Pola makan untuk diet sehat para pengidap sindrom down
Individu dengan sindrom down berisiko mengalami gangguan pencernaan.

Akibat kelainan genetik, pertumbuhan para pengidap sindrom down menjadi terganggu. Sehingga, mereka memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kelebihan berat badan serta masalah pencernaan. Oleh karena itu, ada diet sehat tertentu yang direkomendasikan.

Karena itu sebagai orangtua, pemberian diet sehat untuk pengidap sindrom down merupakan langkah penting yang perlu Anda lakukan. Berikut ini panduan diet sehat untuk anak pengidap sindrom down yang dapat Anda ikuti.

Seperti Apa Diet Sehat untuk Anak dengan Sindrom Down?

Jika dibandingkan dengan teman sebayanya, kebutuhan kalori anak dengan sindrom down ternyata lebih sedikit. Sebab, proses metabolisme atau pencernaan pada tubuhnya berjalan lebih lambat.

Karena itu, pemberian nutrisi yang sehat serta kebiasaan olahraga teratur perlu dijalani oleh anak dengan sindrom down sejak dini. Dengan begitu, berat badan Si Buah Hati tetap dapat terjaga dalam rentang yang sehat.

Dimulai dari masa-masa awal pemberian MPASI, berikut ini tips untuk memberikan diet yang sehat bagi anak dengan sindrom down.

1. Masa MPASI

Sama seperti anak-anak pada umumnya, bayi dengan sindrom down perlu mulai dikenalkan pada makanan padat selambat-lambatnya pada usia 26 minggu. Apabila pengenalan makanan padat, terutama yang mengandung zat besi tertunda, maka risiko Si Kecil menderita anemia defisiensi besi, dapat meningkat.

Untuk mendapatkan asupan zat besi yang memadai, beberapa anak masih melanjutkan konsumsi susu formula bayi, dan menunda transisi konsumsi susu sapi hingga berusia 18 bulan.

2. Jalani Pola Makan Sehat

Memasuki usia anak-anak, Anda dapat mulai membiasakan Si Kecil untuk mengikuti pola makan 3” dan 2”. Artinya, dalam satu hari akan terdapat 3 makanan dan 2 kudapan (snack).

Dalam 3 kali waktu makan tersebut, usahakan untuk membuat menu yang berbeda-beda. Begitu juga dengan snack. Anda disarankan untuk menyajikan 1 hingga 2 jenis makanan.

Anda juga dianjurkan untuk memberikan makan dan snack pada waktu yang teratur setiap harinya, sehingga akan tercipta rutinitas untuk anak maupun keluarga. Anak dan orang dewasa dengan sindrom down, dapat beraktivitas dengan baik dalam pola kegiatan yang teratur.

3. Biarkan Anak Mengeksplorasi

Biarkan anak Anda mengeksplorasi rasa maupun tekstur dari makanannya. Setiap anak memiliki tempo yang berbeda saat bereksplorasi. Oleh karena itu, jadikan waktu makan sebagai sarana anak untuk mempelajari kemampuan-kemampuan dasar saat makan.

4. Sebisa Mungkin Hindari Makanan dalam Kemasan

Makanan segar tentu akan lebih sehat, apabila dibandingkan dengan makanan dalam kemasan. Makanan segar di sini bukan berarti makanan yang mentah, melainkan makanan yang pengolahannya tidak terlalu mengubah bentuk, maupun nilai giznya.

5. Perhatikan Asupan Cairan

Mencukupi kebutuhan cairan merupakan hal yang tak dapat terlewatkan saat menjalani diet sehat. Sebisa mungkin, hindari memberikan anak minuman yang banyak mengandung gula, seperti jus buah, soda, atau susu cokelat. Kandungan gula berlebih dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan.

Mencegah Kelebihan Berat Badan pada Orang Dewasa dengan Sindrom Down

Seperti yang telah disebutkan di atas, individu dengan sindrom down memiliki metabolisme lebih lambat, sehingga kalori yang disimpan di tubuh pun menjadi berlebih. Selain itu, aktivitas fisik yang kurang juga menjadi pemicu risiko kelebihan berat badan pada orang dengan sindrom down.

Berikut ini tips untuk mencegah terjadinya kelebihan berat badan pada orang dengan sindrom down.

  • Kurangi porsi makan
  • Perbanyak makanan berserat seperti sayur dan buah
  • Lebih bijaksana dalam mengonsumsi minuman serta makanan manis
  • Hindari ngemil berlebihan
  • Siapkan makan siang di rumah
  • Lakukan olahraga teratur yang sesuai dengan tingkat kebugaran
  • Libatkan juga guru maupun teman untuk ikut mengawasi pola makannya

Menjalani diet sehat bagi para pengidap sindrom down memang bukanlah langkah yang mudah. Namun, apabila dimulai sejak dini dan dipupuk sebagai kebiasaan bagi anak maupun orangtua, maka kebiasaan baru yang sehat ini akan terasa lebih ringan.

National Down’s Syndrome Society. https://www.ndss.org/resources/nutrition/
Diakses pada 8 April 2019

Irish Nutrition and Dietetic Institute. https://www.indi.ie/diseases,-allergies-and-medical-conditions/disability/396-down-syndrome-and-nutrition.html
Diakses pada 8 April 2019

Mass General Hospital for Children. https://www.massgeneral.org/children/down-syndrome/healthy-eating-tips-toddlers.aspx
Diakses pada 8 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed