logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Disartria Adalah Gangguan Berbicara, Kenali Gejalanya

open-summary

Disartria adalah gangguan motorik yang membuat penderitanya kesulitan saat berbicara. Gejala penderita disartria berbeda satu sama lain, tergantung tingkat keparahan dan bagian otak mana yang mengalami cedera.


close-summary

19 Agt 2020

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Penderita disartria mengalami gangguan motorik sehingga ia kesulitan berbicara

Biasanya penderita disartria akan kesulita mengeja kata-kata dengan benar

Table of Content

  • Apa saja gejala yang dialami penderita disartria?
  • Cara mendiagnosis disartria
  • Hal yang bisa dilakukan untuk mempermudah komunikasi
  • Apakah disartria dapat disembuhkan?
  • Catatan dari SehatQ

Disartria adalah gangguan motorik yang membuat penderitanya tidak dapat mengontrol otot-otot pada wajah, mulut, serta sistem pernapasan sehingga kesulitan berbicara. Disartria sendiri biasanya merupakan buntut dari adanya gangguan pada otak seperti stroke. Penderita gangguan ini akan mengalami kesulitan mengontrol otot untuk menghasilkan suara dengan normal.

Advertisement

Selain itu, penderita gangguan disartria akan mengalami masalah-masalah seperti kesulitan mengeja perkataan dengan benar, berbicara dengan suara normal, hingga mengontrol kualitas, intonasi, dan kecepatan bicara. Hasilnya, pendengar akan kesulitan untuk memahami apa yang sedang dibicarakan. Gangguan berbicara masing-masing penderita disartria berbeda, bergantung pada tingkat keparahan dan bagian otak mana yang mengalami cedera.

Apa saja gejala yang dialami penderita disartria?

Penyebab disartria adalah masalah-masalah kesehatan seperti stroke, tumor otak, cedera kepala traumatik, infeksi tenggorokan, radang amandel, hingga penggunaan obat-obatan terlarang yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti narkoba. Beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita disartria, di antaranya:

  • Cadel
  • Berbicara terlalu lambat atau cepat
  • Ritme bicara yang tidak menentu
  • Berbicara terlalu pelan atau berbisik
  • Kesulitan mengatur volume bicara
  • Kesulitan mengendalikan otot wajah
  • Kesulitan mengunyah, menelan, atau mengendalikan lidah
  • Mudah mengeluarkan air liur

Apabila Anda mengalami salah satu gejala, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah Anda menderita disartria atau tidak.

Cara mendiagnosis disartria

Guna membantu ahli saraf untuk mencari penyebab utama dan menentukan jenis disartria yang Anda derita, ahli patologi bahasa dan wicara akan membantu untuk melakukan analisis. Selain itu, cara mendiagnosis disartria adalah dengan melakukan serangkaian tes. Sejumlah tes yang dilakukan untuk mendiagnosis disartria, antara lain:

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan seperti MRI atau CT scan dapat membantu untuk mengidentifikasi penyebab masalah bicara dengan mendapatkan detail citra otak, kepala, hingga leher.

  • Tes urine dan darah

Melalui tes urine dan darah, dapat diketahui apakah gejala yang Anda alami berasal dari penyakit menular atau peradangan (inflamasi).

  • Pungsi lumbal (lumbar puncture)

Saat menerapkan metode ini, sampel cairan serebrospinal yang ada di punggung Anda akan diambil memakai jarum khusus sebelum kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Pungsi lumbal dapat membantu mendiagnosis gangguan sistem saraf pusat, infeksi serius, hingga kanker pada otak maupun sumsum tulang belakang.

  • Biopsi

Langkah ini baru diambil ketika muncul kecurigaan adanya tumor pada otak. Biopsi akan mengambil sedikit sampel jaringan otak Anda untuk diuji.

  • Tes neuropsikologi

Tes ini mengukur kemampuan dalam berpikir, serta memahami pembicaraan, bacaan, tulisan, hingga keterampilan lainnya. Disartria memang tidak memengaruhi keterampilan kognitif dan pemahaman Anda tentang bicara dan menulis, namun ada sejumlah kondisi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur.

Hal yang bisa dilakukan untuk mempermudah komunikasi

Apabila Anda mengalami disartria, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk mempermudah komunikasi dengan orang lain. Beberapa cara yang dapat diterapkan penderita disartria adalah:

  • Berbicara dengan perlahan. Berbicara perlahan memberikan waktu tambahan bagi pendengar untuk memahami perkataan yang mereka dengar.
  • Mulailah pembicaraan dengan frasa pendek. Mulailah pembicaraan dengan frasa pendek sebelum kemudian mengembangkannya ke kalimat yang lebih panjang.
  • Bertanya kepada pendengar. Jangan sungkan untuk bertanya kepada pendengar untuk mengetahui apakah mereka paham dengan perkataan Anda. 
  • Kurangi bicara ketika lelah. Bicaralah dengan singkat ketika lelah karena kelelahan membuat perkataan Anda sulit untuk dipahami.
  • Tulis pesan. Menulis pesan di ponsel atau kertas dapat mempermudah Anda dalam menyampaikan perkataan kepada pendengar.
  • Gunakan alat bantu. Gunakan gambar, diagram, atau foto sebagai alat bantu ketika berbicara. Memberikan isyarat atau menunjuk objek tertentu ketika berbicara dapat mempermudah Anda untuk menyampaikan pesan.

Cara-cara tersebut dapat diterapkan penderita disartria untuk membantu mereka dalam berkomunikasi. Dengan begitu, perkataan mereka akan lebih mudah dipahami oleh lawan bicara.

Baca Juga

  • Mengenal Terapi Okupasi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
  • Penggunaan Natrium Diklofenak untuk Nyeri Sendi, Amankah untuk Kesehatan?
  • Nyeri Leher Bagian Belakang adalah Tanda Kolesterol Tinggi, Benarkah?

Apakah disartria dapat disembuhkan?

Jenis pengobatan bagi masing-masing penderita disartria berbeda satu sama lain, bergantung pada hasil diagnosa yang ditegakkan. Jika gejala yang Anda tunjukkan berkaitan dengan kondisi medis, pengobatan bisa dilakukan dengan meminum obat, operasi, ataupun terapi bahasa dan wicara.

Misalnya, gejala yang Anda tunjukkan berkaitan dengan efek samping obat tertentu, dokter kemungkinan akan mengganti obat atau menurunkan dosis. Sementara itu, langkah operasi akan dilakukan ketika disartria yang Anda derita berasal dari tumor di otak.

Selain itu, bantuan dari ahli patologi bahasa dan wicara dapat membantu Anda meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi. Langkah-langkah pengobatan yang dilakukan dapat berupa:

  • Melatih gerakan lidah dan bibir
  • Memperkuat otot bicara
  • Memperlambat kecepatan bicara
  • Melatih pernapasan supaya dapat berbicara lebih keras
  • Melatih artikulasi agar perkataan terdengar dengan jelas
  • Melatih keterampilan komunikasi dalam kelompok
  • Menguji keterampilan komunikasi dalam situasi kehidupan nyata

Catatan dari SehatQ

Disartria adalah gangguan saraf yang akan membuat penderitanya mengalami masalah seperti kesulitan mengeja perkataan dengan benar, berbicara dengan suara normal, hingga mengontrol kualitas, intonasi, dan kecepatan bicara. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang ada, kunjungi dokter untuk segera mendapatkan penanganan.

Advertisement

infeksi tenggorokanstrokecedera kepalagangguan pita suaratumor otak

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved