Diet Tya Ariestya Tidak Makan Sayur Jadi Kontroversi, Apa Kata Para Ahli?


Diet Tya Ariestya ramai diperdebatkan di dunia maya karena klaimnya yang bombastis. Ia berhasil turun berat badan karena tidak makan sayur sama sekali dan makan kurang dari 500 kalori dalam sehari.

(0)
Diet Tya Ariestya yang tanpa sayur justru mampu timbulkan efek burukDiet Tya Ariestya yang tanpa sayur justru mampu timbulkan efek buruk bagi kesehatan
Diet Tya Ariestya yang ditulisnya dalam buku berjudul The Journey of #FitTyaAriestya tengah ramai diperbincangkan di media sosial.Dalam bukunya, ia menjelaskan berat badannya berhasil turun hingga 22 kg hanya dalam waktu 4 bulan, dengan tidak mengonsumsi gula, tepung, santan, serta minyak.Namun, yang membuat cara diet ini kontroversial adalah Tya juga tidak makan sayur-sayuran. Ia mengklaim bahwa sayur justru membuatnya susah menurunkan berat badan.Pernyataannya pun diamini oleh dokter yang memang khusus menangani diet Tya Ariestya secara langsung.Sebenarnya, bagaimana pandangan dunia medis mengenai peran sayur dalam program diet? Apakah sayur membantu menurunkan berat badan, atau justru membuatnya mandek?

Diet Tya Ariestya tidak makan sayur, efektifkah?

Kaya serat, sayur justru harus dikonsumsi agar BAB lancar
Kaya serat, sayur justru harus dikonsumsi agar BAB lancar
Klaim terkait cara diet Tya Ariestya yang menyatakan tidak makan sayur dapat menurunkan berat badan sempat dibantah oleh dr. Fiastuti Isbandi Witjaksono, Sp.GK., dokter spesialis gizi klinik yang juga menjadi dosen di Universitas Indonesia.Ia menyatakan, menghentikan asupan sayur malah akan membuat kebutuhan serat tubuh tidak terpenuhi. Hal ini tentu akan mengganggu kesehatan."Karena tidak ada serat, nanti jadi justru susah BAB. Selain itu, tidak makan sayur malah membuat orang jadi susah merasa kenyang," ujar Fiastuti, yang dikutip dari CNN Indonesia.Fiastuti menambahkan, selain kaya serat, kalori sayur pun tergolong kecil."Untuk ukuran yang besar dengan mengandung serat yang banyak, nilai plus sayur juga rendah kalori. Tentu, ini hal penting agar berat badan berkurang," paparnya.Sebab, salah satu kunci penting dalam melakukan diet untuk penurunan badan adalah mengurangi jumlah kalori.Sayur pun terbukti mampu menekan jumlah kalori, tetapi tetap menjaga asupan gizi maupun rasa kenyang agar tetap terjaga.

Porsi makan untuk diet Tya Ariestya tergolong ekstrem

Makan dengan kalori di bawah 1000 justru menghambat metabolisme
Makan dengan kalori di bawah 1000 justru menghambat metabolisme
Selain tidak mengonsumsi sayur, rupanya Tya Ariestya juga membatasi porsi makannya.Dalam bukunya ia membeberkan menu makannya dalam satu hari berupa:
  • 2 sendok nasi
  • melon
  • putih telur
  • multivitamin dan omega 3
Bila dijumlah, total asupan kalorinya dalam sehari kurang dari 500 kkal. Membatasi porsi makan memang dapat mengurangi asupan kalori.Namun, pembatasan kalori yang terbilang ekstrem ini dapat membahayakan tubuh. Terutama bila tidak dilakukan dengan pengawasan ketat dokter.Perlu diketahui, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditentukan Kementerian Kesehatan, laki-laki dewasa sebaiknya memenuhi kalori sebesar 2.550 hingga 2.650 kkal.Sementara, jumlah kalori perempuan dewasa pun sebesar 2.150 hingga 2.250.Standar umum kebutuhan kalori yang harus dipenuhi adalah setidaknya 1.200 kkal.Bila Anda mengonsumsi asupan di bawah 1.000 kkal, hal ini justru memperlambat metabolisme Anda. Artinya, lemak pun menjadi sulit dibakar sehingga berat badan pun cenderung stagnan.

Manfaat makan sayur untuk menurunkan berat badan

Alih-alih menghentikan konsumsi sayur seperti diet Tya Ariestya, rupanya ada manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi sayur agar jarum timbangan Anda bergerak ke arah kiri. Apa saja itu?

1. Menjaga lonjakan kadar gula dalam darah

Sayuran hijau terbukti rendah gula sehingga menjaga lonjakan gula darah
Sayuran hijau terbukti rendah gula sehingga menjaga lonjakan gula darah
Sayuran hijau yang tidak mengandung pati terbukti membantu menurunkan berat badan.Sebab, sayuran hijau mengandung indeks glikemik yang rendah. Jadi, ini membantu kadar gula dara agar tidak melonjak secara signifikan. Hal ini pun dipaparkan dalam riset dari PLoS Medicine.Gula darah yang tinggi mampu meningkatkan rasa lapar. Oleh karena itu, mengonsumsi sayur juga membantu mengendalikan nafsu makan.

2. Memperlancar BAB

Sayur membantu pembuangan feses sehingga massa tubuh berkurang
Sayur membantu pembuangan feses sehingga massa tubuh berkurang
Bila Anda ingin stop makan sayur karena terinspirasi diet Tya Ariestya, sebaiknya pikir-pikir lagi.Serat sayur bermanfaat untuk menambah massa feses sehingga mendorong usus untuk segera mengeluarkannya. Oleh karena itu, BAB pun jadi lebih lancar.Dr. Fiastuti pun juga mengamini penjelasan ini."Kalau kita banyak konsumsi sayuran, feses akan segera memenuhi usus. Nantinya, usus pun akan segera mengeluarkan sisa makanan ini," tuturnya.Kebiasaan BAB yang baik nyatanya turut andil dalam keberhasilan penurunan berat badan. Sebab, perut Anda tidak lagi menyimpan tumpukan makanan yang bisa menambah berat massa tubuh.Namun perlu diingat, jangan andalkan buang air besar sebagai metode penurunan berat badan utama.Salah satu prinsip utama penurunan berat badan yang sukses dalam jangka panjang adalah jumlah kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang dibakar.

3. Membuat kenyang lebih lama

Sayur menghambat pengosongan lambung sehingga kenyang lebih lama
Sayur menghambat pengosongan lambung sehingga kenyang lebih lama
Pernyataan dr. Fiastuti bahwa sayur mampu menahan rasa kenyang pun juga dapat dijelaskan secara medis.Serat yang terkandung pada sayur mampu memperlambat proses pengosongan lambung. Artinya, ini mampu membuat perut merasa kenyang lebih lama sehingga Anda tidak mudah merasa keroncongan. Hal ini pun dipaparkan dalam penelitian terbitan Nutrition Bulletin.Tidak mengherankan, karena cepat merasa lapar justru akan memicu hasrat untuk ngemil atau makan nasi yang berlebihan. 

4. Mengurangi penyerapan lemak dan gula

Lemak pun lebih lambat diserap tubuh jika Anda konsumsi sayur
Lemak pun lebih lambat diserap tubuh jika Anda konsumsi sayur
Dari segi ilmu gizi, cara diet Tya Ariestya yang menyatakan jika sayur menghambat penurunan berat badan rupanya bekerja sebaliknya.Rajin makan sayur malah akan membantu menyukseskan program diet Anda.Sebab, serat sayur menghambat penyerapan lemak dan gula dari makanan.Berdasarkan studi yang diterbitkan Nutrients, serat sayuran menciptakan lapisan kental di bagian usus halus.Hal ini mengakibatkan penyerapan glukosa dan lemak tertunda. Oleh karena itu, keduanya bisa segera dibakar sebagai energi dan cadangan lemak yang harus disimpan pun berkurang.

Akibat tidak mengonsumsi sayur dalam jangka panjang

Sembelit berkepanjangan picu kanker usus besar
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, diet Tya Ariestya yang tidak mengonsumsi sayur mampu menyebabkan sembelit.Rupanya, bila berkepanjangan, sulit BAB ini akan menimbulkan risiko yang dapat mengancam kesehatan, seperti:
  • Impaksi tinja, yaitu penyumbatan usus akibat feses yang mengeras. Hal ini justru menimbulkan komplikasi berupa BAB yang keluar terus menerus tanpa disadari.
  • Wasir, sebab Anda harus mengejan agar tinja bisa keluar. Hal ini menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus.
  • Kulit anus robek, akibat feses yang keluar terlalu besar dan keras.
  • Usus yang muncul dari anus, hal ini disebabkan mengejan sehingga rektum meregang lalu terdorong dari dubur.
  • Kanker usus besar (kolorektal), hal ini terjadi akibat usus terpapar kandungan yang berbahaya, seperti zat penyebab kanker (karsinogen), dalam waktu yang terlalu lama akibat feses karena tidak segera dikeluarkan.

Catatan dari SehatQ

Diet Tya Ariestya memang terbukti menurunkan berat badannya. Namun, perlu diingat, satu cara diet belum tentu efektif dan pasti aman untuk semua orang.Ingatlah bahwa kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Begitu pula kebutuhan gizi masing-masing orang.Dari ceritanya, Tya tidak makan sayur saat sedang diet karena ia tidak suka makan sayur. Namun, Anda tidak disarankan untuk langsung memutus asupan sayur dan buah-buahan hanya untuk mengharapkan hasil diet yang cepat. Sebab, manfaat serta kandungan gizinya sayang untuk dilewatkan. Jika Anda ingin mengurangi berat badan, ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, seperti metabolisme tubuh, aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, hingga pengaruh obat dan kondisi medis tertentu.Maka, sebaiknya bicarakan dengan dokter spesialis gizi maupun ahli gizi jika Anda ingin memulai diet yang aman.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut soal cara menurunkan berat badan serta tips makan sehat lainnya, konsultasi gratis dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ,Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan diethidup sehatbuah dan sayuranpola hidup sehat
CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210304160101-255-613793/respons-pakar-gizi-soal-kontroversi-diet-tya-ariestya Diakses pada 5 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/weight-loss/faq-20058292 Diakses pada 5 Maret 2021PLoS Medicine/ https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/vegetables-and-fruits/ Diakses pada 5 Maret 2021Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/low-fiber-diet Diakses pada 5 Maret 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326647 Diakses pada 5 Maret 2021Nutrition Bulletin https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1467-3010.2007.00603.x Diakses pada 5 Maret 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6073249/ Diakses pada 5 Maret 2021National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/adult-overweight-obesity/factors-affecting-weight-health Diakses pada 5 Maret 2021Diabetes.co.uk. https://www.diabetes.co.uk/symptoms/polyphagia.html Diakses pada 5 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait