Dipercaya Berkhasiat, Inilah Manfaat Daun Dewa bagi Kesehatan

Ada banyak manfaat daun dewa yang dipercaya masyarakat
Daun dewa yang dibudidayakan

Daun dewa dikenal sebagai tanaman yang dapat dijadikan obat alternatif berbagai penyakit. Salah satu manfaat daun dewa yang paling tersohor adalah dapat menyembuhkan tumor atau kanker. Benarkah demikian?

Daun dewa (Gynura pseudochina) adalah tanaman yang berasal dari Burma (Myanmar) dan Tiongkok, namun dikenal juga dengan nama beluntas Tiongkok di beberapa daerah di Indonesia. Tanaman ini digolongkan sebagai tanaman terna yang tumbuh tegak dengan tinggi antara 30-45 cm.

Daun pada tanaman ini berbentuk tunggal yang tersebar mengelilingi batang, bertangkai pendek, berbentuk bulat lonjong, berdaging, dan berbulu halus. Ciri lain yang dapat dikenali adalah adanya empat ujung lancip, tepi bertoreh, pangkal meruncing, pertulangan menyirip, berwarna hijau, dan panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 10 cm.

Kandungan dan manfaat daun dewa untuk kesehatan

Di Indonesia, daun dewa sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit ringan hingga berat. Khasiat itu diperoleh dari kandungan fitokimia di dalam daun dewa, seperti senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan triterpenoid.

Dari kandungan tersebut, manfaat daun dewa yang dipercaya masyarakat, antara lain:

  • Melawan sel kanker

Manfaat daun dewa yang pertama adalah bersifat antikanker. Kesimpulan ini didapat lewat penelitian yang membuktikan bahwa ekstrak daun dewa menunjukkan aktivitas biologis yang tinggi terhadap larva udang laut.

Selain itu, ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker HeLa dan sel Raji. Sel kanker HeLa adalah sejenis kanker serviks (leher rahim), sedangkan sel Raji ditemukan pada kanker limfoma. Kedua jenis kanker ini berhubungan dengan virus seperti Epstein-Barr Virus (EBV) dan Human Papilloma Virus (HPV).

  • Antiperadangan

Manfaat daun dewa ini didapat dari kandungan senyawa fenolik yang dapat menghambat radikal bebas dalam merusak kesehatan secara keseluruhan. Dalam praktiknya, sifat antiperadangan ini dapat membuat kadar kolesterol darah dan asam urat Anda lebih stabil.

  • Mengatasi masalah kulit

Ketika diaplikasikan sebagai obat luar, manfaat daun dewa juga dapat dirasakan oleh kulit. Daun dewa diyakini bisa mengurangi iritasi kulit yang diakibatkan oleh gigitan serangga, jerawat, memar, hingga scabies dan herpes.

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, manfaat daun dewa lainnya adalah meredakan radang tenggorokan. Pada perempuan, air rebusan daun dewa juga sering diminum karena dipercaya dapat mencegah tumor payudara dan membuat menstruasi lebih teratur.

Penelitian juga menunjukkan bahwa daun dewa aman digunakan oleh ibu hamil. Meski demikian, Anda sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter jika mengonsumsi obat tertentu di saat yang sama, agar tidak terjadi kontraindikasi dan membahayakan kesehatan janin maupun ibu hamil.

Bagaimana cara mengolah daun dewa?

Bagi Anda yang ingin mendapatkan manfaat daun dewa, cukup memasaknya dengan cara direbus dan dijadikan bahan campuran dalam lalap, pecel, atau urap. Daun dewa mengandung protein dan mineral yang baik bagi tubuh, hanya saja kandungan asam oksalat di dalamnya cukup tinggi.

Asam oksalat yang masuk ke dalam tubuh dalam porsi yang berlebihan dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi. Namun, efek ini dapat dikurangi dengan merebus daun dewa selama dua menit sebelum Anda mengonsumsinya.

Cara lain untuk mendapatkan manfaat daun dewa adalah dengan menjadikannya minuman seperti teh. Caranya, bersihkan daun dewa terlebih dahulu dengan air mengalir, kemudian dikeringkan dengan diangin-anginkan pada suhu ruang, dan blender hingga menjadi serbuk kasar.

Serbuk daun dewa bisa disimpan lebih lama dan langsung diseduh dengan air hangat saat hendak dikonsumsi.

Repository IPB. https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/40812/Tinjauan%20Pustaka_2007nir-3.pdf?sequence=3&isAllowed=y
Diakses pada 15 Juni 2020

E-Prints UMS. http://eprints.ums.ac.id/16834/2/BAB_I.pdf
Diakses pada 15 Juni 2020

Repository UGM. http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/23848
Diakses pada 15 Juni 2020

Repository Universitas Andalas. http://repo.unand.ac.id/1659/1/49-101-1-SM%2520JSTF%252017%25281%2529%25202012.pdf
Diakses pada 15 Juni 2020

Tropical Info. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Gynura+pseudochina
Diakses pada 15 Juni 2020

Artikel Terkait