Dilarang Konsumsi di Beberapa Negara, Ini Manfaat Daun Komfrey dan Efek Sampingnya


Akar dan daun komfrey sejak lama telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Umumnya, comfrey digunakan untuk mengatasi keseleo, luka bakar, dan radang sendi.

(0)
11 Dec 2020|Azelia Trifiana
Manfaat daun komfrey sebagai obat herbalDaun komfrey sejak dulu dijadikan obat herbal
Akar dan daun komfrey sejak lama telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Bahkan di Jepang, tanaman kompri atau comfrey ini sudah biasa dimanfaatkan sebagai obat selama lebih dari 2.000 tahun. Umumnya, comfrey digunakan untuk mengatasi keseleo, luka bakar, dan radang sendi.Tak hanya itu, banyak juga yang menggunakan ekstrak tanaman comfrey untuk mengatasi masalah peradangan. Contohnya adalah gout dan arthritis. Namun mengingat fungsinya sebagai obat herbal tidak diketahui pasti dosis amannya, sebaiknya konsumsi atas supervisi dari dokter.

Manfaat daun komfrey

Kandungan akar dan daun dari tanaman komfrey adalah senyawa kimia disebut allantoin dan rosmarinic acid. Fungsi dari allantoin adalah merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Sementara asam rosmarinat membantu meredakan nyeri dan peradangan.Umumnya, ekstrak dari daun serta akar kompri ini diolah menjadi balsam, krim, atau salep. Dalam kemasan itu, terdapat 5-20% kandungan comfrey. Kandungan lain yang biasa digunakan adalah lidah buaya.Tanaman dengan warna bunga ungu, biru, dan putih ini dipercaya berkhasiat menjadi obat herbal untuk kondisi-kondisi seperti:
  • Keseleo
  • Luka
  • Luka bakar
  • Peradangan sendi
  • Arthritis
  • Gout
  • Diare
Lebih lanjut, manfaat dari ekstrak daun komfrey adalah:

1. Luka

Komfrey dapat digunakan sebagai obat oles luka
Beberapa uji klinis mendukung klaim bahwa tanaman kompri dapat menyembuhkan luka. Menurut penelitian pada tahun 2013 lalu, diketahui bahwa mengaplikasikan komfrey secara topikal (oles) dapat meredakan luka lecet.Menurut peneliti, pengaplikasian ini termasuk aman namun perlu ada penelitian lebih lanjut terkait efek samping yang mungkin muncul. Tak hanya itu, perlu dicari tahu juga apa risiko mengaplikasikannya pada luka lecet.

2. Radang sendi

Meredakan nyeri darang sendi
Beberapa ulasan juga menyebut daun kompri bisa mengatasi osteoarthritis dan cedera seperti keseleo pergelangan kaki. Tak hanya itu, studi yang dipublikasikan pada Phytotherapy Research menyebutkan krim dengan kandungan akar comfrey bisa meredakan nyeri tulang punggung.Sementara untuk beberapa klaim manfaat lain seperti diare, gout, luka bakar, dan lainnya masih perlu penelitian lebih lanjut. Uji klinis juga diperlukan untuk memastikan keamanannya.

Adakah efek sampingnya?

Perlu diingat bahwa di samping manfaat dari comfrey, ada juga risiko yang mengikutinya. Komponen di dalamnya bisa saja berbahaya untuk liver seseorang. Sifatnya pun bisa karsinogenik.Itulah mengapa beberapa negara tak lagi mendistribusikan produk ekstrak komfrey dalam bentuk krim atau balsam seperti di Amerika Serikat. Selain itu, negara-negara lain seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Jerman juga telah melarang penjualan produk obat minum yang mengandung comfrey.Alasan lain yang membuat produk ekstrak kompri dilarang untuk diminum langsung adalah kandungan pyrrolizidine alkaloid yang ada di dalamnya. Zat berbahaya ini bisa menyebabkan beberapa hal seperti:Tidak berhenti sampai di situ, banyak juga ahli yang tidak menyarankan penggunaan langsung ekstrak comfrey pada luka terbuka. Jika digunakan untuk jangka pendek, bisa saja aman. Namun belum tentu risikonya tidak menyertai apabila digunakan terus menerus.Di sinilah pentingnya studi sains modern yang terus berkembang. Setiap orang perlu tahu bahwa terlepas dari manfaat ekstrak comfrey yang dapat meredakan nyeri dan luka, ada risiko kanker dan kerusakan hati jika dikonsumsi sembarangan.Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ekstrak daun komfrey. Pertimbangkan terlebih dahulu apa saja potensi khasiat serta risikonya.Orang-orang yang tidak disarankan mengonsumsinya adalah:
  • Anak-anak
  • Orang lansia
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • Orang dengan riwayat penyakit hati

Tak hanya ekstrak daun komfrey, sebenarnya konsumsi pengobatan herbal apapun harus dilakukan dengan hati-hati. Cari tahu apakah ada interaksi dengan obat lain yang tengah dikonsumsi. Tak kalah penting, dosisnya pun tak boleh sembarangan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pengobatan herbal dan aman tidaknya daun komfrey, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di .
hidup sehattanaman obatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-comfrey
Diakses pada 26 November 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0965229913001672
Diakses pada 26 November 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22887778/
Diakses pada 26 November 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0965229913001672
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait