Diet Perimenopause untuk Menghadapi Menopause tanpa Gangguan

Nutrisi dan makanan diet perimenopause berfokus pada protein, omega-3, serat, dan kalsium
Diet perimenopause akan membantu Anda memasuki fase menopause dengan baik

Menjelang menopause, tubuh wanita mengalami perubahan secara biologis. Hormon estrogen dan progesteron yang naik turun menjadi salah satu tanda seseorang akan memasuki menopause. Perubahan biologis ini bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Untuk itu, Anda perlu menyiasatinya dengan diet perimenopause. Sebelum kita membahas apa itu diet perimenopause, berikut adalah beberapa tanda menopause yang perlu Anda pahami:

  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Vagina kering
  • Mood yang berubah-ubah termasuk depresi dan mudah tersinggung
  • Suhu badan terasa lebih panas

Agar proses menuju menopause berjalan normal tanpa gangguan, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Misalnya, lebih selektif terhadap makanan yang Anda konsumsi.

Jika Anda seorang perokok, ada baiknya menghentikan kebiasaan buruk itu. Olahraga sangat baik untuk diet perimenopause agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

Makanan Diet Perimenopause

Apa saja yang harus Anda konsumsi dalam diet perimenopause?

1. Protein

Perimenopause adalah fase yang membutuhkan adaptasi dan tubuh Anda memerlukan nutrisi pendukung seperti protein agar massa otot tidak menurun. Naik turunnya hormon bisa mengganggu aktivitas Anda.

Konsumsi protein yang cukup dapat membantu mengatur rasa lapar dan kadar gula dalam darah serta menyeimbangkan hormon.

2. Asam Lemak Omega-3

Diet perimenopause membutuhkan omega-3 dalam program dietnya. Wanita yang akan memasuki fase menopause cenderung memiliki mood jelek dan bisa mengalami depresi. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan serta meningkatkan mood.

3. Serat

Serat membuat kita merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama. Serat dibutuhkan bagi Anda yang sedang dalam proses menurunkan berat badan maupun saat akan menopause. Serat juga dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit penuaan seperti kanker, stroke dan penyakit jantung.

Pastikan Anda mengonsumsi sedikitnya 21 gram serat setiap hari. Buah dan sayur adalah sumber serat yang banyak, begitu pula dengan kacang-kacangan.

4. Kalsium

Seiring bertambahnya usia, risiko osteoporosis pun semakin meningkat. Kesehatan tulang harus dipenuhi dengan asupan kalsium yang cukup sesuai usia Anda.

Konsultasikan dengan dokter atau pakar nutrisi seputar diet perimenopause yang Anda jalani agar kebutuhan kalsium sesuai dengan jumlah yang diperlukan tubuh.

5. Air

Minum banyak air putih, minimal delapan gelas per hari. Jumlah tersebut akan memenuhi kebutuhan cairan harian Anda.

Selain menu wajib di atas, ada beberapa bahan makanan yang perlu Anda batasi konsumsinya, seperti, gula, kafein, dan alkohol yang merupakan bahan pemicu hormon. Sebaiknya kurangi atau hindari sama sekali.

Agar transisi menuju menopause tidak mengalami gangguan kesehatan yang berarti, lakukan diet perimenopause ini bersamaan dengan olahraga serta mengurangi rokok, lemak jenuh dan karbohidrat refinasi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/perimenopause-diet#what-to-eat
Diakses pada Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/menopause/guide/staying-healthy-through-good-nuitrition#1
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed