Diplopia Adalah Gangguan Penglihatan Ganda, Apa Penyebabnya?

Diplopia adalah kondisi ketika Anda melihat satu benda namun terlihat seperti dua benda
Saat Anda melihat jari Anda seperti ada dua, mungkin Anda mengalami diplopia atau penglihatan ganda

Ketika Anda melihat satu benda namun tampak seperti dua benda, maka bisa saja Anda mengalami diplopia atau penglihatan ganda. Diplopia adalah gangguan penglihatan di mana seseorang akan melihat dua gambar dari objek yang sama padahal seharusnya hanya melihat satu. 

Kondisi medis ini membuat objek terlihat saling berdampingan, di atas satu sama lain atau bahkan keduanya. Penglihatan ganda dapat terjadi pada satu mata (monokular) maupun kedua mata (binokular). Kondisi ini juga dapat pula bersifat sementara atau untuk waktu yang lama tergantung pada penyebabnya.

Penyebab diplopia monokular

Diplopia monokular merupakan kondisi yang kurang umum dibandingkan diplopia binokular. Ini terjadi karena adanya masalah pada satu mata. Berikut penyebab diplopia monokular yang dapat terjadi:

  • Astigmatisme

Pada astigmatisme, kornea memiliki bentuk seperti dua kurva bukan bulat sempurna. Kelainan pada kelengkungan kornea tersebut bisa menyebabkan penglihatan kabur dan penglihatan ganda. 

  • Keratoconus

Keratoconus terjadi ketika kornea mulai menipis dan mengembangkan tonjolan berbentuk kerucut. Tonjolan ini juga dapat menyebabkan diplopia, penglihatan kabur, dan sensitivitas terhadap cahaya.

  • Katarak

Katarak terjadi ketika lensa mata yang umumnya bening menjadi keruh dan berkabut. Kondisi ini dapat menyebabkan diplopia pada satu mata yang terkena.

  • Mata kering

Mata menghasilkan cairan pelumas untuk menjaganya agar tidak kering. Ketika mata tak memiliki cairan yang cukup, maka mata akan menjadi kering, gatal, dan membuat Anda mengalami masalah penglihatan ganda.

  • Abnormalitas retina

Pada degenerasi makula, bagian tengah retina mulai mengalami penurunan dan terkadang ada pembengkakan. Hal ini dapat menyebabkan diplopia monokular, buramnya penglihatan pusat, atau adanya titik buta di tengah.

  • Pterygium

Pterygium ditandai dengan tumbuhnya selaput lendir pada bagian putih bola mata yang dapat mencapai kornea. Ini merupakan penyebab langka diplopia, dan hanya terjadi ketika selaput menutupi kornea.

Penyebab diplopia binokular

Diplopia binokular terjadi karena kedua mata tak dapat bekerja bersama. Dalam kondisi ini, kedua mata akan melihat dua gambar dari satu objek dengan sama-sama jelas. Adapun penyebab diplopia binokular, yaitu:

  • Juling atau strabismus

Juling menjadi penyebab umum dari penglihatan ganda binokular. Kondisi ini terjadi ketika mata tidak selaras dengan benar sehingga melihat ke arah yang berbeda. Mata juling umumnya relatif terjadi pada anak-anak.

  • Kerusakan saraf

Saraf halus mata bertanggung jawab untuk menjalankan informasi antara otak dan mata. Adanya peradangan atau cedera pada saraf bisa menyebabkan penglihatan ganda.

  • Diabetes

Diabetes dapat memengaruhi pembuluh darah yang memasok retina di belakang mata dan saraf yang mengontrol pergerakan otot mata. Hal ini bisa menyebabkan diplopia, dan masalah penglihatan yang permanen.

  • Myasthenia gravis

Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan pada otot, termasuk otot mata. Kelemahan otot mata memicu terjadinya gangguan penglihatan, tak terkecuali diplopia binokular.

  • Penyakit Graves

Gangguan sistem kekebalan ini merupakan hasil dari tiroid yang terlalu aktif. Sekitar 30% orang yang menderita penyakit Graves mengalami beberapa jenis masalah penglihatan, termasuk penglihatan ganda.

  • Kondisi yang memengaruhi saraf

Stroke terjadi ketika darah gagal mencapai otak karena adanya sumbatan pada pembuluh darah. Ini dapat memengaruhi pembuluh darah yang memasok otak atau saraf yang mengendalikan otot mata sehingga menyebabkan penglihatan ganda. Tak hanya stroke, tumor otak dan multiple sclerosis juga dapat memengaruhi sistem saraf, tak terkecuali saraf mata hingga bisa memicu terjadinya diplopia.

Cara membedakan apakah diplopia yang dialami monokuler atau binokuler adalah, diplopia binokuler akan mendapat penglihatan yang jelas ketika salah satu mata tertutup, sedangkan diplopia monokuler tidak.

Cara mengatasi diplopia

Jika diplopia hanya terjadi sementara Anda tak perlu khawatir karena itu biasanya disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, mengonsumsi obat-obatan tertentu, kelelahan, atau cedera kepala ringan. 

Akan tetapi, jika penglihatan tak kunjung kembali normal sebaiknya segera cari bantuan medis. Dokter akan menentukan pengobatan berdasarkan penyebab yang mendasarinya melalui serangkaian pemeriksaan. Namun, berikut perawatan paling umum untuk diplopia:

  • Lensa korektif khusus yang dapat memperbaiki masalah penglihatan
  • Penutup mata yang dapat membantu mengendalikan penglihatan ganda sampai ada solusi yang lebih permanen
  • Latihan mata dilakukan jika masalah penglihatan mata terjadi karena otot mata tegang atau lelah. Ini dapat membantu mengembalikan kekuatan otot mata
  • Pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki masalah fisik tertentu, seperti halnya katarak

Dengan begitu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika diplopia yang Anda alami dirasa mengganggu, tak kunjung hilang atau seringkali terjadi. Penanganan dengan segera memungkinkan Anda untuk terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

Healthline. https://www.healthline.com/health/diplopia#outlook
Diakses pada 29 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/170634#treatment
Diakses pada 29 April 2020

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/double-vision.htm
Diakses pada 29 April 2020

Artikel Terkait