Menu Diet yang Simple ala Diet Nordik, untuk Jaga Kesehatan

Dalam diet Nordik, Anda bisa dengan mudah menemukan bahan-bahan makanan untuk dikonsumsi melalui menu diet yang simple
Diet Nordik menawarkan menu diet yang simple, dengan bahan-bahan yang bisa Anda temukan dengan mudah.

Menu diet yang simple pada diet Nordik ditemukan pada pola makan yang diadopsi dari negara-negara Skandinavia. Diet rendah lemak ini punya banyak manfaat, sehingga banyak pakar nutrisi yang merekomendasikan program ini untuk pasien yang ingin menurunkan berat badan.

Sejarah Munculnya Menu Diet yang Simple Ini

Seperti namanya, diet Nordik berasal dari negara-negara Nordik, yaitu Denmark, Finlandia, Norwegia, Islandia, Swedia, dan Greenland. Sebenarnya, diet Nordik menggambarkan tradisi makan masyarakat negara-negara tersebut.

Seperti halnya diet Mediterania yang terkenal itu, diet Nordik tak melulu soal menurunkan berat badan. Yang menjadi fokus adalah mengonsumsi makanan sehat.

Dalam diet Nordik, tidak ada perhitungan kalori dan sebagainya, namun lebih kepada gaya hidup sehat untuk jangka panjang. Fokus utama dari diet ini adalah konsumsi makanan musiman, makanan berbasis tanaman, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks.

Apa Saja Makanan yang Direkomendasikan dalam Diet Nordik?

Jika ingin menjalani diet Nordik, Anda disarankan mengonsumsi gandum, buah beri, ikan berlemak, kacang-kacangan, sayuran berumbi, biji-bijian, dan memasak dengan minyak kanola.

1. Gandum utuh:

Salah satu sumber karbohidrat yang kaya akan serat adalah biskuit gandum utuh. Biskuit ini akan lebih lama menjalani proses pencernaan, dibandingkan karbohidrat yang ada pada roti tawar, pastry, dan permen. Selain itu, gandum utuh pun menyediakan berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh.

2. Buah Beri:

Buah-buahan beri menjadi ciri khas dalam diet Nordik. Mengonsumsi banyak buah beri, dipercaya mampu menjaga berat badan ideal. Selain itu, buah beri memiliki antioksidan yang disebut antosianin. Antioksidan ini berguna menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

3. Sayuran Berumbi:

Wortel, kentang, dan bit merupakan sayuran berumbi yang direkomendasikan dalam meni diet Nordik. Sayuran tersebut memang tinggi kalori, tapi sekaligus kaya sehat. Sehingga, tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencernanya, dan menjaga gula darah tetap stabil. Nutrisi yang terdapat dalam sayuran berumbi juga mampu melindungi sel-sel tubuh, mengurangi kolesterol, dan mengatasi infeksi.

4. Kacang-kacangan:

Selain gandum, buah beri, dan sayuran, Anda pun direkomendasikan mengonsumsi kacang-kacangan. Sebab, kacang-kacangan merupakan sumber protein, dan bisa menggantikan kalori yang biasanya Anda peroleh dari daging merah. Kacang-kacangan juga kaya akan kalsium, B6, zat besi, serta riboflavin.

5. Biji-bijian:

Seperti gandum utuh, buah beri, dan sayuran, baik kacang-kacangan maupun biji-bijian, kayak akan karbohidrat kompleks dan serat. Anda bisa menemukan manfaat zinc, potasium, dan vitamin E, dari biji-bijian.

6. Ikan Berlemak:

Ada beberapa jenis asam lemak omega-3 yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Anda bisa mendapatkannya dari ikan berlemak seperti sarden, salmon, tuna, dan makarel. Asam lemak tersebut bisa menurunkan risiko penyakit jantung, menyehatkan pembuluh darah, dan mengurangi lemak dalam darah.

7. Minyak Kanola:

Anda mungkin sudah familiar dengan minyak zaitun (olive oil) yang biasa digunakan dalam diet Mditerania. Nah untuk diet Nordik, Anda disarankan memakai minyak kanola. Seperti halnya minyak zaitu, minyak kanola rendah kandungan lemak jenuh. Anda bisa mendapatkan manfaat asam alfa linoleat dan omega-3 pada minyak kanola, yang membantu melindungi otak, termasuk mencegah stroke.

Pola Makan dalam Diet Nordik

Pola makan ini telah ada sejak berabad-abad yang lalu, yang diadaptasi dari Piramida Diet Laut Baltik, dengan menambahkan rasa dan gizi di dalamnya. Versi Nordik memungkinkan Anda untuk makan masakan rumah, dengan sedikit bahan perisa dalam menunya.

Bisa dibilang diet ini mirip dengan diet Mediterania, karena merekomendasikan konsumsi ikan, sayur, dan buah-buahan ke dalam menu makanannya. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan oat atau barley, serta mengurangi asupan daging merah, gula, produk makanan berbasis susu, dan makanan olahan.

Perbedaan yang paling utama antara keduanya adalah minyak yang digunakan. Diet Nordik memakai minyak kanola, sedangkan diet Mediterania memakai minyak zaitun. Namun Anda tak perlu khawatir, karena kedua minyak tersebut sama sehatnya, dan dapat meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh (HDL).

Manfaat Diet Nordik

Manfaat diet Nordik pun cukup beragam. Menurut WHO, diet Nordik mirip dengan diet Mediterania yang dapat mengurangi risiko penyakit kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Beberapa studi juga menemukan bahwa diet Nordik dapat menurunkan tekanan darah, serta menstabilkan kadar kolesterol dalam darah, sehingga cocok untuk Anda yang ingin menjaga berat badan.

Karena diet Nordik berhubungan dengan sayur dan buah, para pakar sering merekomendasikan diet ini untuk penderita obesitas atau pasien yang memiliki gejala pembengkakan pada jaringan lemak.

Diet Nordik juga ramah lingkungan. Diet ini menganjurkan Anda untuk mengonsumsi makanan segar dari bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar tempat tinggal. Karena minimnya alat transportasi yang digunakan, maka diet ini turut mengurangi polusi udara.

Di samping itu, Anda tidak perlu mengeluarkan budget lebih, karena program diet inihanya membutuhkan makanan segar yang mudah Anda temukan. Diet Nordik fokus pada makanan musiman, sehingga bahan-bahan ini selalu tersedia.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/consider-the-nordic-diet
Diakses pada Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-nordic-diet
Diakses pada 21 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed