Dijadikan Hukuman untuk Pelaku Pemerkosaan, Apa Itu Kebiri Kimia?

Berbeda dengan operasi kebiri pada umumnya, apa itu kebiri kimia?
Berbeda dengan operasi kebiri, kebiri kimia tidak mengharuskan penis pasien diangkat dari tubuh.

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya di Indonesia, pelaku pemerkosaan dijatuhi vonis kebiri kimia. Jenis hukuman kebiri kimia ini dijelaskan pada Perppu No.1 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Seorang pria yang terbukti melakukan tindakan kriminal perkosaan, kini harus menghadapi hukuman berupa kebiri kimia tersebut. Sebenarnya, apa itu kebiri kimia?

Kebiri kimia, kebiri dengan obat antiandrogen

Sebelum Indonesia, Korea telah memberlakukan hukuman kebiri kimia sejak 2011. Korea menjadi negara pertama di Asia yang mengimplementasikan hukuman kebiri kimia ini.

Berbeda dari kebiri untuk menghilangkan penyakit pada penis dan skrotum pria, kebiri kimia tidak memerlukan pengangkatan organ reproduksi dari tubuh pelaku kejahatan seksual.

Kebiri kimia dilakukan melalui pemberian obat antiandrogen, untuk menurunkan kadar hormon testosteron pada pria, agar libido dan gairah seksnya menurun.

Sebenarnya, masih ada obat-obatan lain yang dianggap mampu menurunkan kadar testosteron pada pria, seperti medroxyprogesteron asetat (MPA) dan siproteron asetat.

Namun, antiandrogen dianggap sebagai obat paling manjur untuk menurunkan kadar testosteron pria. Selain mengalami penurunan libido, pelaku kejahatan seksual akan merasa sulit dirangsang secara seksual, jika menjalani prosedur kimia dengan obat ini.

Mengenal kadar androgen pada pelaku kejahatan seksual

Bukan tanpa alasan kalau pelaku kejahatan seksual dihukum dengan cara kebiri kimia. Sebab, obat antiandrogen yang digunakan, bisa menurunkan kadar androgen para pelaku kejahatan seksual.

Menurut studi Chemical Castration for Sexual Offenders: Physician’s Views yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science, androgen adalah hormon yang memicu timbulnya hormon seks steroid pada pria. Pelaku kejatan seksual terbukti memiliki kadar androgen berlebih.

Walau belum ada studi pasti tentang kaitan level testosteron dengan perilaku kejahatan seksual, kebiri kimia telah terbukti efektif menurunkan libido dan gairah seks pada pelaku kejahatan seksual, sehingga aksi tak terpujinya dapat diredam.

Pro dan kontra kebiri kimia

Masih menurut jurnal yang sama, banyak sekali pro dan kontra yang ditimbulkan dari kebiri kimia. Walau dianggap membawa berbagai manfaat, kerugian yang ditimbulkan juga harus diingat.

Berikut ini ialah beberapa pro dari kebiri kimia:

  • Meningkatkan efek jera

Melalui sebuah studi, dapat dibuktikan bahwa kebiri kimia berhasil membuat pelaku kejahatan seksual jera dan tidak mau melakukan aksi kejinya lagi. Hanya sekitar 2% dari pelaku kejahatan yang kembali mengulangi kejahatan seksual, setelah menjalani hukuman kebiri kimia.

Sementara itu, hukuman tanpa kebiri kimia, terbukti kurang ampuh, karena sekitar 40% pelaku kejahatan seksual, melakukan aksi tak terpujinya lagi.

  • Aman dan terbukti khasiatnya

Kebiri kimia menggunakan bahan-bahan yang aman digunakan, untuk menghukum pelaku kejahatan seksual.

Saat ia sudah selesai dihukum dan keluar dari penjara, efek obat kebiri kimia akan hilang, dan ia bisa melakukan hubungan seksual lagi dengan pasangan sahnya, jika ada. Akan tetapi, keinginannya untuk melakukan hubungan seksual, bisa menurun.

Hal ini bisa membuat sang pelaku kejahatan seksual, menjadi jera dan tidak melakukan perbuatan buruknya lagi.

Kontra dari kebiri kimia

Di setiap pro, ada kontra yang mengikuti. Sama seperti kebiri kimia, yang memiliki beberapa kontra di bawah ini.

  • Efek samping berkepanjangan

Kebiri kimia memang bisa memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual, dengan menurunkan kadar libido dan gairah seksualnya. Namun, terdapat efek samping seperti osteoporosis dan kehilangan massa otot. Selain itu, penimbunan lemak tubuh juga jadi salah satu efek samping kebiri kimia.

  • Dianggap melanggar hak narapidana

Banyak yang mengatakan bahwa kebiri kimia bisa melanggar hak asasi narapidana. Membuat pelaku tidak memiliki selera berhubungan seks, dianggap telah melanggar hak konstitusional sang pelaku kejahatan seksual.

  • Membutuhkan biaya besar

Berdasarkan sebuah penelitian yang berjudul Chemical Castration for Sexual Offenders: Physician’s Views, biaya dari kebiri kimia ini sangat mahal. Harganya mencapai hampir US$ 5.000 atau sekitar Rp 69 juta, per pelaku setiap tahun untuk pengobatan dan pemantauan ketika obat diberikan.

Kebiri kimia disebut sangat efektif dalam membuat pelaku kejahatan seksual jera akan tindakan kriminalnya. Selain itu, prosedur kebiri kimia juga bisa diberikan kepada para pengidap kanker prostat.

Akan tetapi, efek sampingnya harus selalu diingat. Siapapun yang akan menjalani hukuman atau pengobatan kebiri kimia, harus menerima informasi lengkap tentang risikonya.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3565125/

Diakses pada 5 November 2011

 

Kompas. https://www.kompas.com/tren/read/2019/08/26/101750165/hukuman-kebiri-kimia-dari-wacana-pro-kontra-terbitnya-perppu-hingga-vonis?page=all.

Diakses pada 5 November 2019

 

NYLN. https://nyln.org/chemical-castration-pros-and-cons-list

Diakses pada 5 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed