depannya. Anda disarankan untuk rutin berolahraga, mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan jantung, berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol. Apabila impotensi yang terjadi berkaitan dengan masalah pribadi, seperti masalah dalam hubungan dengan pasangan, Anda juga dapat mencoba melakukan konseling untuk membantu menyelesaikannya.

2. Bangun hubungan baik dengan pasangan

Kondisi impotensi kerap membuat para pria menjadi kurang percaya diri dan semakin depresi. Ini tentu sangat berisiko membuat impotensi menjadi lebih parah.Untuk itu, komunikasi dengan pasangan merupakan hal yang sangat penting untuk mencurahkan apa yang Anda pikirkan dan rasakan. Dengan begitu, Anda setidaknya akan mengurangi tekanan dalam diri dengan mengungkapkannya pada istri. Hindari juga terlalu memikirkan karier dan pekerjaan secara berlebihan.

3. Pengobatan dan tindakan operasi

Apabila penyebab impotensi merupakan masalah kesehatan yang serius, Anda dapat melakukan konsultasi pada dokter guna memperoleh penanganan yang tepat dan cepat. Ada kemungkinan, Anda akan diberi obat-obatan atau bahkan menjalani tindakan operasi.Dokter umumnya akan memberikan obat untuk melancarkan aliran darah ke penis sehingga dapat membantu seorang pria mencapai ereksi. Dokter juga mungkin akan mengganti obat-obatan yang sedang Anda konsumsi apabila impotensi terjadi sebagai akibat dari konsumsi obat tertentu.

4. Tetaplah optimis

Impotensi dapat menjadi hal yang sensitif untuk dibicarakan, apalagi dalam lingkungan para pria muda. Akan tetapi, janganlah berputus asa dan ingat bahwa ada banyak pria lain yang juga mengalami hal serupa dan ini merupakan kondisi yang dapat disembuhkan.Kasus impotensi di usia muda terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena itu, Anda perlu lebih paham mengenai penyebab dari kondisi ini. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter apabila Anda merasa mengalami gangguan ini. Semakin cepat kondisi impotensi diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang dapat dilakukan.
disfungsi ereksimasalah seksual
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/young-men
Diakses pada Oktober 2018
Sexual Medicine Review. https://www.smr.jsexmed.org/article/S2050-0521(17)30050-1/pdf
Diakses pada 1 Maret 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316215.php
Diakses pada 1 Maret 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait